HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Usaha Bakso Bumdes Desa Halimbe Labura Habiskan Rp 88 Juta Dalam 3 Bulan

Labuhanbatu.Matalensa.co.id.Bumdes Cah Gunung milik desa Halimbe kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) diperkebunan PT Socfindo habiskan dana ADD tahun anggaran 2018 sebesar Rp 88.000.000 dalam waktu tiga bulan


Manajer Bumdes desa Halimbe kecamatan Aek Natas Labura, Edi Zailani yang ditemui wartawan dikediamannya di Afdeling 2 Perkebunan PT Socfindo membenarkan hal itu, Selasa (15/4/2020)"Bumdes kami gagal bang, saya sudah mengundurkan diri sebagai manajer" ujarnya.


Dijelaskannya, ditahun 2018 lalu, desa mengucurkan dana untuk Bumdes Rp 150.000.000, kemudian dana tersebut digunakan untuk membuka usaha jual Bakso.


Usaha Bakso yang lounchingnya/ pembukaanya sekitar Oktober 2018 lalu di jalan raya Kampung Pajak jalinsum disebuah ruko yang diberi nama Bakso Cah Gunung, namun entah kenapa disekitar Januari 2020 tutup.


Anehnya, Manejer Bumdes Edi Zailani tidak mengetahui berapa harga kontrak ruko yang disewa untuk  jualan bakso."Aduh bang saya lupa, harus buka buku la bang, buku catatannya ada pada sekretaris kami. Takut saya salah menjawab"katanya menjawab wartawan.


Begitu juga saat ditanya apa penyebab kerugian bumdes, sehingga usaha jualan bakso bangkrut dan hanya bisa berjalan 3 bulan."Jualan baksonya, cuma 3 bulan, baksonya banyak yang basi bang" katanya lagi.


Terpisah, Warsito, Kepala Desa Halimbe kecamatan Aek Natas Kabupaten Labura,

menerangkan, ditahun 2018 lalu, berdasarkan kesepakatan masyarakat, dikucurkan dana desa untuk Bumdes Rp 150.000.000.


Awalnya, direncanakan bumdes akan membuka usaha membuat roti yang dikelola warga desa,"Awalnya, bumdes berencana membuat roti/kue, pembuatan roti tersebut dilakukan ibu rumah tangga (IRT), dengan begitu bisa menambah penghasilan warga" ujarnya.


Namun, pengurus bumdes mengalihkannya untuk membuka warung bakso, dan usaha itu hanya bisa berjalan 3 bulan. "Dari dana sebesar Rp 150.000.000, hanya tersisa Rp 62.000.000, jadi untuk usaha jual bakso habis Rp 88.000.000.   


Setelah usaha bakso tutup, Edi Zailani mengajukan pengunduran diri di sekitar bulan pebruari 2020. "Saya tidak tahu alasan Zailani mengundurkan diri pada sekitar Pebruari 2020"ujar Kades Halimbe menjawab wartawan.   


Diakhir penjelasannya, Warsito menyebutkan, sepengetahuannya,  sampai saat ini keuangan  bumdes  belum diperiksa Inspektorat.                                                 
(Andi.c.d)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *