HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

BATHCING PLAN PT BRP,CEMARI UDARA

SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID.
PANGURURAN - Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Samosir khususnya pada proyek pembangunan Turap Kanal Tano Ponggol di Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara pada Rabu, (31/7/2019) lalu. 

Pada kunjungan tersebut,  Jokowi berharap pihak kontraktor melakukan pembangunan dengan Standar Operasional Perusahaan (SOP) secara profesional dengan tetap menjaga lingkungan. 

Namun, baru sehari kunjungan Presiden Jokowi, pihak kontraktor PT. BRP melakukan pekerjaan pengadukan semen ( bathcing Plan) dengan manual sehingga abu adukan semen dan kerikil beterbangan disekitar pemukiman penduduk dan mencemari lingkungan pada Kamis, (1/8/2019)

Tampak pekerja pengadukan semen manual yang dilakukan di halaman Distrik VII HKBP Samosir ini membuka satu persatu sak semen dan menuangkannya kedalam bucket escavator lalu menuangkannya kedalam kotak penampung tersebut dan timbulkan abu ke udara mencemarinya. 

Menanggapi hal tersebut, LSM KPPPI Samosir, R.Limbong mencemari lingkungan sehingga mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga sekitar.

"Kita melihat metode pengadukan beton tersebut tidak profesional dan melanggar SOP sehingga  berpotensi merusak lingkungan," ujar R.Limbong ketika dikonfirmasi wartawan pada Kamis, (1/8).

Dia juga menambahkan  dalam pola pengadukan beton batu pecah seharusnya menggunakan bathcing plan dengan komputerisasi sehingga adukan semen serta pasir dan kerikil tidak beterbangan mencemari udara sekitar.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi kepada PT.BRP melalui Manager Proyek Dedi Sidabutar, mengaku SOP nya seharusnya memang tidak seperti yang tampak saat ini dilokasi. 

"Dari SOP nya kita memang harus membuat semacam tenda yang dibasahin sehingga bila ada debu debu yang beterbangan itu langsung kena ke tenda dan langsung melekat," ujar Dedi Sidabutar.

Dedi berjanji akan segera memanggil supervisor dilapangan dan menanyakan kenapa SOP tersebut tidak dilakukan.

(RANTO.S)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *