HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Mhd Aulia : Covid-19 Serang Tanpa Kelas

Ket Foto : Mahasiswa UINSU
Medan.Matalensa.co.id. "Berpikirlah sebelum menghendaki"
Begitu lah bunyi adagium arab yang pernah saya dapatkan di bangku pesantren dulu, kali ini saya ingin mengganti kata "menghendaki" menjadi kata "Berbicara",
Jadi bila di ganti menjadi " _Berfikirlah sebelum Berbicara_".

Sabtu (28/3/2020) lalu Juru picara pemerintah untuk penanganan kasus COVID-19, Achmad Yurianto buka suara terkait pernyataannya yang viral di media sosial  yang berbunyi " Yang kaya lindungi yang miskin agar bisa hidup wajar, yang miskin lindungi yang kaya agar tidak tularkan penyakit"

Saya berpendapat bahwa pernyataan ini sangat menyudutkan kalangan bawah, karna seakan-akan orang miskin lah yang sedang terkena virus tersebut, dan akan mengalirkan ke orang kaya, meskipun beliau berdalih yang sedemikian paradoks.

Dulu orang miskin di cap sebagai orang-orang kriminal, malah sekarang orang miskin di cap sebagai pembawa wabah. Padahalkan virus tidak mengenal kelas si kaya dan si miskin, tetapi mengapa dampak dan stigmanya merugikan kalangan bawah.

Ini sama sekali jauh dari konsep sosialisme yang di bawakan oleh Rasulullah, dulu Rasul datang ke tanah arab untuk meretas kelas-kelas yang ada menjadi kesetaraan, orang-orang miskin dirangkul dan di beri pekerjaan yang layak sehingga bisa sejahtra, sebegitu besar perjuangan Rasul untuk memanusiakan manusia (humanisasi), tetapi sekarang si kawan kok malah menyudutkan dan membeda-bedakan ?

Padahal cita-cita tokoh terdahulu tidak seperti ini, Tanggal 23 Oktober 1946 lalu bung karno juga pernah memberikan petuah yang begitu mendalam bagi saya yang berbunyi "Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada manusia, karna Tuhan bersemayam di gubuknya si Miskin" saya kira pembaca bisa mentafsirkan petuah tersebut.

Apakah benar Negri ini tidak membutuhkan orang miskin?
Karna seakan-akan orang miskin menjadi Boomerang atas keberlangsungnya kehidupan di negri tercinta ini, Saya jadi teringat dengan petuah yang di kumndangkan oleh Mark Twain yang berbuyi " ketika orang kaya merampok orang miskin itu di sebut bisnis, tetapi  ketika orang miskin melawan di sebut kekerasan".

Covid datang bukan untuk si kaya atau si miskin, covid datang tanpa kelas tetapi covid tidak akan datang bagi orang-orang yang menjaga kebersihan maka disini agama hadir membawa solusi, dan sebaik-baik isolasi diri adalah kembali kepada sang Robbi.

Kita semua berdoa semoga Covid 19 segera pergi dari dunia dan khususnya di negri tercinta ini sebelum datangnya bulan yang suci (Romadhan) Aamiin.

#YakinUsahaSampai
#SalamSosialisme

(Red/Tim)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *