HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

KASUS PENGANIAYAAN DI SILIMA LOMBU PADA AGUSTUS TAHUN 2017 AKHIRNYA DAPAT TITIK TERANG.

Samosir.Matalensa.co.id. Setelah setahun lamanya informasi yang beredar dikalangan masyarakat khususnya kabupaten Samosir,kabar ini nyaris hilang dari permukaan publik.sebelumnya ini merupakan pembicaraan yang viral dikalangan masyarakat.

Sebelumnya tersangka JS diduga  melakukan penganiayaan terhadap
korbannya di Desa Silimalombbu hingga mengalami luka dan berdarah.

Kasus penganiayaan tersebut terjadi pada bulan Agustus tahun 2017. yang dialami Sebastian Hutabarat dan Johannes dari aktivis pencinta lingkungan Yayasan Pencinta Danau Toba yang bertempat tinggal di Balige. Dalam laporan resmi di Polres Samosir, keduanya melaporkan terkait adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh J.s

Dengan kerja keras dari jajaran polres Samosir dalam mengumpulkan bukti-bukti
Akhirnya kasus ini mendapat titik terang.

Kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh korban Subastian Hutabarat
Sesuai STPL (Surat Tanda Penerimaan Laporan Polres Samosir, tertera Bripda Roberto Manalu selaku penyidik yang menerima laporan pengaduan atas nama Sebastian Hutabarat dengan laporan polisi nomor: LP/117/VIII/2017/SMR/SPKT tanggal 15 Agustus 2017.

Berkas kasus penganiayaan yang melibatkan tersangka JS  dinyatakan telah lengkap,Polres Samosir  akan segera menyerahkan berkas P21 ke pihak Kejaksaan.

Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Jonser Banjarnahor  membenarkan adanya berkas  tersangka kasus penganiayaan yang dinyatakan P21 atau lengkap dari pihak Kejaksaan.

“Berkas perkara dari  tersangka JS ini sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum, setelah sebelumnya berkas tersebut diteliti,  sehingga kami menyerahkan  barang bukti,”ungkapnya Jumat, (12/10) saat dihubungi wartawan.

Sementara itu Sebastian Hutabarat yang menjadi korban penganiyaan sudah mendapat informasi bahwa JS sudah tersangka.Namun dia berharap, pelaku jangan hanya menjadi tersangka seumur hidup.
Dia juga berharap hukum benar-benar ditegakkan.

Sebastian menjelaskan lewat telepon seluler,
" Saya dan tentu semua pihak perlu ada  kejelasan, masuk persidangan dan melihat masih ada hukum di negara ini," ujarnya.

"Kejelasan yang saya maksud adalah yang salah  disalahkan, saya  berdarah-darah malah saya yang  digugat mencemarkan nama baik bahkan pakai pengacara gitu lho"
Tutup pegiat lingkungan hidup itu.

(Ranto.Sihole)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *