HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

MEMBANGUN SINERGITAS DIASPORA KALDERA TOBA.

SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID.
Oleh: Drs. Thomson Hutasoit.
PANGURURAN - Putera-Puteri kawasan Kaldera Toba tersebar di perantauan (Diaspora), baik di wilayah seluruh Indonesia maupun di Luar Negeri sungguh tak terkira jumlahnya. Diaspora kawasan Kaldera Toba bahkan telah memegang posisi penting dan menentukan di berbagai bidang keahlian dan kepakaran masing-masing.

Diaspora kawasan Kaldera Toba banyak jadi politisi, praktisi, birokrasi, enterpreneurship maupun cendekiawan ternama, baik tingkat nasional maupun tingkat internasional.

Diaspora kawasan Kaldera Toba tersebut seharusnya aset maha dahsyat mendorong percepatan kemajuan pembangunan kawasan Kaldera Toba, sehingga stigma negatif "Peta Kemiskinan" tak akan pernah disandang tanah leluhur (Bona Pasogit) bangso Batak.

Akan tetapi, sungguh disayangkan dan dikesalkan, capaian prestasi Diaspora kawasan Kaldera Toba tidak berkorelasi riil dengan "kepedulian" dan semangat membangun Tano Batak asal-usul Diaspora dimana pun berada. Sehingga timbul pertanyaan besar, Apakah Diaspora kawasan Kaldera Toba telah lupa dengan tanah leluhur (Bona Pasogit) nya....???

Pertanyaan ini tidaklah terlalu subyektif tendensius, sebab apabila diperhatikan cermat dan seksama, masih beberapa orang Diaspora kawasan Kaldera Toba yang memberi perhatian serius mendorong kemajuan selama ini. Sebut saja misalnya, Jenderal Luhut Binsar Panjaitan dengan yayasan pendidikan DEL di Kabupaten Toba Samosir, Jenderal TB Silalahi dengan yayasan Soposurung di Balige, Kabupaten Toba Samosir, GM Panggabean dengan Universitas   Tapanuli Utara di Silangit Kabupaten Tapanuli Utara dan beberapa orang lainnya yang telah menanamkan investasi di Bona Pasogit. Padahal, sungguh banyak Diaspora kawasan Kaldera Toba yang seharusnya mampu menanamkan investasi untuk mendongkrak percepatan kemajuan pembangunan di tanah leluhur asal-usul Diaspora kawasan Kaldera Toba.

Jika para Diaspora kawasan Kaldera Toba tidak "holip di mata, holip di roha" atau jauh di mata jauh di hati, maka percepatan kemajuan pembangunan di kawasan Kaldera Toba tidak lah menjadi "Anak Tiri" mengingat potensi besar dimiliki Diaspora tersebut di seluruh dunia. Putera-Puteri Bona Pasogit di tanah perantauan sungguh luar biasa kepintaran, kecerdasan, kejenialan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Hal itu bisa dibuktikan dari berbagai rekam jejak (track record) capaian prestasi kinerja serta predikat prestisius Diaspora kawasan Kaldera Toba di tingkat nasional maupun tingkat internasional. Sehingga kawasan Kaldera Toba tidak layak dan pantas tertinggal dari daerah-daerah lain, apalagi menyandang predikat "Peta Kemiskinan".

Kawasan Kaldera Toba memiliki situs-situs heritage, demografi, geografi, tanaman endemik obat-obatan serta kultur budaya spesifik di atas bumi yang mengelilingi Danau Toba, danau terbesar kedua di dunia, danau vulkanik terbesar di dunia adalah sebuah kawasan "sorga harapan" bagi generasi berkelanjutan sepanjang sejarah. Bahkan hingga kini masih banyak Diaspora berkeinginan dikebumikan di Bona Pasogit di akhir hidupnya. Karena itu pula lah lirik lagu "Arga do Bona ni Pinasa di halak na bisuk marroha" sungguh menyentuh hati sanubari paling dalam sepanjang masa. "Dao pe ho nuaeng marhuta, sambulon do na hot tongtong. Sai ingot-ingot dung matua, sai ingot-ingot ma tu huta". Artinya, dimana pun Diaspora berdomisili Bona Pasogit (Bona ni Pinasa) tidak boleh lupa, dan kembali lah ke tanah leluhur.

Pengelolaan dan pengembangan Danau Toba destinasi wisata kelas dunia digelontorkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada kunjungan 29-31 Juli 2019 dengan pagu anggaran sebesar Rp 2,4 triliyun pada anggaran APBN 2020 sesungguhnya adalah "Pilot Proyek" untuk mendrive percepatan kemajuan pembangunan kawasan sekitar Kaldera Toba. Karena itu, harus juga dimaknai komprehensif paripurna instrumen pengungkit "Sinergitas Diaspora kawasan Kaldera Toba" untuk menanamkan investasi di kawasan tersebut. Sebab, sungguh tak masuk akal menggantungkan harapan pengelolaan, pengembangan kawasan Kaldera Toba kepada pemerintah semata.

Percepatan kemajuan pembangunan kawasan Kaldera Toba tanpa "Sinergitas Diaspora" adalah khayalan outopis serta mimpi seribu satu malam. Dan hampir tak ada suatu daerah menjadi daerah maju dan hebat tanpa dukungan, sokongan masyarakat beserta Diasporanya. Bahkan, kearifan budaya leluhur mengatakan, "Saribu panghail, sahalak pandangguri, dang adong na dapotan dekke". Artinya, walau seberapa banyak mempromosikan, peduli, berjuang keras mendorong percepatan kemajuan pembangunan di kawasan Kaldera Toba, bila masih ada bicara nyinyir, bersuara miring, apalagi melakukan provokasi tak masuk akal, maka semua akan sia-sia belaka. Karena itu, seluruh stakeholders, masyarakat sekitar serta Diaspora kawasan Kaldera Toba harus membangun sinergitas, dukung-mendukung, bahu-membahu, sokong-menyokong, topang-menopang, baik konsep pemikiran, finansial, spirit, dll sesuai kemampuan masing-masing. Tidak boleh saling menyalahkan, merasa diri paling hebat (pabilak-bilakhon, pamalo-malohon) serta memaksakan kehendak terhadap orang dan/atau pihak lain.

Sinergitas kawasan dengan Diaspora Kaldera Toba hendaknya didasarkan pada "Aek godang tu aek laut, Dos ni roha sibahen na saut" yakni; musyawarah-mufakat menggapai kemajuan, kemakmuran, kesejahteraan, keadilan bagi seluruh masyarakat kawasan Kaldera Toba.

Pemerintahan daerah kawasan Kaldera Toba harus segera menginisiasi terbentuknya "Jembatan Komunikasi" dengan Diaspora kawasan Kaldera Toba aset maha dahsyat percepatan kemajuan pembangunan kawasan Kaldera Toba.

Bravo Kaldera Toba.....!!!
Bravo Diaspora Kaldera Toba.....!!!
Horas Tano Batak.......!!!

Salam NKRI.......!!! MERDEKA.......!!!

(RANTO.S)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *