HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Acara Pembersihan Begu Ganjang Didesa Selat Besar, Warga Minta Uangnya Dikembalikan.

LABUHANBATU,MATALENSA.CO.ID.Ratusan warga dusun Kampung Pelita Desa Selat Besar kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu ramai-ramai menyaksikan acara pembersihan begu ganjang disamping rumah Fredy Siburian kepala dusun setempat.



Entah siapa yang pertama kali yang menyebutkan dan memprakarsai acara pembersihan begu ganjang tersebut, tetapi dari berbagai sumber yang didapat wartawan dilokasi kejadian menyebutkan, beredarnya isu ada begu ganjang disebabkan adanya warga meninggal disebabkan penyakit yang menurut mereka tidak wajar.


Seperti yang dikatakan Hasibuan warga setempat kepada wartawan dilokasi kejadian, Sabtu (27/7/2019),"Didusun ini, banyak warga yang sakit dan meninggal dunia serta sering terjadi lakalantas" ujar Hasibuan 


Dijelaskannya lagi, warga dusun ini tidak menuding siapa pemilik begu ganjang, hanya ingin membuktikan kebenaran adanya isu tersebut dengan mengundang beberapa orang paranormal atau dukun dari luar daerah.


Anehnya, saat paranormal dari kota Tebing Tinggi Sumatera Utara yang dibayar Rp 45 juta saat melakukan pembersihan tidak dapat membuktikan adanya begu ganjang.


Malah Paranormal yang disebut-sebut saat itu sedang kerasukan dan entah roh siapa yang merasukinya dengan yakinnya menghunjuk sebuah rumah dan melakukan pembersihan dengan menyemburkan air dari dalam botol air kemasan yang entah berasal dari mana keempat arah mata angin.


Hampir saja terjadi insiden kekerasan saat itu, namun karena acara tersebut diikuti dan dipantau polisi dari Polres Labuhanbatu yang dikomandoi langsung Kapolres dan jajarannya, bisa dicegah dan berlangsung kondusif.


"Ini yang kau sebut begu ganjang, kulaporkan kau ya" ucap warga pemilik rumah sambil menumpahkan isi tas kresek yang berisi paku payung untuk seng dari atas plafon rumahnya.


Melihat itu, Kapolres Labuhanbatu dengan sigap naik keatas plafon dan menenangkan pemilik rumah yang sudah emosi, kemudian mengambil ponselnya dan mengambil beberapa fhoto diatas plafon teras warga tersebut.


Walau terlihat lelah menjaga Kamtibmas diprosesi pembersihan begu ganjang di desa Selat Besar karena sejak pagi sampai menjelang malam tanpa istirahat, AKBP Frido Situmorang SH tetap tersenyum menjawab berbagai pertanyaan masyarakat.


Fredy Siburian kepala dusun setempat kepada wartawan disela-sela acara itu mengatakan bahwa dana untuk membayar para normal Rp 45 juta berasal dari warga setempat yang dikutip dengan pemberian bervariasi.


"Ada yang memberi Rp 300-500 ribu, bervariasi, tetapi saya tidak tahu yang siapa yang mengumpulkannya dan yang mengundang paranormal" ujarnya menjawab wartawan.


Diakhir prosesi, warga setempat meminta bantuan pihak kepolisian agar uang yang sudah dikumpulkan dari enam Serikat Tolong Menolong (STM) untuk membayar paranormal dari sekitar 200 warga agar dikembalikan kepada mereka.


"Tidak terbukti kerja dukunnya, pulangkan la uang kami itu" ujar warga diakhir acara tersebut.

(Andi.c.d)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *