HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

KBPS Sumut Gelar Unjuk Rasa, Minta Rekan Mereka Di Bebaskan.

Labuhanbatu.Matalensa.co.id. Sekitar tiga ratusan petani yang tergabung dalam Koalisi Petani Sumatera Utara (KBPS Sumut) yang didalamnya Kelompok Tani Bersatu Desa Meranti,GMNI dan ibu-Ibu gelar unjuk rasa didepan Kantor Mapolres Labuhanbatu meminta agar rekan mereka, Nanda Perwira dibebaskan dari sangkaan atas perkara pengrusakan, Rabu (5/8/2020)


Menurut Kelompok Tani Bersatu Desa Meranti dalam orasinya menyebutkan, Nanda Perwira tidak bersalah, tetapi pejuang agraria yang sedang memperjuangkan tanah pertanian milik mereka yang saat ini dikuasai PT Tolan Tiga Indonesia


"Keluarkan Nanda Perwira, dia bukan pelaku kriminal, tetapi pejuang petani yang saat itu terpaksa hendak keluar areal sengketa mencari logistik bahan makanan untuk petani yang berada dilokasi tanah sengketa" ujar salah seorang petani di orasinya.


Diaksi unjuk rasa damai itu, ibu dari Nanda Perwira juga meminta pihak kepolisian mengeluarkan puteranya,"Tolong keluarkan anak saya, kalau dia dipenjara, siapa yang menafkahi/mengasi makan anak dan isterinya" tangis ibu tersebut


KBPS Sumut disela-sela aksinya, juga membagi-bagikan surat pernyataan sikapnya kepada warga pengguna jalan dan sejumlah wartawan yang ada diseputar lokasi unjuk rasa damai tersebut.


Disurat pernyataan sikap itu, disebutkan, peristiwa yang berujung kepada penangkapan Nanda pada jumat 17 Juli lalu, akibat dari tindakan represi yang dilakukan oleh satuan pengaman PT Tolan Tiga Indonesia dengan menutup akses gerbang keluar masuk aktivis kelompok tani, termasuk makanan dan minuman, pakaian serta obat-obatan untuk masuk.


Nanda Perwira yang sehari-harinya bekerja sebagai petani ditangkap Polres Labuhanbatu setelah keluar dari areal sengketa dengan menyangkakan telah melakukan tindak pidana pasal 406 KUHP tentang pidana ringan dan pasal 170 KUHP.


Polres Labuhanbatu menganggap, Nanda Perwira telah melakukan pengrusakan. Padahal yang terjadi adalah tindakan spontanitas akibat anggota kelompok tani yang melakukan aksi diareal yang menjadi sengketa dan terkurung didalam pagar keliling sehingga tidak bisa mengakses makanan selama dua hari, karena pasokan makanan dan lainnya tidak diperbolehkan masuk.


Selain itu, Kelompok Tani Bersatu Desa Meranti juga :

1.Mendesak Kapolres Labuhanbatu untuk menghentikan proses hukum dan membebaskan Nanda Perwira

2.Mendesak Bupati Labuhanbatu  Selatan untuk bertanggung jawab penuh dalam penyelesaian konflik agraria yang terjadi antara PT. Tolan Tiga Indonesia dengan Kelompok Tani Bersatu

3.Berikan Jaminan Hak atas tanah kepada Kelompok Tani Bersatu Desa Meranti

4.Tindak tegas Perkebunan yang menguasai lahan diluar Batas HGU yang sudah ditetapkan.


Setelah melakukan orasi secara bergantian di jalan WR Supratman yang berada di depan Mapolres Labuhanbatu, Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat menemui massa yang berunjuk rasa dan mengajak masuk ke halaman Mapolres dengan tujuan agar arus lalulintas dan penguna jalan tidak terganggu.


Disitu, Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat menyampaikan kepada pengunjuk rasa, kalau masalah sengketa lahan antara petani dan perusahaan terkait sebaiknya dilakukan melalui upaya hukum yang berlaku dan semua pelanggar hukum akan diproses sesuai aturan yang berlaku.


"Kami dari pihak Kepolisian akan tetap menjaga agar situasi tetap kondusif dan apa yang dilakukan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku"ujar Kapolres.


Setelah mendapat arahan dari Kapolres Labuhanbatu, pimpinan Aksi

KBPS Sumut, Solihin Anwar Muda Ritonga membubarkan petani pengunjuk rasa dan pulang kerumah masing-masing dengan tertib.

(Andi.c.d)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *