HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

BUDAYA MEMBENTUK KEADABAN MANUSIA.

SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID.
Oleh : Drs Thomson Hutasoit
PANGURURAN - Salah satu hal paling hangat dibicarakan akhir-akhir ini ialah tergerusnya keadaban manusia ditandai munculnya karakter-karakter negatif yang sangat bertentangan dan menyimpang dari nilai-nilai luhur dan keluhuran jiwa kepribadian rakyat Nusantara ramah, sopan santun, jujur, hormat menghormati, harga menghargai, toleran, bersahabat serta bertagwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nilai-nilai itu telah mampu merajut segala jenis perbedaan, keragaman, kemajemukan atau kebhinnekaan bumi Nusantara yang memiliki pluralisme-multikultural di benua bahari.

Ragam budaya, ragam suku atau etnik, ragam agama dan kepercayaan, ragam golongan bukanlah pemisah apalagi pemecah rakyat bumi Nusantara. Bahkan sebagaimana dikatakan budayawan Radar Pancadhana, di dalam perbedaan itulah eksistensi aku dan kamu benar-benar ada, di dalam hati mu aku ada, di dalam hati ku kamu ada, karena sejatinya budaya original sesungguhnya tidak ada melainkan percampuran budaya sebagaimana konsekuensi bangsa bahari.
Dalam dunia dagang tidak dikenal perbedaan, di dunia kebudayaan tidak dikenal perbedaan, di dunia bisnis tidak dikenal perbedaan, di domain agama dan kepercayaan tidak dikenal perbedaan, di dunia hukum tak dikenal perbedaan , tetapi jika dagang, kebudayaan, bisnis, hukum, agama dipolitisasi, maka semuanya berubah menjadi pemisah, pemecah mendatangkan malapetaka amat  sangat dahsyat.

Budaya adalah pikiran; akal budi; adat istiadat; sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang (beradab, maju) ataupun sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah (KBBI, 2007). Sebagai pikiran, akal budi, adat istiadat menjadi kebiasaan sudah sukar diubah, maka budaya mewarnai karakter, hati diri serta pola pikir bagi masyarakat, bangsa bersangkutan. Dan setiap bangsa diatas dunia memiliki budaya-budaya berbeda. Karena itu pulalah aneka ragam budaya ditemukan secara spesifik di tengah masyarakat, bangsa diatas jagat raya ini. Ada budaya kolektif, ada budaya individualistis yang tentu saja tidak bisa diterapkan pukul rata di semua masyarakat maupun bangsa. Akan tetapi, jangan lupa bahwa budaya berpengaruh besar dalam pembentukan karakter mental bagi setiap individu bersangkutan.
Adat istiadat yang mengandung nilai-nilai keluhuran seperti; nilai budaya, norma, hukum, dan aturan akan membentuk keadaban manusia ditengah hubungan interaksi antar sesama maupun antara bangsa-bangsa berbeda.

Keadaban manusia dimaksud ialah ketinggian tingkat kecerdasan lahir batin; kebaikan budi pekerti (budi bahasa, dsb) yang didasari nilai-nilai keluhuran yang dibudayakan dalam perilaku hidup ditengah masyarakat, bangsa itu sendiri. Sebab, setiap penyimpangan, pelanggaran nilai budaya, norma, hukum, dan aturan yang dijujung tinggi, dihormati dan dimuliakan ditengah masyarakat, bangsa dikategorikan TINDAKAN BIADAB yang berkonsekuensi sanksi sosial amat sangat berat.

Budaya malu melakukan tindakan tak terpuji, memiliki harta kekayaan dari hasil korupsi, malu tidak bekerja, malu meminta-minta, malu berbohong, malu menguasai harta kekayaan orang lain (mencuri), malu tak berprestasi alias gagal, malu bodoh, malu berselingkuh, malu melakukan aib, malu tak beradat, malu melakukan pelanggaran hukum adalah fondasi dasar membentuk keadaban manusia paling utama dan pertama. Dan jika budaya malu ini telah tertanam dalam pikiran, hati sanubari setiap orang, maka akan terlahir manusia-manusia bersih, jujur, berani, tegas, kompeten serta berintegritas yang akan meninggikan keadaban manusia sejati.

Kekeliruan serta kesalahan fatal yang mendegradasi keadaban manusia era belakangan ini ialah kealpaan menjaga, merawat, melestarikan budaya bumi Nusantara yang sarat nilai-nilai luhur sebagaimana disarikan dalam PANCASILA  yang digali putera Sang Fajar Bung Karno 1Juni 1945 dasar negara Republik Indonesia. Bung Karno telah tegas, terang-benderang menganjurkan betapa penting fundamental pembangunan karakter bangsa (nation character building) yaitu; membangun karater bangsa sesuai nilai-nilai luhur budaya bumi Nusantara yang telah disarikan dalam PANCASILA. Setiap warga negara di Negara Kesatuan  Republik Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD RI 1945 wajib menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika agar jaminan persamaan hak dan kewajiban di depan hukum dan pemerintahan sebagaimana diamanahkan pasal 27 ayat (1) UUD RI 1945 terwujud nyata. Sebab, keadaban sejati bangsa Indonesia dalam berbangsa bernegara tercermin dari equality before the law yang menjadi parameter primer penghargaan hak asasi manusia (HAM) sekaligus memuliakan Tuhan Yang Maha Esa dalam arti riil.

Filsuf Aldoux Husley mengatakan, bahwa manusia belajar untuk berbudaya, sedangkan binatang belajar untuk besar dan kawin. Budayalah mempermuliakan keadaban manusia, karena melalui budayalah manusia mampu membedakan baik dan buruk. Keadaban manusia mempertegas ketinggian tingkat kecerdasan lahir dan batin; kebaikan budi pekerti; budi bahasa dan lain sebagainya. Budi pekerti, kesopanan akhlak, sopan santun, budi bahasa, serta karakter-karakter unggul terbentuk melalui budaya yang baik dan benar, dan inilah karakter jati diri spesifik bangsa yang memiliki peradaban tinggi.

Kembalilah ke Karakter Jati Diri bangsa sendiri.........!!! Karakter Jati Diri Bangsa Indonesia PANCASILA.
Salam NKRI........!!! MERDEKA.........!!!

(RANTO.S)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *