HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Kajari Samosir : Tidak Akan Berhenti Menyelidiki Dugaan Korupsi Bansos Covid-19

Keterangan foto:

Kejari Samosir Andi Adikawira didampingi Kasi Intel Kejari Tulus Tampubolon menyampaikan kasus dugaan korupsi Bansos Covid-19 Samosir, tidak dihentikan dan dikendalikan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.



Samosir.Matalensa.co.id.
PANGURURAN - Menanggapi putusan  Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Balige, Sandro Sijabat, Senin (12/7/2021) lalu atas penetapan tersangka oleh Kejari Samosir terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Samosir, Jabiat Sagala dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) Covid-19 pengadaan 6000 paket makanan tambahan, tidak sah secara hukum dan tidak sesuai dengan justifikasi hukum.


Menanggapi putusan hakim tersebut, Kajari Samosir Andi Andikawira, ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (15/7/2021) segera melakukan penyidikan ulang. Mereka menyatakan menghormati putusan PN Balige.


"Namun hanya proses Formil Yang kita butuhkan, sehingga kita tetap akan melanjutkan dan sudah melaporkan kejadian ini kepada Pimpinan, dan diminta untuk berkolaborasi dengan Kejati  Sumut untuk tetap melanjutkan perkara ini.

"Jadi tidak ada kata akan berhenti dalam hal kasus ini, tetap kita lanjutkan namun pengendalinya Pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara," tegas Andi. 


Sebelumnya, telah dilakukan persidangan sebanyak 6 kali dan dimulai sejak 2 Juli 2021, Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Balige, Sandro Sijabat membacakan putusan pada Senin, 12 Juli 2021.


"Menerima permohonan praperadilan pemohon nomor perkara 3/Pid.Pra/2021/PN Blg, yaitu pemohon pertama Jabiat Sagala dan pemohon kedua Sardo Sirumapea," ujar hakim tunggal Sandro Sijabat.


Dalam pertimbangannya, hakim menilai penetapan Jabiat Sagala dan Sardo Sirumapea sebagai tersangka tidak sah dan dilakukan tidak menurut prosedur yang berlaku.


"Penetapan tersangka terlebih dahulu harus ada menyebutkan penghitungan jumlah kerugian negara yang nyata dan pasti oleh instansi yang berwenang," ujar Hakim Sandro Sijabat.


Keterangan foto:

Kejari Samosir Andi Adikawira didampingi Kasi Intel Kejari Tulus Tampubolon menyampaikan kasus dugaan korupsi Bansos Covid-19 Samosir, tidak dihentikan dan dikendalikan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.


(Ranto.S)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *