HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

ADAT DAN AGAMA

SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID.
Oleh : Melvin Crisvan D Tinambunan
Mahasiswa FAKULTAS ILMU TEOLOGI UKSW
PANGURURAN - Key Concept: Adat, Agama.
Indonesia merupakan Negara yang kaya akan banyak hal diantaranya Adat dan Agama. Adat dan Agama merupakan dua hal penting dalam negara ini. Mengapa penting, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang kaya akan adat istiadatnya, bahkan agama yang dianutnya. Pengertian Adat sebelum masa penjajahan mencakup segala praktik sehari-hari masyarakat waktu itu, termasuk praktik-praktik seperti berkunjung ke tempat sakral, memasuki hutan, percaya pada kekuatan alam selain manusia, dan beragam praktik lainnya tanpa ada pembakuan ke satu peristilahan tertentu, baik adat, agama, tradisi, atau budaya. Pada kenyataanya bahkan sampai hari ini, dalam beberapa hal masyarakat adat masih cenderung tidak membedakan antara agama dan adat dalam batasan pengertian yang tegas.
Adat pada umumnya mempunyai sistem kepercayaan Politeisme. Sedangkan, agama mempunyai sistem kepercayaan Monoteisme. Namun, Adat dan Agama saling berhubungan pelaksanaannya di dalam masyarakat. Karena Adat dan Agama tidak dapat dipisahkan di dalam masyarakat.
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan sumbangsi pemikiran mengenai Adat dan Agama dalam perspektif kontekstual. Kemudian, tidak ada lagi pengkotak - kotakan mengenai istilah Adat dan Agama itu berbeda. Untuk mempertajam penulisan ini, penulis merumuskannya kedalam dua pertanyaan yaitu: Pertama, Apa itu Adat dan Agama? Kedua, Bagaimanakah relasi Adat dan Agama?

ADAT
Hazairin menegaskan bahwa Adat adalah kumpulan kesusilaan dalam masyarakat, yaitu kaidah kesusilaan yang kebenarannya telah mendapat pengakuan umum dalam masyarakat, yang dibuktikan dengan kepatuhannya terhadap kaidah tersebut. Kaidah tersebut secara tidak tertulis telah tertanam dan melekat di dalam masyarakat. Kaidah yang dimaksud juga dilakukan tanpa ada perhitungan ekonomi dan murni atas dasar kerja sama dan semangat solidaritas. Senada yang dikatakan, Suryono Soekanto “apabila sebuah kebiasaan tersebut diterima sebagai kaidah, maka kebiasaan tersebut memiliki daya mengikat menjadi sebuah tata kelakuan. Tata kelakuan merupakan salah satu sarana untuk mempertahankan solidaritas masyarakat. Tata kelakuan juga mengidentifikasi pribadi dengan kelompok dan sebagai sarana mengawasi perilaku masyarakat.” Sehingga adat merupakan bagian dari kebudayaan yang sudah ada sejak lahir yang dinilai baik oleh masyarakat pemilik kebudayaan tersebut. Adat mempengaruhi pola pikir serta pola bersosialisasi masyarakat dalam membangun dan mengembangkan sebuah relasi.
Dalam pelaksanaannya, Adat sudah menjadi salah satu bagian dari identitas diri. Dalam arti, masyarakat menjalani kehidupannya dipengaruhi oleh Adat seperti lembaga lembaga Adat dan keyakinan. Adat juga menjadi sebuah cara dalam memelihara ketertiban lokal bagi masyarakat pemeluknya.
Dalam perjalanannya, Adat dilakukan tanpa ada rasa paksaan bagi para pemeluknya. Tetapi, Adat ditekankan karena dinilai baik dan dampak yang dihasilkan juga positif terhadap kehidupan para pemeluk Adat tersebut. Adat dilakukan tanpa ada perhitungan ekonomi tetapi dilakukan dengan kerja sama dan solidaritas yang tinggi.

AGAMA
Swidler (2014:374) memahami Agama dari akar Latin “re-ligare” yang berarti pemahaman tentang makna akhir dari kehidupan, didasarkan pada gagasan dan pengalaman transenden seseorang. Swidler memahami bahwa agama sebagai makna eksterior atau eksternal kemanusiaan.
Menurut Emile Durkheim yaitu seorang Sosiolog mengartikan Agama sebagai suatu sistem kepercayaan yang dipraktekkan dan disatukan dengan hal - hal yang kudus sehingga kepercayaan dan praktek dipersatukan menjadi suatu komunitas moral. Sehingga dalam kedudukannya Agama dilakukan dalam lingkup pembangunan kepercayaan dan moral membentuk suatu perkumpulan dan dianggap kudus.
Agama sudah menjadi turun temurun dan dianggap sakral oleh penganutnya. Kepercayaan yang dibangun melalui turun temurun menjadi satu hal yang yang sudah sangat melekat kepada diri penganut kepercayaan tersebut. Sehingga kepercayaan yang dibangun, telah mengakar sejak diajarkannya kepercayaan itu.
Agama dalam pelaksanaannya menyebar luas terhadap tatanan kehidupan bermasyarakat. Agama memiliki peran penting dalam melakukan pengembangan pola pikir masyarakat dan bagi para penganutnya. Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa agama juga sebagai salah satu ritual dari kebudayaan yang dapat mengatur cara berperilaku dan bagaimana para penganutnya merawat kehidupan antara manusia dengan penciptanya, manusia dengan sesamanya dan antara manusia dengan alam.

RELASI ADAT DAN AGAMA
Adat dan Agama pada dasarnya saling berhubungan diantara pelaksanaan Adat dan Agama tersebut. Agama dapat masuk kelapisan masyarakat disaat Agama dapat berbaur dengan Adat masyarakat. Sehingga, Adat dan Agama mengalami perkembangan dalam campur aduk keberagaman yang didapat di dalam Adat dan Agama. Di dalam masyarakat juga, Adat dan Agama juga memiliki keterkaitan dalam sistem kepercayaan yang berbeda. Walaupun, Adat mengajarkan sistem kepercayaan Politheisme yaitu kepercayaan yang menyembah lebih dari satu Tuhan sedangkan Agama mengajarkan sistem kepercayaan Monoteisme yaitu kepercayaan yang menyembah satu Tuhan. Namun, pada intinya saling memiliki hal atau zat yang dipercayai dan dilaksanakan dalam tatanan bermasyarakat.

Jadi, Adat dan Agama saling terkait karena agama tidak dapat dipisahkan. Adat dan Agama mengalami perkembangan di saat Adat dan Agama tersebut saling menyatu di dalam lapisan masyarakat. Untuk itu, stop pengkotak – kotakan Adat dan Agama.


DAFTAR PUSTAKA
Penyusun Tim. Agama, Media, dan Pemasaran dalam Masyarakat Majemuk. Yogyakarta: Buku Litera, 2015.
Penyusun Tim. Buku Ajar Agama. Salatiga: Satya Wacana University Press, 2015.
Penyusun Tim. Adat dalam Politik Indonesia. Jakarta:Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2010.
http://repo.iain-padangsidimpuan.ac.id/269/1/Ali%20Amran.

(RANTO.S)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *