HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

MIRIS..Tidak Ada Dapat Bantuan Apapun,Janda Tukang Parkir Menangis Bathin

Ket Foto : Yusniar (63thn)

Medan.Matalensa.co.id.Ditengah pandemi covid 19 perubahan ekonomi semakin lemah dan sangat berpangaruh terdampak bagi warga yang kurang mampu.

Kebijakan Pemerintah dibawah Kepemimpinan Bapak Presiden Republik Indonesia Jokowi yang Terus Berpikir Keras untuk Membangun Indonesia lebih baik lagi dan maju serta banyak program program yang dibuat oleh Presiden Jokowi untuk membantu masyarakat luas Indonesia dengan berbagai bantuan dengan penerbitan berupa kartu,baik itu bantuan sembako maupun uang.

Nyata nya masih belum juga tepat sasaran dan masih timbang pilih,pasalnya banyak masyarakat Indonesia khususnya Medan Sumatera Utara.

Hal tersebut awak media matalensa.co.id mendapatkan komentar seruan hati yang menjerit menangis bathin yang dirasakan warga Medan Timur yang tidak ada dapat bantuan apapun,yang meminta tolong untuk dapat memberikan solusinya.

"Saya kalo mampu Pak,saya tidak akan mengemis seperti ini,untuk makan saja saya susah harus ngutang dulu sama kawan,ada dapat beras dari Pemko 5kg saja,padahal saya ada kartu keluarga sejahtera,kartu perlindungan sosial tapi semuanya nihil tidak ada sama sekali saya dapatkan pak" Ujarnya Ibu Yusniar (63thn) yang sudah janda warga Medan Timur,mencari nafkah sebagai tukang parkir di Medan sambil menangis.

Ibu Yusniar menambahkan Saya sama sekali tidak ada pendataan untuk penerimaan bantuan sosial (bansos),di cek dikantor Lurah,nama saya ada terdata pada tahun 2014 tapi hingga saat ini nyatanya tidak ada dapat apa apa.Kata Yusniar

Dari pihak kepling,Lurah ataupun Camat asal ditanya bukan urusan saya dan tidak tahu, jawab keplingnya.
Yang dapat program PKH malah orang yang mampu.

sementara ada masyarakat juga suaminya tukang becak mempunyai anak 2 masih sekolah,yang dapat KIP cuma 1 anak saja itupun hanya Rp 250.000.
Hidupnya miskin untuk makan saja susah,ditambah saat ini situasi Pandemi covid 19 ini pak,Ucapnya Yusniar sambil meminta tolong untuk memberikan solusi.

"Apakah bantuan itu hanya dipandang rumah nya saja,dilihat bagus berarti mampu,tidak dilihat apakah orang nya bisa makan apa tidak,dan apakah orang yang tinggal dikontrakan tidak dapat bantuan dari pemerintah ya pak"Pungkas Yusniar janda (63thn).warga Jalan bambu no 23 kelurahan Gaharu lingkungan 2 Kecamatan Medan Timur.

(Red/Rouses)


Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *