HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

REGIONAL MARKETING KALDERA TOBA.

SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID.
Oleh: Drs. Thomson Hutasoit.
PANGURURAN - Kaldera Toba adalah daerah berakses ke Danau Toba yang memiliki historis ledakan Gunung Toba beberapa ratusan ribu atau jutaan tahun lalu. Kesamaan karakter masyarakat Kaldera Toba yang terkenal sebutan Masyarakat Hukum Adat (MHA) dapat dipastikan masih ada hingga saat ini. 

Masyarakat Hukum Adat (MHA) Kaldera Toba tentu harus lah dipastikan eksistensi serta perlindungan hak keperdataannya melalui peraturan daerah (Perda) sebagaimana perintah peraturan perundang-undangan sebagaimana telah penulis uraikan pada Artikel  "Pemastian Eksistensi serta Perlindungan Hak Keperdataan Masyarakat Hukum Adat (MHA)". 

Seiring dengan pemekaran kabupaten di era belakangan ini maka Kaldera Toba yang berakses ke Danau Toba terdiri dari; Kabupaten Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Samosir, Dairi, Pakpak Bharat, Karo, Simalungun, Asahan, Batu Bara menjadikan arah kebijakan daerah berbeda satu sama lain. 

Konsekuensi perbedaan kepentingan dan arah kebijakan pembangunan daerah menjadikan eksistensi Danau Toba tidak lagi salah satu daerah tujuan wisata an sich. Hal itu berakibat pada pengelolaan, pengembangan kawasan Kaldera Toba berdasarkan sudut pandang masing-masing daerah. Bagi daerah kabupaten tertentu Danau Toba dianggap perioritas pembangunan, sementara bagi kabupaten lain Danau Toba tidak perioritas dengan berbagai landasan pemikiran tertentu. Inilah nasib Danau Toba secara riil dan faktual seiring dengan kawasan Danau Toba berada di berbagai kabupaten berbeda kepentingan. 

Kawasan Kaldera Toba tentu perlu memiliki pandangan dan persepsi yang sama tentang pengembangan dan pengelolaan kawasan sebagai Destinasi Wisata agar arah kebijakan tidak bersifat parsial sesuai kepentingan daerah masing-masing. Sebab, apabila pemerintahan daerah di kawasan Kaldera Toba menonjolkan ego sektoral masing-masing, maka pengelolaan dan pengembangan Danau Toba sebagai destinasi wisata akan diwarnai tarik-menarik kepentingan alias tak pernah fokus dan komprehensif paripurna. 

Tekad kuat Pemerintahan Jokowi menjadikan Danau Toba Destinasi Wisata berkelas dunia harus disadari seluruh pemerintahan daerah di kawasan Kaldera Toba sebuah dorongan riil terbentuknya suatu kerjasama antara kabupaten membentuk "Regional.Marketing Kaldera Toba" agar kesamaan arah kebijakan sembilan (9) kabupaten berakses memprioritaskan Danau Toba destinasi wisata berkelas dunia dibelahan barat Indonesia. 

Menurut Jana Marie Mehrtens & Benjamin Abdurrahman (2007) "Pengelolaan dan Regional Marketing adalah instrumen penting dan tidak dapat disepelekan untuk pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional secara tidak langsung. Sesuai dengan desentralisasi Indonesia, inisiatif untuk tugas-tugas ini harus datang dari tingkat daerah, bukan dari tingkat provinsi ataupun tingkat nasional. 
Landasan hukum kerjasama antar daerah adalah UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya Bab IX, pasal 78, di mana dikatakan bahwa (1) Pemerintah Daerah dapat melakukan kerjasama dengan pihak lain atas dasar prinsip saling menguntungkan. Kerjasama ditetapkan oleh masing-masing Daerah terkait melalui Peraturan Daerah dan masuk dalam anggaran APBD. Selanjutnya pada UU 32 Tahun 2004 menerangkan, Daerah yang bekerjasama dapat menuangkan kesepakatan mereka melalui Surat Keputusan Bersama (SKB). Di dalam SKB dapat dituangkan pengelolaan melalui Sekretariat Bersama. Selain itu, dituangkan pula latar belakang, maksud dan tujuan kerjasama, di mana peran, fungsi dan tugas masing-masing daerah dengan mekanisme yang disepakati. Visi-Misi umum kerjasama antar daerah yang tertuang pada SKB dapat dipertegas kembali dan dijabarkan melalui program dan kegiatan bersama yang menjadi salah satu tugas penting Sekretariat Bersama (Sekber). Platform pelaksanaan teknis amanat kesepakatan regional (kesepakatan masing-masing pimpinan daerah) yang telah disetujui oleh masing-masing DPRD terkait. 
Secara umum sebab-sebab perlunya suatu kerjasama antar daerah, antara lain; Faktor Keterbatasan Daerah (Kebutuhan), Faktor Kesamaan Kepentingan, Berkembang paradigma baru di masyarakat, Menjawab kekhawatiran disintegrasi, Sinergi antar daerah,  Sebagai Pendorong". 

Jika pemerintahan daerah di Kawasan Kaldera Toba benar-benar memiliki pandangan dan persepsi yang sama tentang Danau Toba menjadi salah satu daerah destinasi wisata berkelas dunia di Indonesia, maka tidak ada alasan tidak membentuk "Regional Marketing Kaldera Toba". Sebab, perlunya kerjasama antar daerah sebagaimana diuraikan diatas adalah data, fakta, bukti empirik tervalidasi sebab-musabab kendala pengelolaan dan pengembangan Danau Toba destinasi wisata selama ini. Ego sektoral daerah melahirkan kebijakan pembangunan menjadikan Danau Toba "Ambivalen" dan tak fokus. Bahkan sangat miris dan menyedihkan, Danau Toba telah dijadikan ajang perebutan eksploitasi annual fee, perusakan lingkungan, perebutan tapal wilayah perbatasan, dll selama ini. 

Ego sektoral merasa paling berhak dan memiliki yang menimbulkan "marsigulut di imbulu ni leang-leang" sebagaimana dipantang kan leluhur kerap terjadi. Akibatnya, investasi di kawasan Kaldera Toba tidak begitu diminati para investor, baik domestik maupun internasional. 

Mindset masyarakat sekitar kawasan Kaldera Toba yang belum "Tourism Minder" perlu segera dibangun dan dibenahi agar para pelancong (turis) benar-benar memperoleh apa yang mereka kehendaki berkunjung ke Kawasan Kaldera Toba. Situs-situs sejarah peradaban, situs adat budaya Batak, keindahan panorama, tata pergaulan yang baik dan benar harus dibenahi pemerintahan daerah kawasan Kaldera Toba menuju Danau Toba Destinasi Wisata berkelas dunia. 

Regional Marketing Kaldera Toba juga akan bertugas dan berfungsi sebagai "Central Development and Tourism Information" untuk menawarkan keistimewaan dan keunggulan kawasan Kaldera Toba bagi dunia luar. 

Marilah berbenah menyambut sinar kemajuan Bona Pasogit bangso Batak yang dibawa Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) dengan membuang pola pikir dan pola tindak yang tak seharusnya dilakukan masyarakat beradat, berbudaya, beradab dan beriman. 

Bravo masyarakat Kaldera Toba.....!!!
Terima kasih Presiden Jokowi....!!!

Salam NKRI.......!!! MERDEKA......!!! 

(RANTO.S)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *