HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Salah satu Ketua Ormas Kota Medan diduga melakukan kekerasan terhadap anak yatim piatu

Helvetia.Matalensa.co.id. Salah Satu Ketua Ormas berinisial ZR di duga melakukan Tindak Pidana kekerasaan terhadap Anak di bawah umur berinisial MA (9thn) ,kejadian tersebut terjadi pada hari Kamis tanggal 11 Juli 2019 sekira pukul 21.15 wib di Jalan Klambir V Gang Al Badar 6 Perumahan Madani Al Badar kelurahan Tanjung Gusta kecamatan Medan Helvetia.selasa (30/7/2019)

Informasi yang dihimpun dari nara sumber terpercaya menjelaskan Kejadian bermula saat korban MA berserta teman - temannya sedang melintas di depan rumah ZR,kemudian anak ZR yang berinisial S mengejek korban MA dan Santri lainnya dengan sebutan " *Maling .. maling.. maling*

Sehingga korban MA tidak terima dengan perkataan S seperti itu,merasa tidak terima dengan perkataan S korban MA pun spontan mengambil batu yang terletak di dekat kakinya di mana korban berdiri bersama Santri lainnya,selanjutnya korban MA melemparkan batu tersebut ke S anak dari ZR,akan tetapi lemparan batu tersebut yang di lakukan oleh korban MA sama sekali tidak mengenai tubuh S anak dari ZR,tetapi S menangis dan melaporkan kepada Orang Tuanya yakni ZR.

Setelah kejadian tersebut S memanggil Orang Tuanya ZR dan mendatangi korban MA bersama Santri lainnya, selanjutnya ZR menanyai korban MA bersama Santri lainnya" *Siapa yang melempar S anak Saya dengan batu* ", karena merasa takutnya korban dan Santri lainnya tidak ada yang menjawab perkataan dan pertanyaan ZR sebagai Orang Tua S,akan tetapi setelah di tanyai oleh ZR yang ke tiga kalinya,barulah korban MA mengakuinya.

Korban MA menjelaskan kejadian tersebut kepada ZR bahwasanya lemparan batu yang di lakukannya tidak mengenai S anak dari ZR,pengakuan MA yang di saksikan oleh Santri lainnya sempat di rekam oleh ZR,dan setelah itu Korban MA dan Santri lainnya pergi meninggalkan ZR menuju Mushola yang berada di Perumahan Al Badar tersebut.

Selanjutnya selang beberapa menit kemudian setelah Korban MA dan Santri lainnya sedang duduk - duduk di tangga Mushola tersebut,datanglah Istri dari ZR yang berinisial LEW yang menurut informasi LEW adalah seorang Tenaga Pendidik di salah satu Sekolah Menengah Pertama yang berada di Helvetia.

LEW adalah Ibu S datang dengan raut wajah berang serta marah,langsung memegang tangan kiri korban MA untuk di bawa ke rumah salah satu pengasuh korban MA yang berinisial SS yang di saksikan Santri lainnya,akan tetapi perbuatan istri ZR sempat di tahan oleh Santri - santri teman korban MA dan sempat membuat kegaduhan.

Sementara ZR yang mendengar suara istrinya yang sempat teriak - teriak,ZR langsung mendatangi asal muasal suara istrinya dan di lihatlah oleh ZR,istrinya sedang marah - marah kepada korban MA dan Santri lainnya,selanjutnya ZR berkata " *Kalian apakan istriku*",setelah berkata demikian langsung ZR memegang tangan korban MA secara paksa bersama LEW istri ZR mengatakan kepada ZR,Pengasuh Mereka SS  sedang berada di rumah tetangga Mereka berinisial MP.

Selanjutnya ZR beserta istrinya LEW membawa korban MA ke rumah salah satu pengasuh korban MA yang berinisial R akan tetapi R tidak berada di rumahnya,sehingga ZR dan istrinya pulang dan akan melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Lingkungan di mana mereka tinggal,namun pada saat ZR dan istrinya sampai di salah satu rumah warga yang berinisial MP, warga dan teman - teman korban sudah ramai dan meneriaki LEW istri ZR,sehingga LEW berkata " *Memang kalian tidak ada adapnya,seperti setan kalian,percuma kalian Tahfiz Qur'an kalian buli anak Kami,tiap Anak Saya di ganggu,tidak pernah mengganggu orang* ".tutur LEW, setelah itu LEW meninggalkan tempat tersebut.Ujar narasumber

Awak Media yang turun ke Tkp mencari informasi kebenaran cerita tersebut,dan hasilnya benar adanya dan sempat beberapa warga seputaran Perumahan mengatakan kejadian ini sering terjadi di karenakan permasalahan anaknya,seharusnya di dinginkan la dan lihat awal permasalahannya,terkadang sering juga Kami sebagai warga di luar Perumahan mendengar sering ribut juga dengan warga Perumahan,makanya Kami merasa gerah dan muak lihat Tabiat ZR,setiap ada permasalahan dengan warga Perumahan selalu saja memanggil - manggil anggotanya, karena ZR salah satu ketua Ormas dan menurut khabar - khabar burung yang beredar,warga Perumahan hampir seluruhnya sudah tidak suka dan senang bertetangga dengan ZR.tutur X salah satu warga.

Untuk kebenaran kembali informasi tersebut,awak media mencoba Konfirmasi kepada Kapolsek Medan Helvetia melalui Smartphone,dan Kapolsek membenarkan kejadian tersebut sesuai dengan Laporan Pengaduan : LP / 478 / VII / 2019 / SU.Polrestabes Medan / Polsek Medan Helvetia / Tanggal 11 Juli 2019.

(Tim)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *