HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Bendahara KSU Amalia Kirimkan Uang Untuk Bayar Pelaku Pembunuh Wartawan??

LABUHANBATU,MATALENSA.CO.ID. Kepolisian Daerah Sumatera Utara berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana terhadap wartawan Martua Parasian Siregar dan temannya Maraden Sianipar diareal kebun sawit PT SAB / KSU Amelia, Dusun VI Sei Siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Rabu (30/11/2019) sekira pukul 16.00 Wib sore.


Hal itu diketahui dari siaran pers yang

disampaikan Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Agus melalui Direktur Reskrimum Polda Sumatera Utara, Kombes Andi Rian didampingi Kasubdit III/ Jatanras, AKBP Maringan Simanjuntak dan Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat SIK MH serta Waka Polda Sumut, Brigjen. Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum di Medan, Jumat (8/11/2019) pagi.


"Sampai saat ini, kita sudah meringkus lima pelaku dari tempat yang berbeda, sebelumnya Polres Labuhanbatu telah meringkus VS dan SH Kecamatan Panai Hilir dan selanjutnya DS di Desa Janji, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbahas.Sedangkan JH dirumah kos-kosan di Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe dan terakhir adalah HP dari kompleks Perumahan CBD, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan," papar Kombes Andi Rian.


Dijelaskannya, selain lima pelaku yang sudah diringkus, ada tiga pelaku lainnya yang sedang kita kejar, diantaranyaJS, (20), warga Kabupaten Labuhanbatu,RI (20) warga Kasindir Tiga Balata, Kabupaten Simalungun, HS (38) warga Perdagangan sekuriti PT KSU Amelia


Dari hasil pemeriksaan, diketahui semua pelaku dibayar dengan jumlah bayaran yang berbeda-beda, JS dapat Rp 7 juta, DS dapat Rp 17 juta, HS dapat Rp 9 juta dan JHK mendapatkan Rp 7 juta, ungkapnya.


Entah bagaimana ceritanya dan siapa yang memerintahkan, sehingga uang pembayaran yang diterima para pelaku dikirimkan dari rekening WT bendahara PT Amalia sebesar Rp. 40.000.000,- (empat puluh juta rupiah) usai melakukan pembunuhan terhadap kedua korban.


Dari hasil pemeriksaan para tersangka, HP memerintahkan agar para pelaku menjaga perkebunan kelapa sawit dari para penggarap, jika ada yang datang diusir dan jika ada yang melawan dibunuh, terutama kedua korban (Maraden Sianipar dan Pak Sanjay), jelas Kapoldasu.


Sedangkan barang bukti yang ikut diamankan,1 unit Honda Revo warna hitam liris biru BK 5158 VAB, 1 (satu) Unit sepeda motor Merk Honda Supra X dengan nomor polisi BK 2220 IO,1 Potong kaos dalam berlumuran darah,1 Potong kaos warna hitam,1 (satu) buah sepeda warna coklat sebelah kiri,5 Unit Handphone yang digunakan tersangka.


Motif pelaku melakukan pembunuhan yaitu dikarenakan dua orang korban diduga melakukan penggarapan lahan yang merupakan milik perkebunan PT KSU Amelia. Lalu, HP yang disebut merupakan menantu dari pemilik perkebunan berkoordinasi dengan pelaku lainnya.


Atas perbuatannya, para pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 340 Jo Pasal 338 dan atau Pasal 55, 56 KUHPidana.


"Kita persangkakan mereka dengan pasal itu, dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup dan atau selama-lamanya 20 tahun," tegasnya.

(Andi.c.d)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *