HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Ketua Presidium : Komitmen untuk terus memperjuangkan pemerkaran di Medan Utara


Medanutara.Matalensa.co.id - Setelah sukses melebarkan sayapnya di empat kecamatan di Medan Bagian Utara, yakni Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Deli dan Medan Belawan, kini Presidium KAAMU (Kami Aliansi Anak Medan Utara) kembali melanjutkan pergerakan bersama mahasiswa yang mengatasnamakan Kami Aliansi Mahasiswa Medan Utara (KAMMU).

Bertempat di Macan 561 Cafe Pasar II Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan Provinsi Sumatera Utara, musyawarah pembentukan pengurus KAMMU (Kami Aliansi Mahasiswa Medan Utara) dilaksanakan serta dihadiri oleh pengurus dan anggota Presidium KAAMU dan mahasiswa dari berbagai universitas, Sabtu (24/8/2019) sekira pukul 17.00 Wib.

Dalam sambutannya, ketua Presidium KAAMU, Zainudin SE menyampaikan bahwa Presidium KAAMU bersama KAMMU yang baru dibentuk akan berkomitmen untuk terus memperjuangkan pemekaran di Medan Bagian Utara, Provinsi Sumatera Utara ini.

Ia menegaskan, Presidium KAAMU dan KAMMU akan berada di barisan terdepan mengantarkan masyarakat Medan Bagian Utara yang lebih sejahtera melalui pemekaran. Sebab pemekaran adalah solusi terbaik untuk membangun Medan Bagian Utara yang lebih baik.

"Kami simpulkan bahwa Medan Bagian Utara ini dalam daerah yang tertinggal dari daerah-daerah lain yang ada di Kota Medan ini. Padahal kami melihat potensi dan sumber daya pendapatan sangat besar di Medan Bagian Utara ini," ujar Zainudin.

Dikatakannya, berdasarkan kondisi memprihatinkan di Medan Bagian Utara, tidak ada solusi lain melainkan pemekaran di kawasan Utara kota Medan.

"Masyarakat sudah memberikan kesempatan kepada pemerintah kota Medan, baik pemerintah yang saat ini maupun pemerintahan sebelumnya, untuk pembenahan di Medan Bagian Utara. Tapi ternyata hanya sebatas janji-janji tanpa ada realisasi yang nyata di masyarakat," ungkapnya.

Zainudin mengatakan tujuan pertama  Presidium KAAMU mengajak para tokoh dan seluruh elemen masyarakat guna menyatukan visi dan misi untuk pemekaran Medan Bagian Utara. Sedangkan yang kedua, setelah pemekaran itu terjadi, Presidium KAAMU meminta seluruh masyarakat mengontrol pemerintahan tersebut, sehingga tujuan untuk kesejahteraan masyarakat Medan Bagian Utara dapat tercapai.

"Kami berterima kasih kepada bapak Presiden RI Joko Widodo yang telah mewacanakan akan mencabut moratorium pemekaran sehingga memberikan peluang kepada daerah-daerah yang potensial untuk pemekaran. Kami juga berharap agar pemerintah pusat segera menanggapi adanya keinginan masyarakat untuk pemekaran wilayah Medan Bagian Utara,"  ucap Zainudin.

Saat disinggung soal polemik Pilkada tahun 2020 mendatang di Kota Medan, Zainudin menanggapi adanya polemik di masyarakat. Namun ia membantah adanya keterkaitan Presidium KAAMU dengan Pilkada tahun 2020 mendatang di Kota Medan.

"Jauh sebelum tentang Pilkada, kami sudah berdiskusi menggagas tentang pemekaran ini. Kami berpikir bukan Pilkadanya, yang kami pikirkan situasi nasionalnya yaitu tentang pemekaran Medan Bagian Utara," cetusnya.

Zainudin mengaku, kalau Pilkada itu memang harus dihadapi, menurutnya itu hanya sebuah bunga-bunga perjalanan Presidium KAAMU.

"Misi dari Presidium KAAMU hanyalah pemekaran, jadi jangan terpaku pada pilkada tapi fokuslah pada pemekarannya," sebut Zainudin sembari berharap kepada masyarakat Medan Bagian Utara untuk satukan visi bahwa pemekaran adalah suatu kebutuhan.

Sementara itu, Sekretaris Presidium KAAMU Drs. Ali Nafiah Marbun mengucapkan syukur dan terima kepada semua pihak yang telah mendukung atas terbentuknya pengurus KAAMU di empat kecamatan di Medan Bagian Utara dalam perjalanan Presidium KAAMU selama tiga bulan ini.

"Sekarang KAAMU di tingkat kecamatan sedang menghimpun para tokoh dan seluruh elemen masyarakat untuk membentuk kepengurusan di tingkat kelurahan dan lingkungan Se-Kecamatan Medan Bagian Utara," ucap Ali Nafiah Marbun.

Ia juga mengungkapkan, mahasiswa di Medan Bagian Utara sudah bersatu untuk mewujudkan pemekaran dan sudah membentuk kepengurusan dengan nama Kami Aliansi Mahasiswa Medan Utara (KAMMU).

"Alhamdulillah, selain dari mahasiswa, Insya Allah dari seniman yang berada di Medan Bagian Utara akan membentuk komunitasnya dan kami semua akan bersatu untuk mewujudkan pemekaran wilayah Medan Bagian Utara ini," ungkapnya.

Ali Nafiah mengaku bahwa masyarakat sangat mendukung dan mengapresiasi, selagi Presidium KAAMU tidak keluar dari visi dan misi pemekaran wilayah Medan Bagian Utara.

"Presidium KAAMU akan tetap menjaga amanah dari masyarakat kepada kami untuk pemekaran ini," tambah Ali Nafiah Marbun.

Dirinya berharap kepada pemerintah pusat khususnya Presiden RI Joko Widodo merespon tentang pemekaran wilayah Medan Bagian Utara.

"Kami berharap bapak Presiden RI Joko Widodo merespon pemekaran ini, karena masyarakat di empat kecamatan di Medan Bagian Utara bisa lebih layak kehidupannya bila adanya pemekaran," tandasnya.

Di kesempatan yang sama, Fachru Rozi Bayhaqqi selaku ketua KAMMU terpilih, didampingi Sekretaris Ismi Nadila Haya dan bendahara Citra Thahirah, mengatakan bahwa saat ini sudah terbentuk kepengurusan Kami Aliansi Mahasiswa Medan Utara (KAMMU) yang tergabung juga disini dari tujuh universitas di Indonesia bertujuan mewujudkan pemekaran wilayah Medan Bagian Utara.

"Bagi kawan-kawan mahasiswa baik yang berdomisili di wilayah Medan Bagian Utara maupun d daerah lainnya, mari kita bersatu mewujudkan pemekaran wilayah Medan Bagian Utara," ungkap Rozi dengan semangat.

Rozi (nama sapaan-red) juga menilai, perlunya segera diwujudkan pemekaran Medan Bagian Utara mengingat selama ini, janji-janji pemerintah kota Medan untuk membangun daerah pinggiran berupa perbaikan infrastrukur, pendidikan dan  kesehatan belum menunjukkan realisasi yang diharapkan. Begitu juga dengan konsep dasar untuk mempercepat pembangunan Medan Bagian Utara masih belum maksimal.

"Kenapa muncul wacana pemekaran? Karena masyarakat merasa pembangunan di Medan Bagian Utara jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah lainnya di Kota Medan. Membuat masyarakat Medan Bagian Utara gerah dan ingin segera memisahkan diri dari Kota Medan," ucapnya.

Menurut Rozi, ini bukan masalah setuju atau tidak dengan pemekaran. Tetapi hal ini soal pemerataan pembangunan di kawasan Medan Bagian Utara.

"Kami Aliansi Mahasiswa Medan Utara, bertujuan untuk pemekaran dan kesejahteraan masyarakat Medan Bagian Utara," tegasnya sembari berharap kepada pemerintah agar memberikan referendum untuk mewujudkan pemekaran wilayah Medan Bagian Utara.

(Rouses/JOB)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *