HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Aksi demon para buruh akibat diduga dipecat karena bentuk PUK FSP KEP SPSI

Matalensa.co.id. PT Rizki Abadi Maqbul(RAM) dan PT Ardi jaya (AJC) di demo oleh buruh,beberapa waktu lalu. Tepatnya di hari rabu (4/12/2019).

Pengurus dan anggota PUK FSP KEP - SPSI yang sudah terdaftar di Disnaker. Mereka telah di PHK diduga dengan dasar yang tidak jelas dan dianggap prosedur pemecatan mereka itu melanggar undang undang sebagai landasan hukum bangsa negara kita. Sesuai UU.no.13 tahun 2003 pasal 50" Hubungan kerja terjadi karna  ada perjanjian kerja antara pengusaha dan pekerja/buruh..Pasal 51 ayat (1) perjanjian kerja d buat secara tertulis atau lisan (2) perjanjian kerja yang dipersyaratkan secara tertulis dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku ""dan pasal 63 ayat (1) Dalam hal perjanjian kerja waktu tertentu di buat secara lisan, maka pengusaha wajib membuat surat pengangkatan bagi pekerja/buruh yang bersangkutan,(2) surat pengangkatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sekurang kurangnya memuat keterangan : a.nama dan alamat pekerja/ buruh ; b. Tanggal mulai bekerja; c.jenis pekerjaan; d. Dan.besarnya upah.."""pada pasal 65 dan 66 UU no.13 tahun 2003 yg berbunyi tentang ketenaga kerjaan mengatur bahwa perusahaan dapat menyerahkan sebagian pekerjaan oleh kepala perusahaan lain ( vendor) .Sedangkan secara normatif bahwa perusahaan hanya dapat menyerahkan pekerjaan pemborongan OUTSOURCING kepada perusahaan lain / vendor : ( permenakertrans No 19 pasal 17 thn 2012 ) hanya sebagai
1. Pekerjaan jasa kebersihan( cleaning service
2. Pekerjaan jasa (security)
3. Usaha penyediaan makanan (catering) dan
4. Pertambangan dan mintak dan usaha
5. Penyediaan angkutan pekerja/buruh...
Tegas Paidi selaku kordinator aksi.

Paidi yang mengungkapkan nya mengatakan bahwa mereka dipecat oleh PT. RAM dan PT. AJC. perusahaan rekanan PT.Wika Beton dengan alasan yang sangat tidak masuk akal,alasan PHK mereka adalah sengaja melakukan pembentukan serikat pekerja/serikat buruh tanpa sepengetahuan perusahaan.

Padahal jelas di UU no 21 tahun 2000 ,serikat buruh dibentuk atas bebas pekerja buruh tanpa campur tangan pengusaha,pemerintah partai politik dan pihak manapun.

Para buruh yang berorasi hanya meminta hak hak mereka yang telah dizholimi oleh PT RAM dan PT AJC dimana masa kerja mereka yang telah belasan tahun di PT Wika beton dihilangkan, dan menandatangani kontrak di tahun 2017 dengan PT AJC dan PT RAM dgn memberikan uang tali kasih Rp 500.000,- dan bagi yang tidak mau menanda tangani langsung dirumahkan tanpa ada surat pemecatan dan uang pesangon dari PT Wika beton.mereka juga menyesal kan sikap PT Wika beton yang selalu menyembunyikan dan merekayasa kecelakaan kerja yang tak lain korban nya adalah rekan kerja mereka sendiri.

Disaat tim media dari transparan news mencoba konfirmasi kepada kedua direktur perusahaan tersebut.namun tidak ada jawaban yang detail akan kejadian ini.

Direktur AJC (Junaidi) mengarahkan agar awak media berbicara ke pengacara nya,,namun Ali Fikri yang merupakan direktur PT RAM sama sekali tidak mengaktif kan hp nya guna dimintai keterangan,,saat Tim datang langsung keperusahaan PT wika Beton untuk mengkonfirmasi langsung ke Humas, Security mengatakan Humas lagi sedang keluar.

Sungguh miris PT Wika Beton yang merupakan anak perusahaan BUMN masih ada yang tidak mementingkan hak buruh selaku warga negara Indonesia, "BUMN didirikan untuk membangun negara dan kesejahteraan masyarakat bukan semata mata hanya untuk kesejahteraan PT WIKA Beton dan perusahaan rekanannya" ungkap salah satu ketua aksi. Mereka juga mengharapkan perhatian dari Bapak Presiden joko widodo dan Bapak Erick Thohir selaku menteri BUMN yang kemarin baru di Lantik.

(isa dan tim)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *