HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Bambang Saputra Ajak MUI Menegur Keras Cendikiawan Yahudi Atas Tragedi Palestina


Matalensa.co.id.
Dalam pengamatan nya Bambang Saputra mengatakan Ketika dunia sedang berduka atas badai pandemi Covid-19 yang belum diketahui sampai kapan berakhirnya, terjadi pula tragedi bombardir yang cukup mengenaskan di Palestina pada penghujung bulan Ramadhan tahun 2021 ini. Dunia menangis atas kebiadaban dan kebengisan militer zionis Israel terhadap warga Palestina. Hampir dua pekan lebih dan puncaknya belakang ini, keganasan militer zionis Israel dapat dilihat tanpa tedeng aling-aling telah mencederai rasa kemanusiaan. Apakah ini sebuah pertunjukan drama politik penguasa dunia yang sedang berperan memaikan akting leluconnya. Atau benar-benar karena sengketa antara Israel dan Palestina saja. Hanya tirai kabut hitam di balik langit kota tua Yerussalem Palestina yang dapat memberi jawabannya. Disampaikan Ketua Dewan Pakar Landas Indonesia, Bambang Saputra di Jakarta, Selasa (18/05/2021).


“Perlu dipahami bahwa setiap tragedi dalam dunia seni pertunjukan biasanya ada dalangnya. Demikian pula setiap agresi militer suatu bangsa terhadap bangsa lainnya pasti ada dalang intelektual di belakangnya. Karenanya dapat dipastikan bahwa dalang di balik agresi militer zionis Israel terhadap penduduk Palestina adalah Yahudi. Kemudian siapakah yang menghembuskan “tenaga-dalam” kepada Yahudi, lalu ia menggerakkan agresi militer zionis Israel ke Palestina, sehingga banyak berjatuhan korban jiwa termasuk perempuan dan anak-anak. Kita tidak perlu menduga-duga, tapi sekali lagi saya katakan hanya tirai kabut hitam di balik langit kota tua Yerussalem Palestina lah yang dapat memberi jawabannya tentang siapa dalangnya.” Ungkap Bambang penuh geram.


Adapun yang paling menyedihkan adalah, terjadinya ledakan bombardir di saat kota suci Yerussalem Palestina dalam nuansa merayakan Idul Fitri bagi umat Islam dan memperingati kenaikan Isa Almasih bagi umat Nasrani sedunia, yang secara bersamaan tepat pada tanggal 13 Mei 2021. Pada hari yang suci dan berada di kota yang suci pula, terjadi peristiwa militer zionis Israel melancarkan agresinya yang menggegerkan dunia. Terhadap peristiwa ini, setidaknya para intelektual atau cendikiawan Yahudi lah yang paling bertanggung jawab atas tindakan berutal, tidak intelek, dan tidak manusiawi itu.


Para intelektual atau cendikiawan Yahudi idealanya harus menjadi garda depan untuk menyuarakan dan melarang keras terjadinya pertumpahan darah di hari suci dan kota suci Yerussalem Palestina itu. Apapun alasannya, kemanusiaan harus diletakkan di atas semangat keimanan dan puncak kemuliaan martabat manusia. Semakin dalam pemahaman dan penghayatan keagamaan seseorang, idealnya semakin dalam pula kesadaran kemanusiaannya. 


Sebagaimana diisyaratkan Kitab Suci, bahwa yang paling dalam kesadaran keagamaannya adalah golongan ulama, atau cendikiawan dan intelektual di bidang apapun. Setiap cendikiawan adalah pewaris para utusan Tuhan, yang tugasnya adalah meluruskan kekeliruan umat manusia di muka bumi ini untuk tetap menjaga kesucian fitrah nurani kemanusiaan dalam wujud spiritual dan perilaku yang tidak melampaui batas-batas kemanusiawiannya.


“Oleh karena itu, saya secara terbuka mengajak pemuka-pemuka agama di Indonesia, antara lain para pemuka agama Islam terutama yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kemudian juga mengajak para pemuka agama Kristen, para pemuka agama Hindu, para pemuka agama Budha, dan para pemuka agama Konghucu, atas nama kemanusiaan secara bersama-sama mendesak para pemuka agama Yahudi seluruh dunia, untuk ikut turun tangan menyuarakan dan melarang perilaku bengis dan biadab militer zionis Israel terhadap penduduk Palestina.” Tutur Cendikiawan Muda itu dengan lantang.


“Dalam kesempatan terbuka ini saya sampaikan bahwa para cendikiawan Yahudi lah yang seharusnya paling bertanggung jawab terhadap tragedi Palestina atas militer zionis Israel yang menewaskan banyak korban jiwa, yang secara kasat mata disaksikan oleh seluruh manusia di belahan bumi mana pun. Terhadap tragedi Palestina berdarah ini, para cendikiawan atau pemuka agama Yahudi jangan diam saja, sehingga terkesan main mata dengan keberingasan militer zionis Israel. Praktik pembantaian terhadap penduduk Palestina oleh militer Israel dari waktu ke waktu hampir sudah dapat dikatakan sebagai gnosida, dan ini adalah pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) berat pada zaman milenial ini.” Tutup Bambang yang pernah menerima Piagam Penghargaan pada Peringatan Hari HAM Sedunia dari Kemenkumham RI tahun 2019 lalu.


((Red/Yusuf)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *