HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Aktivis Budaya Samosir Akan Bentuk Panitia,Hari Ulos

SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID.
PANGURURAN - Masih banyak orang yang belum tahu bahwa setiap tahunnya tanggal 17 Oktober diperingati sebagai Hari Ulos Nasional.

Peringatan ini didasarkan atas keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meresmikan ulos sebagai warisan budaya tak benda nasional pada tanggal yang sama tahun lalu.

Untuk tahun ini, Hari Ulos Nasional kembali diperingati baik di Jakarta maupun di berbagai wilayah di Sumatera Utara khususnya di Kabupaten Samosir.

Rencana tersebut disampaikan Efendy Naibaho bersama beberapa aktivis budaya Samosir, Jumat, (19/7/2019) di Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

"Sebagai bentuk kebanggaan kita kepada ulos yang merupakan warisan budaya batak non benda, saya mengundang kawan kawan pencinta budaya untuk dapat hadir pada rapat pembentukan panitia Peringatan Hari Ulos Nasional di Kabupaten Samosir, " ujar Efendy Naibaho.

Menurutnya, pertemuan pembentukan Panitia Peringati Hari Ulos Nasional untuk tingkat Kabupaten Samosir akan diadakan pada Senin, (22/7/2019) di Loby Pantai Hotel Dainang, Pangururan, Samosir.

Peringatan Hari Ulos Nasional di Kabupaten Samosir diharapkan dapat menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan meriah yang digelar dibeberapa lokasi seperti hotel dan gedung pemerintahan.
Ada juga fashion show ulos disepanjang jalan ibu kota kabupaten dengan menampilkan kreasi ulos yang diperagakan oleh model-model naposobulung Samosir.

Pada Peringatan Hari Ulos Nasional nanti juga diharapkan hadir para pemangku kepentingan di Samosir maupun nasional, juga budayawan, maupun pengamat, serta pemerhati dan desainer busana.

“Indonesia khususnya Kabupaten Samosir merupakan negara yang sangat kaya akan keberagaman budaya dan Ulos merupakan warisan nenek moyang orang Batak. Ulos telah dipakaikan kepada masyarakat batak dari mulai dia lahir sampai meninggal dunia. Sudah menjadi kewajiban kita untuk melestarikan ulos, " ujar Efendy Naibaho yang didampingi Fernando Sitanggang, Ranto Limbong, Arjuna Bakara.

(RANTO.S)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *