HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Warga Pertanyakan Siapa Kontraktor Pembangunan Titi Rambin Yang Putus

LABUHANBATU,MATALENSA.CO.ID.Tragedi jembatan rambin (jembatan gantung) di Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara yang putus, Rabu (7/8/2019) dan mengakibatkan beberapa warga dan pekerja terluka menjadi pertanyaan dan ramai diperbincangkan.


Pasalnya, jembatan rambin yang sedang dalam tahap pengerjaan pembuatan konstruksinya di atas arus Sungai Bilah itu, tidak diketahui siapa kontraktor yang mengerjakan dan dananya bersumber dari mana.


"Aneh, proyek yang diprediksi mengunakan dana milyaran rupiah itu tidak terlihat dimana plank merk proyeknya" ujar Budi warga Rantauprapat dikantin Kantor Bupati, Jumat (9/8/2019)


Budi juga mempertanyakan tindakan aparat terkait putusnya jembatan rambin tersebut, "Kemaren saya kelokasi, pekerja sudah mulai mengerjakan dan memperbaikinya" jelas Budi


Terpisah, Isa Ansari Seketaris DPC Merah Putih Labuhanbatu menyesalkan pihak kontraktor yang mengerjakan titi rambin tersebut tidak memperhatikan keamanan pengguna dan pekerjanya.


"Pekerjaan belum selesai, kenapa warga diperbolehkan melintas dan pekerjanyapun tidak dilengkapi atau tidak mengunakan Alat Pelindung Diri (APD)" tanya Ansari


Seperti yang telah dipublikasikan sebelumnya, Kepala Desa Tebing Liggahara, Solehuddin Ritonga kepada wartawan via ponsel pribadinya menerangkan, ini pengerjaan jembatan rambin yang baru. Pengganti jembatan rambin lama yang pernah putus disapu air beberapa waktu lalu


Dijelaskannya, posisi pengerjaan jembatan baru tersebut tak jauh dari lokasi jembatan yang lama dan berjarak sekitar 100-an meter.


"Lokasinya bersebelahan dengan jembatan lama. sekira 100 meter," tambahnya.


Sedangkan kronologis putusnya jembatan yang sudah mencapai progres pengerjaan 80 persen itu, dikarenakan kabel sling bawah pengikat lantai jembatan putus.


"Kabel sling lantai putus. Lantai jembatan terempas kuat ke arus sungai," ujarnya


Akibatnya, sebanyak 8 orang anak warga setempat yang saat peristiwa terjadi sedang melintas di atas jembatan itu, juga ikut terempas ke sungai. Dampaknya, dua anak mengalami luka serius. Bahkan, seorang di antaranya mengalami patah tulang tangan.


"Korban Nayla (13) dan Wahyu (12). Keduanya anak warga setempat. Seorang di antaranya patah tangan," kata Solehuddin.


Dan, kabel yang terputus tersebut juga mengenai dua pekerja pembangunan konstruksi jembatan yang telah dikerjakan lebih dua bulan terakhir. Bahkan, seorang pekerja juga mengalami patah tulang kaki.


"Para korban terpaksa dilarikan ke IGD RSUD Rantau Prapat untuk mendapat pertolongan medis," jelasnya.

(Rouses)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *