HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

SIKAT HABIS POLITIK BUSUK.

SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID.
PANGURURAN - Pemilihan umum (Pemilu) Pilpres, Pileg Serentak 2019 kini telah memasuki pemungutan suara di Luar Negeri, dan hari Rabu, 17 April 2019 akan dilaksanakan di seluruh wilayah tanah air Negara Republik Indonesia untuk memilih calon-calon pemimpin terbaik mengemban amanah kepercayaan rakyat lima tahun ke depan.

Tahapan Pilpres, Pileg 2019 kurang lebih tujuh bulan telah menguras energi bangsa, baik waktu maupun finansial sangat luar biasa. Hal itu, tentu tidak boleh terbuang sia-sia atau percuma akibat ternoda ulah segelintir orang dan/atau pihak ambisius berkuasa menghalalkan segala cara meraih nafsu birahinya.

Pilpres, Pileg 2019 yang seharusnya pesta demokrasi penuh kegembiraan, kesenangan, kebahagiaan serta wadah pendidikan politik rakyat dalam berdemokrasi tidak boleh diselewengkan jadi ajang politik kumuh, kotor tanpa keadaban yang menciderai demokrasi sedang dibangun di republik ini.

Praktek-praktek politik kotor, kumuh tak beradab menghalalkan segala cara harus "disikat habis" seperti; ujaran kebencian, fitnah, hoax atau kebohongan, hasut, hujat, adu domba, provokasi, agitasi, kampanye hitam menyerang kandidat lain sebagaimana kerap terlihat di masa-masa tahapan kampanye lalu.

Masa kampanye telah berlalu, kini memasuki tahapan krusial dan penting akhir pemungutan serta penghitungan suara untuk menentukan pemenang Pilpres, perolehan kursi partai politik dan/atau calon legislatif (DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota) lima tahun ke depan.

Bayang-bayang ketakutan ketidakterpilihan kandidat telah mendorong kandidat haus kuasa menghalalkan segala cara meraih kemenangan kontestasi.

Politik kotor, kumuh tak beradab seperti politik uang (money politics), menggunakan rumah-rumah ibadah, dapur umum memobilisasi massa untuk memenangkan kandidat tertentu kini mulai gencar dilakukan harus segera "Disikat Habis" untuk menjamin kondusivitas aman, nyaman dan terkendali.

Politik uang (money politics) telah menyeret kandidat partai politik ataupun Paslon Capres/Cawapres tertentu sebagaimana diberitakan media massa, baik media mainstrem maupun media sosial (Medsos) di tiga (3) hari menjelang pelaksanaan pemungutan suara 17 April 2019 tidak boleh terulang kembali.

Penangkapan politik uang (money politics) oleh Aparat Kepolisian Republik Indonesia terhadap caleg partai politik tertentu mengkonfirmasi Pilpres, Pileg 2019 belum terbebas dari praktek-praktek politik kotor, kumuh tak beradab di negeri ini. Bahkan, kebiasaan buruk seperti itu tidak mustahil melibatkan oknum-oknum nakal dan tak bertanggungjawab di lembaga penyelenggara Pemilu (KPU, KPUD, BAWASLU, PANWASLU, PANWASLIH) yang seharusnya menjaga, menjamin Pemilu jujur, bersih, adil dan langsung agar hak pilih rakyat tidak dibajak politisi-politisi haus kuasa secara melawan hukum.

Dalam situasi kondisi krusial seperti itulah penegakan hukum tegas dan keras "Sikat Habis Politik Kotor" wajib hukumnya dilaksanakan tanpa pilih bulu agar Pilpres, Pileg 2019 benar-benar mampu menghadirkan pemimpin-pemimpin berkualitas, kompeten, profesional, jujur, bersih dan berintegritas.

Karena itu, aparat penegak hukum Kepolisian RI, Kejaksaan RI, Bawaslu, Panwaslu, Panwaslih, dan TNI mengambil tindakan antisipatif terhadap potensi kecurangan-kecurangan Pilpres, Pileg 2019.

Kepolisian RI dan TNI selaku pelaksana politik negara sudah harus memetakan dini potensi situasi rawan, dan mempersiapkan matang cipta kondisi untuk menjamin pelaksanaan Pilpres, Pileg 2019 aman, nyaman dan kondusif  agar rakyat tidak dibayangi rasa ketakutan menyalurkan hak pilihnya.

Kepolisian RI dan TNI harus menindak tegas dan keras siapa pun yang mencoba-coba mengusik, menggangu pesta demokrasi rakyat memilih pemimpinnya.

Publik yakin dan percaya kemampuan profesional Kepolisian RI dan TNI menciptakan situasi kondusif, aman, nyaman, dan terkendali sehingga Pilpres, Pileg Serentak 2019 agenda sekali lima tahun diamanahkan konstitusi berjalan lancar tanpa riak-riak apapun.

Sukses Pilpres, Pileg Serentak 2019 harus disadari paripurna seluruh anak negeri parameter riil kemampuan berdemokrasi bangsa Indonesia di mata dunia internasional.

Oleh sebab itu, seluruh anak bangsa harus menjadikan Pilpres, Pileg Serentak 2019 pesta demokrasi rakyat penuh kesantunan, keadaban membawa kegembiraan, kesenangan, kebahagiaan bagi seluruh rakyat, tanpa kecuali.

Selamat berdemokrasi beradat dan beradab.

Bravo Kepolisian RI......!!!
Bravo TNI........!!!
Bravo Indonesia......!!!


Salam NKRI......!!! MERDEKA......!!!

Penulis ; Drs. Thomson Hutasoit.

(RANTO.S)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *