HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

KELOMPOK TANI SAMOSIR LAKUKAN AKSI TOLAK PERUSAK HUTAN


SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID.
PANGURURAN - Banjir bandang telah menerjang dan meluluhlantakan 5 (lima) rumah di Ransang Bosi Desa Buntu Mauli, Kecamatan Sitiotio Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara pada Jumat,(3/5/2019)


Akibat Banjir Bandang ini, satu orang ditemukan tewas dan dua jembatan putus di Desa Buntu Mauli, Kecamatan Sitiotio sehingga akses jalan kabupaten disekitar Kecamatan Sitiotio putus dan tidak bisa dilalui. Bahkan sampai Minggu malam, (4/5/2019), aliran listrik putus kelokasi bencana sehingga suasana malam semakin mencekam pasca bencana ditambah hujan deras yang tak kunjung reda.

Sebelumnya, pada Kamis (21/3/2019) sekitar pukul 16.00 WIB di Sianjurmula, kejadian banjir bandang juga merusak 5 (lima) hektar lahan atau areal pertanian di tiga desa, yakni Desa Sarimarrihit, Desa Habeahan Naburahan, dan Desa Aek Sipitudai, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir.

Menyikapi rentetan kejadian bencana alam tersebut, petani Samosir yang tergabung dalam STKS (Serikat Tani  Kabupaten Samosir) bersama beberapa elemen melakukan aksi damai untuk menyampaikan keprihatinan serta beberapa dugaan penyebab bencana banjir bandang di Sitiotio yang telah terjadi sebanyak 3 (tiga) kali yaitu pada tahun 1994, tahun 2010 serta tanggal 3 Mei 2019 lalu.

Selain melakukan Aksi Damai dan Keprihatinan serta beberapa orasi, aksi ini juga  memberikan selebaran-selebaran yang merupakan edukasi dan pencerahan kepada rakyat Samosir tentang kerusakan yang telah terjadi dengan hutan dan lingkungan di seluruh Kabupaten Samosir.

Pernyataan keprihatinan itu disampaikan Ketua STKS Samosir, Esbon Siringoringo kepada matalensa.co.id setelah melakukan aksi damai Rabu (8/05/19) di simpang empat PANGURURAN.

"Benar, kita melakukan aksi damai berupa Aksi Damai dan Orasi serta memberikan Petisi Tolak Pengrusakan Hutan dan Lingkungan diseluruh Kabupaten Samosir. Hal ini terjadi karena eksploitasi hutan di wilayah daerah tangkapan air selama bertahun-tahun baik secara Legal maupun Ilegal dan kini mengancam kelestarian Danau Toba,salah satu di antaranya menyebabkan pasokan air terganggu, hutan tidak lagi mampu menyerap maupun menyimpan air," ujar Esbon Siringoringo.

Menurutnya, akibat pengrusakan hutan dan lingkungan ini menjadi sebuah keresahan bagi petani yang tinggal, hidup dan bekerja disekitaran sumber air. Petani merasa dirinya terancam saat bertani, rusaknya lahan pertanian yang merupakan satu-satunya sumber ekonomi dan hilangnya sumber penghidupan yang selaras dengan alam.

"Karenanya,untuk mencegah terjadinya bencana alam susulan di kabupaten yang kita cinta ini., pengrusakan hutan yang telah terjadi baik oleh perusahaan Ilegal loging maupun Legal Loging seperti PT. TPL dan perusahaan perorangan lainnya harus segera ditutup," pungkas Esbon Siringoringo.

Menurutnya, aksi damai Petisi Tolak Pengrusakan Hutan dan Lingkungan di Samosir ini akan dilakukan secara berkesinambungan

Peserta aksi terdiri dari beberapa elemen seperti Serikat Tani Kabupaten Samosir (STKS),Komunitas Samosir Green, KSPPM dan IWO Samosir.

(RANTO.S)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *