HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

PRESTASI JOKOWI-JK DIPUSARAN WARISAN RANJAU POLITIK.

SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID.
PANGURURAN - Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-HM. Jusuf Kalla (JK) dilantik 20 Oktober 2014 sungguh hebat dan luar biasa dalam sejarah perpolitikan Indonesia sepanjang masa.

Jokowi-JK adalah pasangan presiden/wakil presiden mampu mengukir prestasi spektakuler dibawah tekanan politik gedung Senayan (DPR RI, DPD RI) diawal menjalankan roda pemerintahan akibat "Warisan Ranjau Politik" dari pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) sehingga Jokowi-JK harus terkuras enerji menyelesaikan karut-marut politik kurang lebih satu setengah (1,5) tahun merebut dukungan parlemen mewujudkan Visi-Misi, Ide, Gagasan, Program akan dijalankan.

Sebagaimana publik tau, konfigurasi peta politik Pilpres 2014, Koalisi partai politik pengusung/pendukung capres/cawapres 01 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) memiliki mayoritas kursi DPR RI sebanyak 353 kursi.
Koalisi Merah Putih (KMP) terdiri dari Partai Gerindra 73 kursi, Partai Golkar 91 kursi, PKS 40 kursi, PPP 39 kursi, PAN 49 kursi, Partai Demokrat 61 kursi, sehingga total kursi DPR RI kubu KMP sebanyak 353 kursi.
Sedangkan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pengusung/pendukung capres/cawapres 02 Jokowi-JK, terdiri dari PDI-Perjuangan 109, P. Nasdem 33 kursi, PKB 47 kursi, P. Hanura 16 kursi, sehingga total kursi kubu KIH di DPR RI minoritas sebanyak 207 kursi.

Konfigurasi kursi minoritas DPR RI pengusung/pendukung pemerintahan Jokowi-JK di Gedung Senayan akan memasung dan membelenggu pemerintahan Jokowi-JK merealisasi visi-misi, ide, gagasan, program yang telah dituangkan dalam NAWACITA. Sebab, tanpa dukungan penuh politik DPR RI yang mempunyai hak legislasi, hak budgeting, hak pengawasan eksekutif (presiden) mustahil berlari dengan kencang.

Koalisi Merah Putih (KMP) di injury time pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono (SBY)-Budiono telah mengajukan R-APBN 2015  pada tanggal 15 Agustus 2014, dan ditetapkan DPR RI tanggal 14 Oktober 2014 enam (6) hari sebelum pelantikan Jokowi-JK dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2014. Sehingga APBN 2015 adalah APBN transisi yang belum mencerminkan Visi-Misi NAWACITA. Hal itu, menjadi problem berat bagi Jokowi-JK yang hanya didukung minoritas kursi parlemen. Artinya, APBN 2015 masih produk pemerintahan SBY-Budiono didukung KMP yang notabene rivalitas Jokowi-JK di Pilpres 2014.

Di injury time pemerintahan SBY-Budiono telah pula meninggalkan "Ranjau Politik" yaitu dua produk undang-undang, antara lain; UU MD3 No. 17 tahun 2014 tentang kedudukan DPR, DPD, DPRD yang "mengkudeta" PDI-Perjuangan menduduki kursi Ketua DPR RI dan Alat Kelengkapan DPR RI selaku pemenang pertama Pileg 2014. Padahal, pada Pileg 2009 Ketua DPR RI otomatis diduduki Partai Demokrat selaku pemenang Pileg 2009.
Ranjau politik kedua ialah UU No. 22 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah Tidak Langsung yang menimbulkan protes keras publik. Dan selanjutnya SBY menerbitkan PERPPU No. 1tahun 2014 mencabut UU No. 22/2014 yang telah menimbulkan kehebohan politik di negeri ini.

Inilah data, fakta, bukti empirik tervalidasi betapa berat, sulit dan peliknya karut-marut politik dihadapi Jokowi-JK diawal pemerintahannya yang tidak dimengerti, dipahami publik komprehensif paripurna.

Suksesi tampuk pemerintahan dari SBY ke Jokowi walau tampak sejuk dan seperti terjadi tradisi baru SBY menerima Jokowi di Istana Presiden adalah sebuah "kepalsuan belaka". Karena SBY tidak benar-benar membangun tradisi baru suksesi (pergantian) presiden dengan mulus. Malah mewariskan "Ranjau Politik" seperti diuraikan sebelumnya.

Jokowi mantan Walikota Surakarta-Solo, Gubernur DKI Jakarta adalah "grand master catur politik" didampingi politisi kawakan HM. Jusuf Kalla (JK) mantan Wapres SBY 2004-2009, mantan Ketua Umum Partai Golkar mampu menjinakkan dan menundukkan "kebinalan" Koalisi Merah Putih (KMP) dengan langkah kuda mematikan hingga Koalisi Merah Putih (KMP) bubar total tahun 2016.

Langkah jitu Sang Grand Master Jokowi-JK dimulai bergabungnya PPP (39 kursi) bulan Oktober 2014, disusul PAN (49 kursi) 3 September 2025,  selanjutnya Partai Golkar (91 kursi) 25 Januari 2016 sekaligus resmi keluar dari KAMP 17 Mei 2016 menjadikan Koalisi Pemerintahan Jokowi-JK mayoritas parlemen 384 kursi (68, 57%). Dengan demikian Partai oposisi pemerintahan Jokowi-JK hanya tinggal Partai Gerindra (73 kursi), PKS (40 kursi), Partai Demokrat (61 kursi) setara dengan 174 kursi.

Perubahan konfigurasi kekuatan parlemen di Senayan mendukung pemerintahan Jokowi-JK barulah sejak bulan Januari 2016. Sehingga capaian kinerja Presiden Jokowi-Wakil Presiden HM..Jusuf Kalla (JK) barulah 3,5 tahun hingga saat ini.

Periode pemerintahan Jokowi-JK benar sudah berjalan 4,5 tahun. Tapi, kerja efektif barulah 3,5 tahun, sebab satu tahun pertama masih menyelesaikan "Warisan Ranjau Politik" SBY-Budiono sebagaimana dijelaskan diatas.

APBN benar-benar ditelorkan pemerintahan Jokowi-JK barulah APBN 2016, APBN 2017, APBN 2018 sehingga harus dimengerti, dipahami, betapa hebatnya kecerdasan, kejenialan Jokowi-JK mengelola pemerintahan pro rakyat memberi jaring pengaman sosial (social seftynet ) seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), pemberian sertifikat tanah gratis untuk rakyat, dll.

Pembangunan infrastruktur masif di seluruh wilayah Indonesia sejak dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote selama 3,5 tahun didukung kekuatan mayoritas parlemen Senayan adalah data, fakta, bukti empirik tervalidasi tak terbantahkan oleh siapa pun di republik ini.

Rakyat harus pintar dan cerdas mengerti, memahami tuduhan-tuduhan tak masuk akal dari politik kebohongan politisi sontoloyo yang menyesatkan publik terutama di tahun politik Pilpres, Pileg 2019 ini.

Inilah potret politik nasional yang perlu diketahui, dipahami agar jernih, jujur mengakui prestasi kinerja spektakuler Jokowi-JK selama memimpin Indonesia.

Hentikan kebohongan, penyesatan publik.

Optimis Indonesia Maju bukan isapan jempol dan pepesan kosong. Masih bekerja efektif 3,5 tahun telah mengubah wajah buram Ibu Pertiwi Indonesia ceria dan punya harapan hari esok lebih baik, konon lagi satu periode lagi Jokowi menahkodai republik ini PASTI OPTIMIS INDONESIA MAJU, INDONESIA HEBAT, INDONESIA ADIDAYA akan kenyataan.


Salam NKRI.....!!! MERDEKA......!!!

Penulis : Drs. Thomson Hutasoit.

(RANTO.S)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *