HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

JOKOWI SANG PENDOBRAK ELITE POLITIK.

SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID.
PANGURURAN - Dalam berbagai kesempatan kampanye Prabowo Subianto sering mengucapkan kata-kata berang terhadap elite politik di Jakarta. Bahkan, Prabowo Subianto menuduh para elite politik itulah sumber kehancuran bangsa, korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), menguasai lahan, hutan, tambang dan sumber kekayaan negara lainnya. Tuduhan itu seperti peluru kesasar ditembakkan seorang "prajurit" belum mahir membidik sasaran. Sehingga menyasar orang tak bersalah, bernoda dan berdosa.

Pertanyaannya, Siapa sebenarnya elite politik yang dimaksud Prabowo Subianto....???

Yang jelas bukan Joko Widodo (Jokowi) elite politik dimaksud Prabowo Subianto. Sebab, Jokowi:
1. Bukan Ketua Umum/Presiden Partai Politik.
2. Bukan Penguasa masa Orde Baru (Orba).
3. Bukan menantu Soeharto, keluarga, kerabat, maupun kroni-kroninya.
4. Bukan keturunan konglomerat, pemilik lahan ratusan ribu hektar.
5. Bukan keturunan bangsawan tersohor dan terkenal.
6. Bukan trah penguasa di masa lalu.
7. Bukan lulusan Universitas ternama Luar Negeri, dll.

Jokowi anak seorang Tukang Kayu, tinggal di pinggiran/bantaran sungai (kali), mengalami penggusuran, pindah sewa rumah berkali-kali, hidup sangat sederhana, merasakan pahit getir penderitaan seperti dialami  rakyat pada umumnya. Jokowi benar-benar potret wajah rakyat miskin, rakyat marjinal (Marhaen) berjuang mendapatkan keadilan di Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD RI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika.

Jokowi lahir dari rahim rakyat miskin, marjinal (Marhaen) meniti karier politik Walikota Surakarta-Solo, selanjutnya Gubernur DKI Jakarta, dan puncak karier Presiden RI Ketujuh sejatinya didorong spirit optimisme dan Takdir Tuhan Yang Maha Esa mendobrak kemapanan elite-elite, trah politik sebagaimana tuduhan "peluru nyasar" Prabowo Subianto di ruang publik.

Seorang anak Tukang Kayu, berasal dari bantaran kali di Kota Solo mampu menaklukkan kemapanan, kesombongan elite-elite di Ibu Kota Negara Jakarta membuat elite politik Jakarta terkejut dan tak percaya. Tradisi suksesi trah politik dan berasal dari keluarga konglomerat, pemilik imperium kapital ditaklukkan "anak kampung" dari bantaran sungai (kali) jadi orang nomor satu (1) di republik ini. Inilah yang membuat para paranoid  tak pernah menerima kenyataan datangnya Jokowi Sang Pendobrak Kemapanan di era milenia ini.

Karakter mulia sederhana, bersahaja, bersih, jujur, berani, kompeten, profesional, berprestasi, beriman, berintegritas serta merakyat tertanam dan terpatri di dalam diri Jokowi telah menjadikan sosok istimewa bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jokowi mengabdikan jiwa dan raga demi bangsa dan negara tanpa basa-basi ataupun membangun penciteraan diri sebagaimana tuduhan, fitnah lawan politiknya selama ini.

Kekuasaan tidak mengubah hubungan komunikasinya terhadap rakyat dengan status sosial apapun. Bahkan, Tukang Pangkas, Tukang Jahit langganannya ketika Walikota Surakarta-Solo tetap dipertahankan walau telah jadi orang nomor satu (1) atau presiden di negeri ini.

Jokowi sesungguhnya adalah "simbol" perjuangan rakyat miskin, rakyat marjinal (Marhaen) mendobrak keangkuhan, kesombongan, kepongahan kemapanan elite politik yang menarDENGAN memperkuat pemberantasan korupsi memberi dukungan penuh terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta membentuk sikat bersih pungutan liar (Siber Pungli) agar penyelenggara bersih, bebas dari korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) sebagaimana diamanatkan konstitusi.

Sakralitas jabatan kekuasaan paradigma pemerintahan "Pangreh Praja (dilayani) direvolusi total ke paradigma pemerintahan "Pamong Praja (pelayan, parhobas)" untuk mengembalikan fungsi dan peran penyelenggara negara melayani rakyat selaku pemegang kedaulatan di republik ini. Hal inilah membuat segelintir orang pengkultus kekuasaan terperanjat dan terkejut terhadap Jokowi Sang Pendobrak Kemapanan.

Anak desa bantaran sungai (kali) lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gaja Mada (UGM) berkaliber dunia telah menjungkirbalikkan kesombongan, keangkuhan lulusan Luar Negeri merasa diri paling hebat, tanpa bukti prestasi kinerja terbukti dan teruji bagi Nusa dan Bangsa.

Ir. Soekarno atau Bung Karno, Ir. Joko Widodo (Jokowi) adalah dua presiden lulusan universitas Dalam Negeri paling disegani di dunia internasional.

Bung Karno, Bung Jokowi Sang Pendobrak Kemapanan Elite Politik membangun Optimisme Indonesia Maju.

Bung Karno mengusir penjajah kolonial merebut kemerdekaan bangsa Indonesia de facto dan de jure jembatan emas menuju masyarakat adil, makmur dan sejahtera.

Bung Jokowi merebut gunung emas PT. Freeport Indonesia kepangkuan Ibu Pertiwi Indonesia telah dijual obral pemerintahan orde baru (Orba) rezim Soeharto ke pihak asing. Merebut kembali aset negara dari pihak asing seperti; Blok Mahakam, Blok Rokan, membubarkan Mafia Petral, menjaga kedaulatan maritim, kedaulatan darat, kedaulatan udara serta memberantas kemiskinan dan kebodohan dari bumi Indonesia. Kemiskinan, kebodohan sistemik dilahirkan elite politik korup kini mendapat perlawanan keras Jokowi Sang Pendobrak Kemapanan Elite Politik, karena Jokowi hanya mau lahirnya KEADILAN BAGI SELURUH RAKYAT di negeri ini.

Musuh bangsa adalah kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, diskriminasi, serta pelanggaran hak asasi manusia (HAM) agar anak-anak bangsa merdeka sesungguhnya.

JOKOWI BUKANLAH ELITE POLITIK.
JOKOWI SANG PENDOBRAK KEMAPANAN ELITE POLITIK DATANG DARI SURAKARTA-SOLO KE JAKARTA MEMIMPIN BANGSA OPTIMIS INDONESIA MAJU.

BRAVO SANG PENDOBRAK KEMAPANAN ELITE POLITIK.

Salam NKRI........!!! MERDEKA.......!!!

Penulis : Drs. Thomson Hutasoit.

(RANTO.S)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *