HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Ketua SPSI PUK PKS Aektorop Perutnya Ditikam

LABUSEL,MATALENSA.CO.ID.Peristiwa berdarah kembali menyerang Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PUK PKS PTPN3 Aektorop Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Setelah kepala Moga Aprianto Panjaitan dibacok pada 3 Agustus 2019 di lokasi pabrik kelapa sawit tersebut, kini giliran Ketua SPSI PUK PKS itu, Andi Sahat Parulian Sihotang (30) yang dilukai. Andi, warga Cikampak, ditembak dan ditikam pakai pisau oleh pelaku yang sama, Minggu (22/9), di dekat gereja GKPI Cikampak/depan warung Hutagaol Jalan Torganda Cikampak Kecamatan Torgamba.


Pelaku tersebut diduga bayaran, yang belum ditangkap Polsek Torgamba Resor Labuhanbatu sejak dilaporkan korban moga Panjaitan dan SPSI PUK tersebut 4 Agustus 2019 dengan laporan pengaduan nomor: LP/55/VIII/2019/SPK.


Preman tersebut bukannya kabur entah ke mana. Ia malah semakin beringas seakan kebal hukum, menembak dan menusuk perut Ketua SPSI PUK PKS Aektorop, Andi, warga Cikampak. Pelaku disebut menggunakan pistol jenis air softgun yang diduga diperoleh dari salah seorang pimpinan DPRD Labusel.


Informasi tersebut diperoleh dari ayah kandung korban, Oloan Sihotang yang langsung menelepon wartawan SIB di Rantauprapat, Minggu (22/9) malam. Mantan anggota DPRD Labusel itu menangis mengisahkan kejadian tragis tersebut.


Ia menyebut Kapolsek Torgamba Resor Labuhanbatu harus bertanggungjawab atas peristiwa tragis ini. Sebab kejadian ini diduganya akibat ketidakmampuan Polsek Torgamba menangkap pelaku yang dilaporkan ke Polsek tersebut setelah membacok kepala anggota SPSI PUK PKS Aektorop, Moga Panjaitan 3 Agustus lalu.


"Awalnya mereka main (berkelahi), kemudian pelaku mengeluarkan pistol dan pisau yang diselip di pinggangnya sehingga anak saya takut, lalu pelaku meledakkan tembakan makanya orang-orang yang ada di warung Hutagaol itu tidak berani mendekat dan melerai, kemudian perut anak saya langsung ditusuk pelaku si ON," ungkap Oloan Sihotang.


Dia menduga pistol itu diperoleh pelaku dari seorang pimpinan DPRD Labusel, sebab diketahuinya hanya oknum dimaksud yang memiliki pistol air softgun di Cikampak. Selain itu, selama ini oknum tersebut diduga membekap pelaku dan sekompok pria bersenjata tajam yang menyerang anggota SPSI PUK PKS Aektorop pada 3 Agustus 2019.


"Inilah yang paling kita sesalkan. Kalau setelah membacok kepala anggota SPSI PUK PKS Aektorop itu pelaku ditangkap, korban tidak bertambah. Jadi, ini akibat kelalaian Polsek Torgamba yang tidak menangkap pelaku pembacokan itu sejak dilaporkan," keluh Ketua DPD LSM LINTAR (Lembaga Informasi Transparansi Arti Revormasi) Labusel itu.


Oloan meminta Kapolsek Torgamba segera menangkap pelaku, ON. Ia juga meminta Kapolsek harus bertanggungjawab karena membiarkan preman merajalela dan bertindak brutal.


Kapolsek Torgamba Resor Labuhanbatu AKP Mulyadi ketika dikonfirmasi SIB malam itu, menyebut korban telah dibawa ke Rumah Sakit Nur Aini Bloksongo Kotapinang dan pihaknya masih memburu tersangka.


"Kami belum mengambil keterangan dari korban. Saat ini korban masih di bawa ke rumah sakit Nur Aini Bloksongo, dan saat ini Polsek masih memburu tersangka," sebut AKP Mulyadi.


Kapolsek menyebut motif persoalan pelaku dengan korban belum jelas. Pihaknya juga masih menunggu pemeriksaan korban dan saksi-saksi.


"Motifnya masih belum jelas. Masih menunggu pemeriksaan korban dan saksi. Sampai saat ini korban dan saksi belum diambil keterangannya. Saat ini kita masih menerima laporan dari keluarga korban," katanya.


Kapolsek mengatakan senjata yang digunakan pelaku bukan senpi. Tetapi masih dalam lidik, termasuk apa motif masalahnya.


"Infonya senapan angin. Tapi masih belum jelas karena korban dan saksi belum ada keterangan. Masih kami lidik apa motif dan kronologisnya," sebut Mulyadi.


Namun pada Senin siang, saat Wartawan mengonfirmasi apakah tersangka telah ditangkap, Kapolsek meralat peristiwa yang telah melukai korban dan senjata yang digunakan pelaku.


"Diralat, Pak, bukan penembakan tapi perutnya ditikam pakai pisau," kata Mulyadi melalui pesan WatsApp.


Pihak korban menduga, upaya pembunuhan terhadap korban yang dilakukan pelaku, merupakan rentetan dari aksi pelaku bersama seratusan orang bersenjata klewang, parang,  pentungan besi dan kayu menyerang 10 anggota SPSI di lokasi pabrik kelapa sawit PTPN III Aektorop pada 3 Agustus lalu dan saat itu pelaku membacok kepala Moga Panjaitan. Peristiwa itu terjadi diduga karena SPSI PUK PKS Aektorop meminta upah bongkar muat seberapa rupiah pun asal jangan dinolkan, namun ditolak para pemborong pengangkutan tandan buah sawit tersebut.

(Andi.c.d)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *