HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

BIROKRASI TRANSPARAN PROFESIONAL.

SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID.
Oleh: Thomson Hutasoit.
PANGURURAN - Salah satu akar permasalahan bangsa.sulit dipecahkan selama ini ialah perselingkuhan, persekongkolan, persubahatan politik jahat antara penguasa korup dengan pengusaha hitam menjadikan seluruh birokrasi bagaikan bunker penggarong, penyamun terutama di badan usaha milik negara (BUMN) menjadikan aset kekayaan negara gagal menghadirkan kemakmuran, kesejahteraan rakyat berkeadilan.
Polemik penempatan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias AHOK sebagai Komisaris Utama (Komut) Pertamina sesungguhnya harus dielaborasi mendalam dan mendetail salah satu "kotak Pandora" yang perlu didobrak untuk menjadikan Pertamina Birokrasi  Transparan Profesional (BTP) menuju BUMN berkelas dunia dalam waktu dekat.

Ketika bangsa ini sepertinya "latah" membicarakan "Industri 4.0" tanpa arti, makna paripurna 4.0 transparansi, profesional penerapan teknologi digital seperti penerapan E-Planning, E-Procedure, E-Budgeting, E-Pengawasan, E-Evaluating, E-Akuntability, dll sungguh menyedihkan sekaligus memalukan.

Harus disadari paripurna bahwa di negeri tercinta telah banyak sumber daya manusia (SDM) berlevel internasional. Tapi sangat disayangkan SDM hebat-hebat itu cenderung tak memiliki integritas mumpuni melepaskan diri dari cengkraman kepentingan politik parsial.
Publik mengerti dan memahami salah satu akar terjadinya korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) adalah ketertutupan birokrasi membuka peluang perselingkuhan, persekongkolan, persubahatan politik antara penguasa korup dengan pengusaha hitam mengkhianati amanah kepercayaan rakyat.

Sosok BTP atau AHOK yang telah terbukti dan teruji membangun Transparansi pemerintahan daerah DKI Jakarta dengan berbagai sistim digital telah mengubah paradigma ketertutupan ke paradigma terbuka dan transparan penyelenggaraan birokrasi pemerintahan.

Rekrutmen personil dengan test and prover test terbuka dan transparan telah menghadirkan birokrat-birokrat kompeten, kredibel, kapabel, profesional, bersih, jujur, berani, akuntabel, berintegritas. Birokrat seperti itu akan mampu melahirkan terobosan-terobosan cerdas, jenial, brilian. Hal inilah sesungguhnya dibutuhkan saat ini.

Rekrutmen terbuka dan transparan akan menghadirkan pemimpin-pemimpin visioner, inovatif, kreatif menggali dan mengefektifkan sumber kekayaan negara mewujudkan tujuan berbangsa dan bernegara sebagaimana termaktub pada Pembukaan UUD RI 1945.

Perselingkuhan, persekongkolan, persubahatan apapun tidak pernah terjadi di ruang terbuka dan transparan. Semua kolaborasi kejahatan selalu dilakukan di ruang tertutup terhindar dari akses publik.
Ruang pengawasan publik diamanatkan undang-undang seperti UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers, UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, PP No. 45 tahun 2007 tentang Partisipasi Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, dll cenderung dilanggar dan diabaikan pemangku kekuasaan yang berniat buruk dan jahat melanggar sumpah/jabatan yang diucapkan.

Bila republik ini benar-benar berkemauan kuat dan bertekad tulus menerapkan "Industri 4.0" maka suka tak suka, setuju tak setuju, "Birokrasi Transparan Profesional" tidak boleh lagi sebatas retorika. Sebab, kompetensi, profesionalitas, akuntabilitas hanya bisa terwujud bila seluruh birokrasi transparan profesional dalam melahirkan kebijakan.
Sistem rekrutmen personil tidak boleh lagi berdasarkan subyektivitas parsial, apalagi berbasis sektarian-primordial sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) seperti selama ini.
Salam NKRI......!!! MERDEKA......!!!

(RANTO.S)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *