HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Ingin Cepat Dapat Duit, Pasangan Suami Istri Bisnis Narkotika, Berakhir di Terali Besi Mapolres Labuhanbatu


Labuhanbatu.Matalensa.co.id.
.Mungkin, pasangan suami istri ini ingin cepat dapat duit, tanpa mau bekerja keras, sehingga nekat bisnis narkotika jenis sabu-sabu dan berakhir di terali besi Mapolres Labuhanbatu



Pasangan Suami isteri bersama adiknya yang tinggal satu rumah di Dusun Sungai Dondong Desa Baganbilah Kecamatan Panai Tengah akhirnya diringkus Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu karena jalankan bisnis narkotika jenis sabu dari kediamannya. Minggu (22/11/2020). 



Penangkapan itu dibenarkan Kapolres Labuhanbatu melalui Kasat Reserse Narkoba AKP Martualesi Sitepu di relies pers yang diberikan kepada wartawan, Senin (23/11/2020)" Penangkapan 3 pengedar sabu itu, menindaklanjuti pengaduan masyarakat Panai Hulu dan Panai Tengah kepada Kapolres melalui pesan WhatsApp" ujar Kasat Narkoba.



Isi pesan WhatsApp yang diterima Kapolres itu menyebutkan, "kami mohon pak, di Kecamatan Panai Hulu narkoba masih menjamur,masrakat sudah resah".Begitu mendapat laporan masyarakat, Kapolres kemudian menginistruksikan AKP Martualesi Sitepu melakukan penyelidikan untuk mencari tahu kebenaran informasi dimaksud.



Kemudian, pada Minggu (22/11/2020), sekira pukul 15:00 WIB, personel Satresnarkoba dipimpin Kasat AKP Martualesi Sitepu dan Kanit 1 Ipda Sarwedi Manurung, didampingi aparat desa menggerebek sebuah rumah warga di Dusun Sungai Dondong Desa Baganbilah.



Dari dalam rumah dimaksud, Satresnarkoba meringkus tiga orang, terdiri dari pasangan suami isteri dan adik laki-laki. Satu keluarga ini diduga terlibat bisnis sabu di daerah pesisir Labuhanbatu itu, papar M Sitepu.



Ketiga pelaku yang diringkus karena disebut-sebut berbisnis narkotika jenis sabu itu sudah ditahan di Mapolres, SH alias Unying (37) suami, warga Dusun Sungai Dondong, Desa Baganbilah, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu dan isterinya, EMW alias Wati (31) di kartu identitas tercatat penduduk Dusun VII Desa Sungai Pinang Kecamatan Panai Hulu serta dan PP alias Yogo (19) adik dari Unying, penduduk Dusun IV Desa Meranti Paham Panai Hulu.



Sedangkan barang bukti yang disita dari Unying, yaitu 1 plastik klip transparan berisi sabu 6,03 gram brutto, 1 plastik klip kosong, 2 unit hp android Vivo warna hitam dan nokia warna putih serta uang tunai Rp230.000. Sabu ditemukan dari bawah tempat tidur," sebut Martualesi.



Kemudian dari tersangka Wati, isteri Unying, disita barang bukti 3 plastik klip transparan berisi sabu dengan berat brutto 2 gram dan 1 botol minyak rambut warna hitam."Barang bukti Wati ditemukan di dekat mesin air di sumur. Setelah diinterogasi, Wati mengaku mendapat sabu tersebut dari Unying," ujar Kasatres Narkoba Polres Labuhanbatu



Barang bukti dari tersangka Yogo, 3 plastik klip transparan dengan berat brutto 2,71 gram, 1 botol minyak rambut warna biru, 2 hp masing-masing android Vivo warna hitam dan Samsung warna hitam. Barang bukti itu diselipkan di kandang ayam dan saat diinterogasi menyebut sabu miliknya diperoleh dari Unying.



"Barang bukti sabu yang ditemukan keseluruhannya seberat 10,74 gram.Unying juga mengaku sudah 3 bulan melakukan bisnis haram tersebut dengan omzet penjualan 10 gram per minggu, dengan keuntungan sekitar Rp3 juta minggu" papar M Sitepu.



Dari pemeriksaan, Unying juga mengaku bisnis haramnya dibantu isterinya, EMW alias Wati dan dibantu adik kandungnya, PP alias Yogo. Sedangkan barang haram itu didapatnya dari seseorang berinisial B, warga Ajamu,Kecamatan Panai Tengah dipesan melalu hp.



"Namun, saat dilakukan pelacakan dengan menghubungi nomor hp B yang diberikan tersangka Unying, tidak aktif. Tersangka Unying, isteri dan adiknya dipersangkakan melanggar pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun," jelas AKP Martualesi Sitepu


(Andi.c.d)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *