HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Ramai Diberitakan, Pelaku Pencurian Emas Senilai 341Juta Baru Diburu Tekab Polsek Bilah Hilir


Labuhanbatu.Matalensa.co.id.
Ramai diberitakan di beberapa media online soal "sangkutnya" proses penanganan kasus pencurian pencurian emas senilai 341 juta milik Aminah (60) warga Desa Sei Kasih, Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu di Polsek Bilah Hilir yang dilaporkannya 6 bulan lalu, kini tim Tekab Polsek Bilah Hilir baru berusaha  memburu atau mencari dimana keberadaan pelaku. 


"Ya, anggota saya pagi tadi bergerak ke Langga Payung Kabupaten Labuhanbatu Selatan, karena infonya pelaku berada di sana,"kata Kapolsek Bilah Hilir AKP Ahmad Syafei Lubis SH, kepada awak media ini, Senin (15/03/2021) di Kafe Netral Negeri Lama. 


Sebelumnya, Aminah mengaku kecewa terhadap kinerja Polsek Bilah Hilir dalam menangani laporannya yang sampai 6 bulan tidak ada kejelasan dan dari awal proses penanganannya penuh kejanggalan. 


Aminah menuturkan, dari awal penanganan kasus yang ia laporkan di Polsek Bilah Hilir pada tanggal 3 bulan 9 tahun 2020  dengan nomor : STPL /16/IX/3029/SU/RES.LB/SEK Bilah Hilir  sudah nampak kejanggalan yang dilakukan oleh juru periksa ( penyidik) Bripka B Simare - Mare . 


"Kejanggalannya yang pertama, Polsek Bilah Hilir terlebih dahulu mengeluarkan surat SP2HP dari STPL. Kejanggalan kedua, pelaku yang saya laporkan sudah sempat ditahan 1 hari 1 malam, tetapi esoknya pelaku dilepaskan kembali. STPL diberikan setelah Kanit Reskrim saat itu Aiptu OR Tambunan ditegur wartawan. Ada apa?,"kata Aminah akrab disapa kak Ameng. 


Selain itu kejanggalan lainnya, Polsek Bilah Hilir begitu cepat mengeluarkan SP2HP dari pada STPL dimana penyidikan belum selesai dan masih banyak yang terlibat belum dipanggil atau dilakukan penyidikan oleh penyidik terhadap saksi lainnya. 


"Saya memang gak pintar, tetapi saya dikit tahu peraturan, jadi nampak kali kejanggalan penanganan kasus ini,"ucapnya. 


Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku pencurian emas miliknya yaitu Agung Tri Yoga, sambungnya, penadah barang curian emas tersebut berinisial A Harahap warga Kelurahan Negeri Lama juga diminta keterangannya di ruangan penyidik. 


"Tetapi penadah tidak di tahan, lalu pelaku pencurian yang sempat ditahan dilepaskan kembali. Seharusnya kasus itu kan dikembangkan, kok penadah tidak ditahan? Ini kan aneh,"ujar Kak Ameng. 


Menurut Aminah, dari awal ia melaporkan Agung Tri Yoga ke Polsek Bilah Hilir yang tak lain menantunya sendiri. Namun, di dalam penyidikan polisi menekankan melibatkan putrinya berinisial E turut terlibat di dalam kasus pencurian itu dikarenakan si E ( anak kandung korban) menyuruh suaminya menjualkan emas yang ia ambil. 


"Emas yang diambil anak saya dan emas yang dicuri menantu saya itu tidak sama. Pencuriannya pun tidak dengan waktu dan hari yang bersamaan.Tetapi ,mengapa juru periksa tetap menetapkan anak saya sebagai tersangka?,Inikan pasal 367? Kan relatif?,"cetusnya seraya bertanya. 


Namun anehnya, tambahnya, meskipun ia telah menggunakan kuasa hukum saat dilakukan pemeriksaan kedua terhadap anaknya dan dirinya, pasal yang digunakan oleh juru periksa tetap mengacu pada pasal 363,. 


"Padahal itu pencurian dalam keluarga, dan yang saya laporkan adalah menantu saya, kenapa tidak diterapkan pasal 367? Anak saya kok ditetapkan juga sebagai tersangka?,"imbuhnya. 


Aminah pun mengaku kesal atas kinerja Polsek Bilah Hilir yang terkesan tidak profesional dan menduga ada sesuatu yang tidak beres di dalam menangani laporannya. 


"Sudah hampir 6 bulan kasus ini, tetapi tak ada kejelasan. Dulu anak laki - laki saya gara - gara kasus sepele dengan nilai recehan aja diuber - uber. Ini saya mengalami kerugian sampai 3 ratus jutaan penanganannya gak jelas dan lamban,"ungkapnya dengan menangis terisak - Isak. 


(Hasyim mth).

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *