HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

MEMPERTANYAKAN NIAT PELUKAN.

SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID 
Oleh: Thomson Hutasoit.
PANGURURAN - Kisah Alkitab 2.000-an tahun silam sepertinya berlurang kembali di milenia ketiga, tepatnya di bulan November 2019 menyita perhatian publik negeri.

Berpelukan, berangkulan, cium pipi kiri, cium ipi kanan (cipiki, cipika) tidak lagi barang langka, terlepas dari motif atau alasan beraneka ragam arti dan makna.

Menurut KBBI (2007) Niat ialah maksud atau tujuan sesuatu perbuatan; kehendak; janji untuk melakukan sesuatu jika cita-cita atau harapan terkabul; kaul; nazar. Sedangkan pelukan ialah dekapan atau rangkulan dengan kedua tangan secara erat. Sehingga niat pelukan, rangkulan ataupun ciuman ialah maksud atau tujuan seseorang melakukannya.

Niat bermacam-macam antara lain; niat baik, niat tulus, niat buruk, jelek, jahat, niat pura-pura, niat kamuflase, niat hipokrit atau munafik, dll.

Karena itu pulalah mengapa Presiden Jokowi mempertanyakan "Niat Pelukan" politik dipertontonkan para politisi bangsa ini.

Tidaklah terlalu berlebihan mempertanyakan "Niat Pelukan, Rangkulan, Ciuman" antara seorang dengan orang lain, apalagi dalam konteks politik kelas tinggi. Sebab, pelukan, rangkulan, ciuman adalah sandi, simbol, pesan beraneka arti dan makna terhadap maksud atau tujuan terkandung pemerannya.

Injil Mateus, Markus, Lukas telah mencatat kisah pengkhianatan seorang murid terhadap gurunya, yakni; Yesus Kristus (Guru) dengan Yudas Iskariot (Murid) melalui adegan pelukan dan ciuman maut.

"Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia" (Matius 26:48).
"Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia dan bawalah Dia dengan selamat" (Markus 14; 44).
"Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman ?" (Lukas 22; 48).

Kisah yang dicatat Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas adalah legenda pengkhianatan sepanjang masa dari sebuah konspirasi jahat di ruang gelap perselingkuhan, persekongkolan, persubahatan politik bermahar kepentingan politik kekuasaan.

Mempertanyakan Niat Pelukan, Rangkulan, Ciuman sesungguhnya langkah cerdas, jenial, brilian untuk menguji maksud dan tujuan agar tidak terjebak pada intrik, manuver politik yang tak mustahil taktik strategi agenda terselubung. Percaya bulat-bulat tanpa kajian, analisis obyektif mendalam dan mendetail adalah sebuah kecerobohan fatal. Sebaliknya, prasangka negatif berlebihan tanpa kajian, analisis obyektif mendalam dan mendetail juga kurang arif bijaksana.

Motif, alasan, niat pelukan, rangkulan, ciuman seseorang dengan orang lain harus dilihat dari maksud dan tujuan sesungguhnya sebagaimana digambarkan kisah klasik 2.000-an tahun silam.

Sungguh luar biasa, amazing pernyataan Presiden Jokowi mempertanyakan pelukan politisi negeri ini. "Apa yang salah, apa yang keliru dengan pelukan atau rangkulan para politisi".....??? Asal saja niatnya demi bangsa dan negara, demi persaudaraan, demi persatuan Indonesia, demi keutuhan bangsa dan negara berdasarkan Pancasila, UUD RI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sadar atau tidak wejangan Presiden Jokowi tentang "Niat"  adalah sebuah warning cerdas dan jenial kepada seluruh anak negeri berkaca pada situasi kondisi faktual berbangsa dan bernegara yang terjebak hipokritisme. Saling curiga, saling tak percaya akibat ujaran kebencian, fitnah, hoax atau kebohongan serta kamuflase politik telah mendegradasi jiwa kebangsaan-keindonesiaan.

Narasi-narasi sektarian-primordial atas sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dengan balutan-balutan framing terminologi kata canggih telah menimbulkan aneka karut-marut berbangsa dan bernegara.

Semua berbicara atas nama rakyat, atas nama bangsa dan negara tidak ada yang salah, tidak ada yang keliru. Pertanyaannya adalah, apakah niat tulus atau pura-pura, apakah niat baik atau jelek, buruk, jahat......???

Inilah introspeksi bagi seluruh anak negeri.

Salam NKRI........!!! MERDEKA......!!!

(RANTO.S)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *