HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Haris Nixon Tambunan: Sebaiknya Plt Bupati Bentuk Tim Mengkaji Permasalahan Pajak Galian C

LABUHANBATU MATA LENSA.CO.ID. LBH Pilar Advokasi Rakyat Sumut pertanyakan kenapa sampai saat ini pajak galian C jenis tanah urug/timbun belum dibayar pengusaha ke Pemkab Labuhanbatu.


Padahal, diakhir tahun 2017 lalu sudah ada yang beroperasi dan menjualnya produksinya ke kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan jalur Kereta Api,  Rantauprapat – Kotapinang.


Hal itu dikatakan Harris Nixcon Tambunan SH Ketua LBH Pilar Advokasi Rakyat Sumut saat dimintai wartawan tanggapannya, Kamis (30/8/2018) "Jadi pertanyaan besar, kenapa pajak galian C khususnya jenis tanah urug belum dapat ditarik dan disetor ke kas daerah" tanya Harris Nixcon Tambunan


Lebih 13 pengusaha telah memiliki izin galian C tanah urug dan mereka telah beroperasi sejak tahun 2017,kalau dihitung, pajak  tanah urug yang sudah dipergunakan untuk membangun jalur rel Kereta Api dari Rantauprapat-Kota Pinang diperidiksi sudah mencapai milyaran rupiah, ujarnya.


"Sebaiknya, Plt Bupati Labuhanbatu membentuk tim khusus untuk mengkaji dan meneliti permasalahan pajak galian C yang menjadi pertanyaan besar, karena kalau tidak disikapi secara tegas maka Pemkab Labuhanbatu bakal dirugikan, ucap Tambunan yang juga Kader Golkar itu.


Sedangkan Khojali Siregar petugas penarik pajak galian C Bapenda Pemkab Labuhanbatu menjawab wartawan dihalaman kantor dimaksud mengatakan, Senin (29/8/2018)."Kita menagih pajak/retribusi itu, berdasarkan kesepakatan kedua pihak, yang membayar pajak galian C adalah pihak konsumen yakni kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan jalur Kereta Api antara Rantauprapat – Kotapinang" jawab Khojali.


Dijelaskannya, pihak kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan jalur Kereta Api antara Rantauprapat – Kotapinang sudah berjanji akan membayar pajak galian C sesuai dengan jumlah tanah yang dibeli dan digunakan, namun mereka saat ini sedang mempunyai kendala dan mengajukan permintaan pengurangan pajak.


"Kontraktor itu sedang meminta agar jumlah pajak yang seharusnya dibayar, dapat dikurangi, dan permintaan itu sudah disampaikan dan diketahui Kaban Bapenda yang berencana menyampaikan permintaan kontraktor tersebut kepada Bupati" ujar Khojali


Sedangkan sistem penarikan pajak kepada pengusaha galian C dilakukan penagihannya di awal bulan berikutnya untuk menyetorkannya ke Kas Daerah melalui Bank yang ditentukan dengan besaran pajak yang kenakan sebesar Rp 3750/kubik sesuai dengan peraturan yang ada.


Disisi lain, Khojali juga menyebutkan, pihaknya menarik pajak kepada semua pengusaha galian C yang ada. " Masalah punya ijin atau tidak, kami tetap menagih pajak wajib kepada setiap pengusaha galian C yang beroperasi" ujarnya sambil memperlihatkan photo bukti setor salah seorang pengusaha galian C dari Hpnya. (Andi.c.d)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *