HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Banjir Bandang Landa 3 Desa di Labura


LABUHANBATU.UTARA, MATALENSA.CO.ID.Banjir bandang yang diperkirakan setinggi dua meter melanda Desa Pematang, Desa Hatapang dan Desa Batu Tunggal di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, Minggu, 29 Desember 2019, jadi perbincangan warganet.


Ketiga desa yang letaknya berada di kawasan perbukitan berbatasan langsung dengan Kabupaten Samosir itu disebut-sebut dilanda banjir bandeng yang disebabkan meluapnya debit air sungai Sungai Kapia dan Sungai Mardua dan sungai aek Buru


Ramlan sipahutar warga Labura mengatakan bahwa sebelum banjir menerjang sejumlah desa di Kabupaten yang labura, labuhan batu utara, terlebih dahulu hujan pada Sabtu 28 Desember 2019 malam.


"Banjir datang setelah hujan sekitar pukul 19.30 WIB Sabtu 28 Desember 2019. Potongan kayu hasil penebangan di hutan dan bebatuan turut hanyut dipemukiman warga hingga mengakibatkan hancurnya sejumlah rumah warga" ujarnya


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu Utara sudah turun kelokasi yang terdampak banjir bandang tersebut.


Salah seorang warganet pemilik akun Facebook bernama Adv Sutan Parlaungan Harahap menulis diakunnya, "SAATNYA ALAM MURKA

"Hatapang di Penghujung Tahun".


29 desember 2019. Sudah bertahun tahun hutan hapang dirambah habis oleh PT Labuhan Batu Indah (LBI) di hulu Desa Hatapang Kecamatan Na IX-X Labura, karena mereka telah memenuhi syarat dan memiliki izin yang diberikan oleh pemerintah.


Izin koridor sepanjang 7.289 meter dan izin IPK (Izin Pengolahan Kayu) seluas 150 Ha menjadi dasar kuat PT LBI untuk menebangin kayu kayu besar di hutan hatapang.


Tapi sangat disayangkan bahwa kegiatan tersebut tanpa mempertimbangkan lingkingan yang ada, mulai dari pembakaran hutan sampai merusak sumber air atau sungai warga hatapang.


Dan saat itu warga yang protes terhadap kegiatan tersebut malah di laporkan oleh oknum PT. LBI dan seorang warga sempat ditangkap oleh polres Labuhanbatu yaitu Bapak Damean Sipahutar. Bahkan di bulan mei kemarin seekor harimau sumatera Turun kepemukiman, dan akhirnya tewas ditangan warga.


Beberapa aktivitis yang turut memperjuangkan nasib hutan hatapang di intimidasi bahkan dilempari mobilnya ketika investigasi ditahun 2016 kekawasan IPK PT. LBI oleh oknum yang diduga kuat adalah pekerja PT. LBI, dan sampai hari ini laporan pengerusakan tersebut nyaris tak terungkap dan diam seribu bahasa tanpa tindakan.


Kini sang alam murka, banjir bandangpun terjadi. Puluhan rumah hancur di desa hatapang maupun si ria ria yang terletak di kecamatan NA IX-X, kabupaten labuhanbatu Utara. Sedangkan yang punya izin tanpa perlu khawatir akan banjir bandang datang, dan pemerintah seolah olah tutup mata tanpa mengawasi kegiatan tersebut.


Nasi sudah jadi bubur, warga sudah kehilangan tempat tinggal, harimau sumatera juga diduga kuat mati jadi korban karena penebangan pohon di hutan. Maka sudah saatnya tim gabungan penegak hukum melakukan Investigasi terkait aktivitas PT.LBI, dan semoga keadilan dapat ditegakkan. Serta sisa sisa hutan hatapang yang ada sebagai penyangga bumi dapat dipertahankan.

(Andi.c.d)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *