HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

ANOMALI POLITIK PEMILU SERENTAK 2019.

SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID.
PANGURURAN - Sejarah perpolitikan Indonesia memasuki wajah baru yakni pemilihan umum (Pemilu) Serentak, Pilpres, Pileg 17 April 2019.

Pilpres, Pileg Serentak 2019 telah membelah partai politik kedalam dua kubu Koalisi Partai yakni; Capres/Cawapres No. #01 Joko Widodo (Jokowi)-KH. Ma'ruf Amin diusung/didukung PDI-Perjuangan (PDI-P), Partai Nasdem, Partai Golkar, PKB, PPP, Partai Hanura, PKP-Indonesia,  PSI, Perindo, PBB. Sedangkan Capres/Cawapres No. 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Solahudin Uno diusung/didukung Koalisi Partai yakni; Partai Gerinda, PKS, PAN, Partai Demokrat, Partai Berkarya, Partai Garuda.

Koalisi Partai pengusung/pendukung terlepas dari kesamaan platform politik atau tidak partai-partai tersebut secara fatsun politik wajib mendukung dan memilih Capres/Cawapres diusung/didukung pada Pilpres 17 April 2019. Karena menurut fatsun politik garis keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai politik wajib hukumnya dilaksanakan hingga jajaran struktur pimpinan terendah. Dan apabila garis keputusan DPP dilanggar diberi sanksi sesuai AD/ART dan peraturan partai telah ditetapkan.
Inilah fatsun politik pada umumnya.

Akan tetapi, Pilpres, Pileg Serentak 2019 dengan dua Paslon Capres/Cawapres diusung/didukung Koalisi Partai Politik telah membuyarkan fatsun politik pada partai-partai politik seperti; PAN, Partai Demokrat, PKS, bahkan Partai Gerindra sendiri, baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi mendukung Capres/Cawapres Jokowi-KH. Ma'ruf Amin #01 diberbagai daerah tertentu.
Dukungan berbeda dan berlawanan calon legislatif (DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota) serta Pengurus daerah Provinsi, Kabupaten/Kota dengan keputusan garis politik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang mengusung/mendukung Capres/Cawapres 02 Prabowo-Sandi merusak soliditas koalisi partai politik tersebut.

Faktor figur Jokowi bersih, jujur, berani, kompeten, profesional, berprestasi, berintegritas dan merakyat terbukti, teruji di mata masyarakat seluruh Indonesia membuat Jokowi dicintai dan diidolakan rakyat di seluruh daerah Indonesia. Nilai jual Jokowi sungguh sangat tinggi ditengah masyarakat. Dan bila caleg (DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota) tidak mendukung Capres/Cawapres #01 maka hampir dapat dipastikan tidak diterima rakyat duduk di kursi legislatif.

Sebagai calon legislatif tentu caleg-caleg mempertimbangkan kalkulasi elektabilitas keterpilihannya pada Pileg 2019. Dukungan berbeda antara pengurus DPP dengan pengurus daerah maupun caleg-caleg secara fatsun politik sangat buruk dan berbahaya. Sebab, dedikasi, loyalitas, militansi kader-kader terhadap partai politik akan pudar dan redup.
Padahal, survival partai politik terletak pada fatsun politik, dedikasi, loyalitas, soliditas serta ketaatan terhadap garis keputusan partai.

Jokowi memiliki rekam jejak (track record) karier politik jelas, terang-benderang di mata rakyat sejak Walikota Surakarta-Solo, Gubernur DKI Jakarta, Presiden RI Ketujuh dengan segudang prestasi kinerja pro rakyat sulit diingkari hati sanubari rakyat sejak dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote menjadikan figur Jokowi sulit ditandingi Prabowo-Sandi selaku penantang.

Program pro rakyat Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), pemberian sertifikat tanah gratis untuk rakyat telah dirasakan rakyat manfaatnya langsung. Belum lagi pembangunan infrastruktur masif di seluruh wilayah Indonesia, terutama daerah pinggiran selama 70 tahun dianaktirikan dalam arah kebijakan negara selama ini, baru pada pemerintahan Jokowi-JK mendapat perhatian serius dan sungguh-sungguh.

Pembangunan Tol Darat, Tol Laut, Tol Udara memperkuat konektivitas antar wilayah, infrastruktur pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan, bendungan,embung, bandara, pelabuhan, penyeragaman harga BBM di seluruh wilayah Indonesia sungguh sangat luar biasa dirasakan seluruh rakyat Indonesia, terutama wilayah timur Indonesia. Selain daripada itu, keberanian Jokowi membubarkan Petral, mengambil alih Blok Mahakam, Blok Rokan, mengambilalih 51,2% saham PT. Freeport Indonesia, memburu simpanan gelap koruptor kakap di Bank Swiss menjadikan Jokowi momok menakutkan bagi penjahat negara selama ini.

Fakta, data, bukti empirik tervalidasi itu tak seorang pun bisa mengingkarinya. Dan bila seorang caleg tidak mengakuinya pasti mendapat penolakan terhadap dirinya calon wakil rakyat.

Hal itulah sesungguhnya ANOMALI POLITIK harus dihadapi para caleg koalisi partai pengusung/pendukung capres/cawapres Prabowo-Sandi saat ini.

Sesungguhnya, mengingkari, membohongi hati nurani tidak mengakui berbagai capaian prestasi spektakuler Jokowi amat sangat menyakitkan, terutama rakyat masih menjunjung kebenaran, kejujuran, keadilan, adat budaya dan keimanan yang baik dan benar. Dan disinilah ujian sesungguhnya, apakah harus mengingkari dan membohongi hati sanubari semata-mata mendukung capres/cawapres yang sudah tau rekam jejak digitalnya terang-benderang di mata publik. Hal itu sungguh dilematis bagi caleg-caleg meraih simpati dan dukungan calon konstituen terhadap caleg bersangkutan.

Mendukung Capres/Cawapres tak diusung/didukung DPP Partai sangat sulit dan berat. Tapi jika tak mendukung Capres/Cawapres #01 Jokowi-KH. Ma'ruf Amin pasti mendapat penolakan keras dari calon pemilih pemilik kedaulatan hak suara pada Pilpres, Pileg 17 April 2019.

Nah.....sekarang mau kah Anda mengingkari, membohongi, mengkhianati hati sanubari Anda........???
Silahkan tanya hati sanubari Anda paling dalam.
Jangan korbankan hati sanubari Anda memilih capres/cawapres tak jelas rekam jejak (track record) memimpin bangsa dan negara.


Salam NKRI.......!!! MERDEKA.......!!!

Penulis : Drs. Thomson Hutasoit.

(RANTO.S)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *