HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

KELUARGA JEMPUT BUNGOLO SINURAT

SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID.
PANGURURAN - Terkait Ibu Bungolo Sinurat, Ternyata Ini Keterangan Yang Sebenarnya.

Terkait berita yang beredar beberapa hari lalu tentang Bungolo Sinurat, dapat Respon Positive dari keluarga Sinurat.
Kepada awak media, Antonius Sinurat menyampaikan kronology kehidupan Bungolo Boru Sinurat, berikut penjelasanya.

"Perlu kami sampaikan, Bahwa namboru kami ini sebenarnya bukan ditelantarkan oleh keluarganya, Namboru ini hanya miss comunication dengan adeknya. Istri kedua suaminya boru malau. Namboru  ini menikahkan suaminya dengan boru malau karena sampai di usianya dengan suaminya  75 tahun tidak dikarunia i keturunan.

Pernikahan suaminya dengan boru malau dikaruniai 2 anak laki laki. Anak pertama berumur 12 tahun (kelas 6 SD), Anak  kedua berumur 9 tahun (kelas SD), Anak pertamanya tinggal dengan kami di desa Aek nauli dan anak keduanya tinggal dengan ibu kandungnya boru malau.

 Sejak namboru ini menikahkan suaminya dengan boru malau, dia tinggal sendirian di di desa Aek nauli,  kecamatan Pangururan, kab Samosir, kadang kadang namboru ini datang kerumah kami dan tinggal bersama kami, sejak suaminya meninggal tanggal 27 mei 2019 kemaren namboru ini memutuskan untuk tinggal bersama dengan adek/madunya atau bahasa bataknya (imbangnya) boru malau di desa Huta tinggi.

Sebagai keluarga dari pihak sinurat  kami selalu memenuhi kebutuhan sehari hari namboru ini melalui imbangnya boru malau. Namboru kami ini dulu bisa dikatakan  orang berduit jaman dulu 20 tahun lalu , misalnya ternak kerbau, emas, dsbnya.

Sejak namboru ini menikahkan suaminya itulah awal kesengsaraanya. Namboru ini yang memenuhi segala kebutuhan boru malau , mulai biaya pernikahan suaminya dengan boru malau (adat nagok) dalam adat batak toba, sampai biaya persalinan dan kebutuhan sehari hari.

Jujur sebenarnya dari pihak marga sinurat sudah melarang namboru kami untuk tidak menikahkan amang boru itu (suaminya). Tapi namboru ini tekad dan harus  manikahkan suaminya demi mendapatkan keturunan. Namboru ini sebenarnya punya rumah yg layak huni di desa Huta tinggi persis di dekat jalan raya, Tempat strategis dan beberapa tapak tanah.

Disini juga perlu saya sampaikan bahwa namboru kami ini punya banyak keluarga di desa Huta tinggi (hahanggina) seakan tidak mampu mengatasi kekeruhan diantara namboru ini dengan boru malau. Maklumlah namboru kami ini memang sudah  tuarenta (ber umur 90 an). Sejak suaminya meninggal kami mengajak namboru ini untuk tinggal di desa Aek nauli, tapi namboru ini menolaknya ( dang dohot au hu aek nauli, ingananku do jabukku,  jabukku do on) katanya.

Tadi sore (27/9) kami membujuk namboru ini untuk tinggal bersama kami di desa Aek nauli dengan mengiming imingi untuk kembali lagi ke Huta tinggi dan memperbaiki rumahnya sendiri. Namboru ini memiliki 3 bersaudara  perempuan dan sudah meninggal. Namboru ini tidak memiliki saudara laki laki.
Begitulah sebenarnya riwayat singkat keluarga namboru ini.

Kami selaku keluarga mengucapkan terimakasih kepada  Polres Samosir atas uluran tangan nya kepada namboru kami. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih.
"jelas Antonius Sinurat lewat pesan Massanger pada (27/9/2019)

Saat ini Bungolo Sinurat sudah berada di rumah sanak saudaranya Sinurat di  Desa Aek Nauli, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

(RANTO.S)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *