HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

BAKAL CALON BUPATI SAMOSIR 2020 – 2025 DARI JALUR INDEPENDEN

SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID OKTOBER 29
Oleh : Bonardo Sinaga ST
PANGURURAN - Menjadi Bupati itu bukan hal yang luar biasa, biasa saja.
Melihat kondisi saat ini yang jadi sulit adalah bagaimana menjadi bupati, terutama tentang Money
Politik. Ada pendapat yang mengatakan bahwa jadi pemimpin itu harus sudah ‘selesai dengan
dirinya’, tapi arti ‘selesai’ ini menjadi relative karena masing – masing orang memiliki defenisi
sendiri – sendiri.
Maka kata ‘selesai’ disini bisa diartikan harus mampu membuang materi dari kelebihan
kebutuhannya, inilah yang menjadi bibit Money Politik.
Seharusnya ini menjadi baik bila hal tersebut dilakukan di kehidupan kesehariannya, jangan
mendadak.

Saya tidak seratus persen setuju bahwa masyarakat secara umum dan khususnya Samosir harus ada
TTR ( Togu Togu Ro ) baru mampu menentukan pilihannya. Hal ini terbantahkan disaat Pilpres,
Jokowi dipilih tanpa ada TTR, padahal hubungan kekeluargaan dengan Jokowi sama sekali tidak ada
selain satu Bangsa.

Saya pernah jadi guru, saya sangat paham bahwa lebih efektif mengajar murid 40 orang daripada
400 orang, artinya jangan salahkan rakyat, salahkanlah calon pemimpin yang berusaha membeli
rakyat, maka yang butuh pengajaran adalah calonnya bukan pemilihnya.
Artinya, karena ada yang mau memberi maka ada yang mau menerima, malah perkembangannya
penerima menjadi mencari pemberi, yang terbina adalah mental meminta.
Menjadi Bupati di Samosir tidak sangat dibutuhkan memiliki strata pendidikan yang tinggi, dan
undang – undangpun mengatakan begitu ( tamat SMU sederajat ), yang dibutuhkan adalah
pemahaman tentang kebutuhan mendasar dari masyarakat.

Adalah dosa yang luar biasa bila seseorang diberikan Tuhan kewenangan untuk melakukan hal yang
baik, tapi tak mau melakukannya secara maksimal, malah kewenangan tersebut dibuat menjadi
maksimal untuk kesenangan pribadi.
Pengalaman dari Pilbub sebelumnya, semua calon mengatakan sangat cinta Samosir, tetapi sesudah
kalah hilang raib entah kemana, seharusnya yang kalah membantu yang menang untuk membangun
Samosir, itulah CINTA. Artinya jangan mendadak CINTA, atau CINTA yang bersyarat.
Maka, saya harus ikut untuk menuntaskan pemikiran tentang Samosir yang membutuhkan
kewenangan yang lebih besar yaitu jadi BUPATI.
MOTTO: YA BILA YA, TIDAK BILA TIDAK
VISI : WARGA SAMOSIR MENDAPAT PELAYANAN MAKSIMAL DI SEMUA BIDANG
MISI :
1. TIDAK KORUPSI
2. DANA MENGIKUTI PROGRAM, BUKAN PROGRAM MENGIKUTI DANA
3. MENENTUKAN SKALA PRIORITAS PEMBANGUNAN YANG BERSUMBER DARI
MUSRENBANGDES YANG BERKUALITAS
4. PENINGKATAN KAPASITAS MORAL ASN DAN MEMBERIKAN PENILAIAN DAN
PENGHARGAAN KEPADA ASN DENGAN PRINSIP MERITOKRASI
PROGRAM KERJA:
1. MENUNTASKAN RT/RW KABUPATEN
2. PEMBINAAAN DESA UNTUK PEMANFAATAN DANA DESA YANG MAKSIMAL
3. MEMAKSIMALKAN PEMBANGUNAN INFRASTURKTUR JALAN, AIR BERSIH DAN IRIGASI
4. MEMFASILITASI SEGALA HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN PROGRAM PEMERINTAH
PUSAT DAN PROVINSI DENGAN MEMPERHATIKAN SECARA UTUH SOSIAL BUDAYA
MASYARAKAT
5. MERENCANAKAN WISATA MEDIS DENGAN PEMBANGUNAN FASILITAS RUMAH SAKIT YANG
BERTARAF INTERNASIONAL DENGAN JARGON ‘BILA MAU SEHAT DATANGLAH KE SAMOSIR’!
6. MEMASTIKAN PELAKSANAAN EVENT TAHUNAN OLAHRAGA INTERNASIONAL, SEPERTI
BALAP SEPEDA TOUR DE SAMOSIR
7. MEMBANGUN STADION SEPAKBOLA DI PUNCAK TERTINGGI PULAU SAMOSIR
.

Catatan: bila cita – cita ini tak tercapai, maka siapapun yang jadi Bupati Samosir tolonglah hal ini
dipertimbangkan, saya siap membantu.

(RANTO.S)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *