HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Anggaran Besar, Kantor Desa Kebun N-6 Aek Nabara hanya Bisa Diisi 3 Buah Meja

LABUHANBATU,MATALENSA.CO.ID. Diminta kepada TP4D menelusuri pengunaan APBDes Tahun 2018 Kebun N-6 Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu, pasalnya anggaran cukup besar namun kantornya cuma bisa diisi tiga buah meja.


Kantor desa yang berada di Afdeling 3 Kebun Aek Nabara Selatan berukuran sekitar 4x5 meter dan didalamya ada 3 buah meja, satu kipas angin dan beberapa kursil plastik yang disusun saling menimpa disalah satu pojok ruangan.


Padahal, aparatur desa itu terdiri dari seketaris desa, bendahara, kaur pemerintahan, kaur pembangunan dan lainnya.Sehingga beberapa kaur hanya bisa duduk manis dipojok ruangan dengan kursi plastik.


P Siregar kepala Desa kebun N-6 Aek Nabara kepada sejumlah wartawan dihalaman kantor PTPN 3 Aek Nabara Selatan menyebutkan dirinya tidak ingat berapa jumlah anggaran APBDes 2018 Kamis (5/9/2019),"Saya tidak Ingat, tetapi di tahun 2018 lalu ada anggaran untuk Bumdes yang tidak digunakan" ujarnya.


"Ditahun 2018 kita anggarkan untuk pembelian kambing sekitar Rp 350 juta, tetapi tidak direalisasikan, uang itu sekarang masuk kedalam Sisa Lebih Pengunaan Anggaran (Silpa)" paparnya.


Sedangkan anggaran lainnya digunakan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan berupa pelatihan dan lainnya, namun tidak ada untuk pembangunan phisik, jelas kades N-6 yang merangkap sebagai krani 1 di kebun PTPN 3 Aek Nabara Selatan.


Sayangnya, Kades yang juga krani 1 kebun itu tidak menjelaskan apakah anggaran APBDes itu ada dipergunakan untuk kegiatan pelatihan maupun Bimbingan tekhnis (Bimtek).


Perlu diketahui, dan sebagai pembanding APBDes N-6 Kebun Aek Nabara tahun 2018 yang belum diketahui jumlah besarannya, dapat dilihat dari APBDes itu di TA 2019 sebesar Rp 1.439.386.000.


Terpisah, Rovi pendamping desa dari Kabupaten Labuhanbatu menjawab wartawan menerangkan bahwa setiap peserta yang mengikuti pelatihan dan Bimtek didesa wajib diberi sertifikat dari lembaga resmi yang melakukan kegiatan tersebut.


"Sebagai pendamping desa, saya sudah sampaikan, penyuluhan berbeda dengan pelatihan dan bimtek, karena pelatihan dan bimtek pemberdayaan desa diatur di Permendagri no 19 tahun 2007 tentang pelatihan pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan" tegas Rovi


Dijelaskannya, apa bila pelatihan dan bimtek yang dilakukan desa menyimpang dari permendagri tersebut, dapat diduga kades terindikasi melakukan penyalahgunaan wewenang yang merugikan keuangan negara.

(Andi.c.d)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *