HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Tanah Urug Di RPK-2 Labuhanbatu Sudah Sesuai Kualitasnya?

LABUHANBATU,MATALENSA.CO.ID. Proyek pengerjaan pembangunan jalur rel Kereta Api Rantauprapat-Kota Pinang (RPK-2) diseputar kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu yang tendernya dimenangkan PT IPA dipertanyakan kualitasnya.


Pantauan wartawan dilokasi proyek, Sabtu (6/9/2019), terlihat dibeberapa titik lokasi, tanah urug yang digunakan untuk menimbun jalur rel kereta api itu yang berasal terlihat berwarna-warni, ada yang berwarna kuning keputih-putihan ada pula yang berwarna kuning kemerah-merahan.


Selain itu, disalah satu sisi jembatan yang termasuk dalam pengerjaan RPK-2 disekitar kelurahan urung kompas kecamatan Rantau Selatan, terlihat alat berat meratakan dan mengeraskan tanah yang berwarna kehitaman-hitaman dan akar dari pohon sawit masih terlihat dengan jelas keluar dari tanah yang diratakan.


Apakah kualitas tanah urug yang sudah diratakan dengan alat berat di jalur RPK-2 sudah sesuai dengan spesifikasi untuk dipergunakan atau tidak, belum diketahui.


Sayangnya, saat wartawan yang ingin konfirmasi terkait tanah urug tersebut, Arif sebagai pelaksana lapangan PT IPA tidak dapat ditemui, bahkan berkali-kali dicoba dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak menjawab."Maaf bang, Pak Arif tidak ada, tadi keluar. Nanti saya beritahukan" ujar suara seorang pria yang mengaku bernama Boimin via telepon seluler.


Salah seorang pekerja dilokasi proyek RPK-2 menyebutkan, tanah urug yang digunakan berasal dari galian c di seputar jalan H Adam Malik, persisnya di dusun Tualang kecamatan Rantau Selatan."Tanah urug itu bang dari galian c yang ada didusun Tualang" ucapnya menjawab wartawan, Sabtu (6/9/2019).


Terpisah, namun masih dihari yang sama, Junaidi Nst yang mengaku sebagai pemasok tanah urug di RPK-2 mengakui bahwa tanah urug yang dimasukkanya sudah lolos dan layak dipakai.


Junaidi juga membantah kalau galian c ditualang sempat dihentikan karena kualitas tanahnya diragukan. "Tanah urug yang berasal dari Tualang sudah mempunyai ijin dan lolos dari uji laboratorium agar dapat digunakan sebagai tanah timbun di RPK-2" ujarnya


Dijelaskannya, pada saat itu, dirinya kekurangan dump truk yang digunakan sebagai angkutan."Maklum lah bang, persaingan bisnis, waktu itu kita tidak mempunyai angkutan. Jadi terpaksa berhenti sementara" papar Junaidi.

(Andi.c.d)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *