HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Rehab Ruang Kelas SMPN 3 Di Desa Meranti Kecamatan Bilah Hulu Dipertanyakan.


LABUHANBATU,MATA LENSA.CO.ID.
Proyek rehab ruang kelas di SMP Negeri 3 di desa Meranti Kecamatan Bilah Hulu dipertanyakan, pasalnya tidak terlihat papan plank proyek.Padahal papan plank proyek tersebut salah satu bagian dari pekerjaan dan dianggarkan dalam Rencana Angaran Bangunan (RAB).


Bagian atas ruang kelas seperti seng dan plapon sudah dibongkar, dinding sudah ditinggikan, sedangkan kosen jendela, pintu dan lantai yang masih mengunakan keramik masih utuh.


Jumansyah, Kepala sekolah SMPN 3 Desa Meranti Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu kepada wartawan menyebutkan bahwa papan plank merk proyek sudah dipasang, tetapi hilang diambil orang, Rabu (30/7/2019).


"Sudah saya pasang, tetapi hilang. Mungkin diambil orang saat disekolah tidak ada orang dan penjaga malam sekolah belum datang" ujarnya.


Disisi lain,Jumansyah menerangkan bahwa selama dirinya menjabat sebagai kepala sekolah sejak tahun beberapa tahun lalu sudah cukup banyak berbuat untuk kemajuan pembangunan sekolah tersebut.


"Sebelum saya disini, jaringan wifi masih lelet, sekarang mengunakan hp maupun internet sudah lancar, karena sudah dipasang jaringan wifi" paparnya.


Selain itu, sekolah ini sudah bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) berbasis komputer yang baru saja digelar dan halaman sekolah yang dahulunya miring sudah rata karena sudah ditimbun atau ditambah dan sisinya diberi penahan dari batu bata yang disemen, paparnya


"Saya memperbaiki beberapa komputer yang sudah rusak dengan biaya sekitar Rp 17 juta, sehingga dapat dipergunakan untuk UN, jangan tanya dananya dari mana" ujarnya kepada sejumlah wartawan.


Namun Kasek SMPN 3 Desa Meranti tersebut tidak menjelaskan kenapa kondisi meja kursi belajar siswa masih ada kondisinya cukup memperihatinkan dan terlihat sudah usang termakan usia, padahal jumlah siswa sekitar 315 orang.


Ada meja belajar yang sudah dimodifikasi dari triplex bekas, kursi plastik yang sandarannya sudah putus. Bahkan ada pintu ruang salah satu kelas yang sudah ditambal dengan triplex bekas sehingga tidak sedap dipandang mata.


Terpisah, Saat wartawan menyampaikan kondisi beberapa meja kursi disekolah itu yang terlihat sudah usang ke Kepala Dinas Pendidikkan Pemkab Labuhanbatu, H Sarimpunan menyebutkan, "Trims infonya, akan kami tindak lanjuti" ujarnya singkat via pesan wa.

(Andi.c.d)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *