HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Terkait Limbah padat di PT Bukara,Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan penyelidikan dan menyegel

Terjun.Matalensa.co.id. Pasca diamankannya truk pengangkut limbah PT Bumi Karyatama Raharja (Bukara), Selasa 3 September 2019 lalu, Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumut melaksanakan penyelidikan pelanggaran pidana atas pembuangan limbah padat ke pemukiman warga tersebut.

Direktur Kriminal Khusus Polda Sumut melalui Kasubdit Tipiter AKBP Herzoni Saragih, Kamis (19/9/2019) menjelaskan, saat ini polisi telah melakukan penyegelan dengan memasang police line di lapak atau tempat penampungan limbah padat PT Bukara di area pabrik di Jalan Hamparan Perak Dusun I Pauh Kecamatan Hamparan Perak Kab. Deli Serdang.

“Kami melakukan penyelidikan, tempat penampungan limbah PT Bukara kami police line dan limbah padat nya sedang dalam pengujian laboratorium,” papar AKBP Herzoni melalui Kanit III Subdit Tipiter Kompol Wira Prayatna pada wartawan, Kamis (19/9/2019) via ponsel.

Sesuai data yang diterima wartawan melalui warga Jalan Hamparan Perak, pada tanggal 16 September 2019 lalu terlihat pembuangan limbah padat PT Bukara ke pemukiman warga masih beroperasional. Atas hal itu via sambungan Whats App Direktur Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes H Roni Samtana mengaku akan mengecek perkembangan penyelidikan ke anggotanya.

“Oh ya Bang. Coba saya cek ke anggota Kok masih beroperasi,” tulisnya dilaman Whats App menjawab konfirmasi wartawan yang mengirimkan gambar truk pengangkut limbah padat PT Bukara yang dijepret 16 September 2019 lalu.(Red-PS)


Untuk diketahui diketahui, warga Jalan Hamparan Perak dan sekitarnya amat berterima kasih pada personil Polda Sumut atas diamankannya operasional pembuangan limbah padat PT Bukara yang amat meresahkan warga.

Limbah Produksi bleaching earth sebagai bahan penjernih minyak goreng di PT Bukara disebut-sebut berbahan Bentenit, Kapur Tohor dan Asam Sulfat.

Belum diperoleh keterangan dari manajemen PT Bukara. Janji konfirmasi yang dibuat wartawan dengan manajemen beberapa kali ditolak tanpa alasan jelas.

Diberitakan sebelumnya, Kepala DLH Provinsi Sumut diwakili Kabid Pengelolaan Limbah B3 Syafrida Siregar dalam keterangannya saat di temui di ruang kerjanya, Kamis (16/5/2019) mengatakan, dirinya baru mengetahui tentang keberadaan dari PT Bukara yang berada di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang.

Dia menegaskan, perusahaan harus memiliki beberapa izin dalam melakukan kegiatan produksinya. Baik itu izin pemanfaatan bahan baku, izin penggunaan Bahan B3, Izin UKL UPL, izin AMDAL, Izin kerja sama dengan pihak ketiga serta banyak izin yang lain.

Dia juga menegaskan, PT Bukara harus melaporkan laporan triwulannya pengelolaan limbahnya ke DLH Provinsi. “Laporan itu tidak ada sampai ke DLH Provinsi Sumut,” katanya.

Dia mengaku, secepatnya dirinya bersama tim akan melakukan kunjungan ke PT Bukara untuk melakukan pemeriksaan izin-izn yang berhubungan dengan pengelolaan lingkungan hidup. “Apa bila ada pelanggaran perusahan bisa di tindak secara hukum,” tegasnya.

Dia menyarankan bagi masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat yang mengetahui detail dugaan pelanggaran lingkungan PT Bukara segera melakukan pelaporan ke DLH Sumut. “Silahkan laporkan ke kami akan ditindaklanjuti jika ada temuan pelanggarannya,” tegasnya.

Sementara, Kadis LH Kabupaten Deli Serdang Hartini mengaku, tak mengetahui detail kepatuhan PT Bukara dalam melaporkan pengelolaan lingkungan sesuai undang-undang. Dia berjanji akan mengecek ke staff nya.

Namun dijelaskannya, sesuai kajian dari Laboratorium Soecopindo, sisa produksi atau limbah padat berwarna kuning tersebut bukan Limbah B3, meski demikian PT Bukara tak memiliki hak seenaknya membuang limbah tersebut di sembarang tempat.

“Limbah padat PT Bukara bukan B3, namun jangan seenaknya membuang ke sembarang tempat. Sampah rumah tangga saja tak bisa dibuang sembarangan,” tegasnya.

Dia menyarankan manajemen PT Bukara mengedepankan 3R yang dikenal Reuse Reduce Recycle yang bermakna Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

“Sebaiknya dikedepankan 3R yakni Reuse Reduce Recycle. Misalnya sisa produksi digunakan sebagai batubata atau apalah yang sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Sumber wartawan menyebutkan, PT Bukara memproduksi Bleaching Earth untuk penjernih minyak goreng di Pasarkan untuk dalam dan luar negeri. “Hasil industri PT Bukara adalah bleaching earth bahan penjernih minyak goreng yang dipasarkan dalam dan luar negeri,” ujar sumber yang juga mantan karyawan perusahaan itu.

Disebutkan sumber, dalam produksi bahan dasar nya adalah tanah liat kering (Bentonite) asal India  dicampur Asam Sulfat (H2SO4) yang dimasak (Steam) selama 12 jam lalu dicuci (washing) dengan air dan diendapkan. Setelah itu dilakukan pemisahan bahan produksi bleaching earth dan air yang dicampur dengan kapur tohor selanjutnya dipress hingga menjadi limbah berwarna kuning dan air sisa diolah di Instalasi pengelohan air limbah.

(Rouses/Tim)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *