HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Sipropam Polrestabes Medan periksa personil Polsek Medan Helvetia

By On November 15, 2019


Helvetia.Matalensa.co.id.Sipropam Polrestabes Medan yang dipimpin Ipda Rizal yang didampingi Sipropam Polsek Medan Helvetia,pagi ini Jum'at melakukan kegiatan Ops Gaktiplin terhadap Personil Polsek Medan Helvetia sesuai dengan Surat Perintah Kapolrestabes Medan Nomor : B/15712/ XI / OPS. 1.3 / 2019 tanggal 6 Nopember 2019 tentang Jadwal Pelaksanaan Operasi Gaktibplin Jajaran Polsek Polrestabes Medan.

Kapolsek Medan Helvetia melalui Waka Polsek mengatakan Sebelum Gaktibplin dilaksanakan, terlebih dahulu Personil Polsek Medan Helvetia melaksanakan Apel pagi seperti biasanya yang di pimpin oleh Kanit Bimmas Polsek Medan Helvetia Ipda.Suparmin selaku Perwira Pengawas (Pawas) hari ini.

Usai Pelaksanaan Apel Pagi dilanjutkan dengan Pemeriksaan Gaktibplin Kepada Personil Polsek Helvetia berupa :
1. Kelengkapan Surat Surat Nyata Diri (SIM.KTP.KTA.STNK.NPWP.KARTU BPJS)
2. Sikap Tampang ( Rambut,Kumis,Janggut )
3. Gampol ( Cara Berpakaian dan Kebersihan )

Dalam kegiatan ini bagi Personil Polsek Medan Helvetia yang tidak dapat menunjukan Kelengkapan Surat - surat nyata diri yang tidak sesuai (masa berlakunya),maka pihak Sipropam Polrestabes Medan,dalam hal ini Ipda Rizal memberikan Teguran untuk segera melengkapinya.

Demi ketertiban Administrasi dan pemantauan Personil, maka pihak Sipropam Polrestabes Medan selaku Badan Pengawasan dan Penegakan Displin sesuai jadwal hari ini melakukan pemeriksaan Gaktiplin terhadap Personil Polsek Medan Helvetia, kegiatan ini rutin dilakukan satu bulan sekali dan dilengkapi surat perintah dari Kapolrestabes/Wakapolrestabes Medan.ucap Wakapolsek Medan Helvetia.

(Rouses/Ade)

Marak pembuangan babi mati sembarangan,Waka Polsek Medan Helvetia Patroli

By On November 15, 2019

Helvetia.Matalensa.co.idWakapolsek Medan Helvetia Iptu.K.Tarigan.SH bersama Anggotanya melaksanakan Patroli dan Monitoring wilayahnya yang di jadikan tempat pembuangan ternak Babi mati yang beberapa hari ini menjadi topik pembicaraan di kalangan masyarakat.(Kamis/15/11/2019)

Adapun pantauan patroli dan monitoring kegiatan tersebut di jalan Asrama tempat pembuangan sampah ( TPS ) kelurahan Helvetia Tengah kecamatan Medan Helvetia dan Jalan Kapten Muslim komplek Mega Park kelurahan Dwikora Kecamatan Medan Helvetia .

Selanjutnya sekira pukul 10.15 wib, Wakapolsek Monitoring tempat penguburan Babi ( TPB ), sesuai dengan adanya laporan dari kantor Kecamatan Medan Helvetia,bahwa di bantaran Sungai sei sikambing Kelurahan Dwikora adanya di temukan Bangkai Babi sebanyak 5 (lima) ekor.

Atas informasi tersebut Wakapolsek berkoordinas dengan petugas dari kecamatan P3SU ( petugas penanganan prasarana dan  sarana umum ) yang dipimpin Oleh Bpk IWAN  beserta anggota yang berjumlah 6 ( enam ) orang, dan untuk selanjutnya bangkai Babi tersebut dibawa ke lokasi penguburan Babi yang berlokasi di tempat pembuangan sampah di jalan Asrama untuk di Kuburkan .

Untuk Informasi yang diterima sementara selama adanya permasalahan penyakit Babi untuk kecamatan Medan Helvetia di perkirakan berjumlah :
 - Kel.Tanjung Gusta = 1 ekor .
 - Kel.Cinta Damai = 2 ekor .
 - Kel.Helvetia Tengah = 2 ekor .
 - Kel.Dwiikora  = 5 ekor .

Dan kesemuanya di kuburkan di tempat yang sama ( tempat pembuangan sampah ) yang telah di tetapkan Bapak Camat Medan Helvetia .

Dalam hal ini Kapolsek Medan Helvetia mengatakan, Kami masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang sembarangan membuang bakai Babi dan Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Muspika Kecamatan Medan Helvetia dan Kami juga sudah menghimbau kepada Tokoh - tokoh Masyarakat, Agama dan Pemuda untuk saling memberikan informasi terkait dengan kejadian ini.ucap Akp.Sah Udur.

(Rouses/Ade)

Pemkab Labuhanbatu Ditriwulan I, Tarik PAD Dari Galian C Rp 150 juta Dari Target 1,5 Milyar.

By On November 15, 2019

LABUHANBATU,MATALENSA.CO.ID. Di triwulan pertama tahun anggaran 2019, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor mineral bukan logam dan batuan (galian C) di Pemkab Labuhanbatu yang dapat ditarik masih sebesar Rp 150 juta.


Hal itu dikatakan Syahmatnoor didampingi Ponimin anggota DPRD dari fraksi Partai Amanat Rakyat menerangkan kepada wartawan diruang fraksinya,Rabu(13/11/2019)."Sepengetahuan saya sebagai anggota DPRD, pajak galian C atau tanah urug di triwulan pertama tahun anggaran 2019 hanya tertarik Rp 150 juta dari yang ditargetkan Rp 1,5 miyar" ujarnya


Sedangkan untuk tahun 2020 kita targetkan sebesar 3 milyar.Perhitungan itu diperoleh berdasarkan jumlah pengunaan tanah urug atau galian C yang digunakan untuk pembangunan jalur Kereta Api-Kota Pinang (RPK)


"Target 3 Milyar tersebut, berdasarkan perhitungan jumlah pemakaian galian C untuk pembangunan jalur kereta api tahun 2020 yang ditambahkan pajak tahun 2019 yang belum ditarik" ujar Syahmatnoor.


Disisi lain, Syahmatnoor juga menerangkan bahwa penarikan pajak penerangan jalan untuk pendapatan asli daerah tidak begitu sulit, karena sudah memiliki MoU dengan pihak terkait.


Terpisah Salman Alpharisi Kabid Anggaran Badan Pengelolaan Keuanggan Dan Aset Daerah (BPKAD)

Pemkab Labuhanbatu membenarkan bahwa penarikan pajak penerangan jalan tidak begitu sulit.


"Ditahun 2015 lalu, saat saya bertugas di Badan pendapatan daerah (Bapenda), setiap bulannya pajak penerangan jalan dapat ditarik sekitar Rp 1,2 milyar. Kalau sekarang saya tidak tahu, karena tidak bertugas disitu lagi" ujar Salman bernostalgia


Dijelaskannya, sepengetahuannya sebagai kabid anggaran di BPKAD, target pajak dari penerangan jalan, ditahun anggaran 2019 ditargetkan sebesar Rp 26 milyar, namun berapa yang sudah terealisasi dirinya belum tahu.


Sebelumnya,Hobol Rangkuty Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) menyebutkan bahwa penetapan target pajak seharusnya berdasarkan Potensi yang ada melalui penelitian dan pengkajian.


"Strateginya setiap tahun data di upgrade (Pembaharuan), peningkatan pengawasan melalui ekstensifikasi dan intensifikasi, dan peninjauan tarif pajak dan Retribusi yang berlaku sudah tidak  sesuai perkembangan ekonomi daerah" ujar Hobol menjelaskan.

(Andi.c.d)

TIM KEMENTERIAN PUPR KORDINASI DENGAN PEMKAB SAMOSIR

By On November 15, 2019


SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID.
PANGURURAN - Dalam menyusun Rencana Aksi Integrated Tourism Master Plan (ITMP) Kawasan Danau Toba untuk Kabupaten Samosir Tahun 2020-2024, tim Kementerian PUPR di bawah kordinasi Kemenko Maritim mengadakan kordinasi dengan Tim Kordinasi Program Pembangunan Pariwisata yang Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB) Kabupaten Samosir bertempat di Aula Kantor Bupati, Kamis (14/11/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten II, Saul Situmorang, Kepala Bappeda, Rudi Siahaan, narasumber dari pusat, kepala SKPD, PHRI, PPI, Pegiat Seni dan Budaya, dan unsur masyarakat lainnya.

Rudi Siahaan dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan ITMP ini didasarkan pada fakta bahwa pemerintah kabupaten di kawasan Danau Toba membangun pariwisatanya secara sendiri-sendiri dengan hasil yang belum maksimal. ITMP ini diharapkan menjadikannya satu kesatuan dalam kewilayahan secara optimal dengan peningkatan ekonomi masyarakat. “Kita sedang menyusun Ranperda Riparda (Rencana Induk Pariwisata Daerah) Kabupaten Samosir untuk tahun 2020,” ungkapnya untuk memberhasilkan ITMP di Kabupaten Samosir yang memiliki dua Key Tourism Area yaitu Simanindo dan Pangururan. Dia juga menambahkan bahwa penyusunan ITMP ini dengan pendekatan bottom-up yaitu dari daerah kemudian disampaikan ke pemerintah pusat dengan menampung masukan-masukan dari berbagai elemen masyarakat.

Dari paparan tiga narasumber, pengembangan ITMP di Kawasan Danau Toba didasarkan pada (1) peningkatan kapasitas kelembagaan, (2) pembangunan kualitas jalan terkait pariwisata dan aksesibilitas layanan-layanan dasar , (3) menggerakkan partisipasi lokal dalam ekonomi kepariwisataan, (4) memperkuat lingkungan yang memampukan untuk investasi bagi pihak swasta dan akses bisnis, dan (5) perumahan serta pemukiman.

Ika Retna Wulandari, narasumber dari Bappenas, menekankan bahwa ITMP ini bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat secara umum. Dia meminta dalam penyusunan ITMP secara teknis memperhatikan pembebasan tanah rakyat yang bebas konflik dan mencarikan solusi untuk setiap masalah yang berhubungan dengan rakyat.

Selanjutnya, Fransisco narasumber dari Kementerian PUPR, menyampaikan bahwa keberhasilan pariwisata didasarkan pada elemen dasar yaitu atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan konektivitas. Empat hal ini akan berproses pada level survival, akselerasi, dan maturitas. “Dalam mewujudkan kematangan dalam level tersebut diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak dari kabupaten/kota, provinsi, dan pemerintah pusat melalui kementerian terkait,” jelasnya terkait pariwisata terintegrasi dan berkelanjutan.

Tim penyusunan ITMP, Ermaulana, menjelaskan pembangunan pariwisata Kawasan Danau Toba sebagai satu kesatuan dalam aksesibilitas melalui jalur darat dan air. “Kita harus terus berupaya bagaimana wisatawan yang ada di berbagai daerah terdekat ke kawasan Danau Toba melanjutkan wisatanya ke kawasan Danau Toba dengan menyediakan aksesibilitas yang baik,”paparnya dalam strategi pengembangan pariwisata secara terpadu dan berkelanjutan.

Dalam sesi tanya jawab yang dimoderatori Saul Situmorang, diperoleh beberapa masukan dari peserta yaitu agar lebih dimatangkan desain pariwisata Samosir dengan parameter daya saing pariwisata Samosir dan kearifan lokal branding Samosir; penyusunan Ranperda terkait standarisasi harga produk-produk lokal dalam pariwisata dan peningkatan kompetensi para pelaku wisata; dan perbaikan/pembangunan fasilitas umum khususnya penerangan jalan di daerah Tuktuk Siadong.

Dalam penjelasan menanggapi masukan-masukan, Saul Situmorang, memberikan stressing point bahwa pariwisata Samosir itu harus bersih, ramah, dan jujur dalam perilaku layanan wisatanya setiap saat. Menanggapi pertanyaan terkait penerangan jalan, Rudi Siahaan, menjelaskan bahwa akan dipasang lampu-lampu di jalan-jalan wisata di Tuktuk Siadong yang berasal dari Kementerian ESDM secara bertahap hingga nantinya kawasan lengkap dengan fasilitas penerangan jalan.
Mari kita dukung dan kita  bawa dalam doa agar segera terwujud.

(RANTO.S)

WakaPolda Sumut : Selamat HUT ke-74 tahun Korps Brimob

By On November 14, 2019


Medan.Matalensa.co.id. Telah Dilaksanakan Upacara HUT Ke-74  Korps Brimob Polri Tahun 2019, bertempat di Lapangan Mako Satbrimob Polda Sumut. Sebagai Irup Waka Polda Sumut Brigjen Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K, M.Hum yang dihadiri oleh Danlantamal I Belawa, Pangkosek Hanudnas III, Ka BBN Provinsi Sumut, Danlanud Soewondo, Irdam I/BB, PJU Polda Sumut, Purnawirawan dan Sesepu Brimob, Para Tamu Undangan yang hadir.kamis (14/11/2019) sekira pukul 08.30 wib

Wakapolda bertindak selaku Inspektur Upacara membacakan amanat Kapolri yang mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke - 74 Korps Brimob Polri kepada 41.170 personel Brimob di mana pun berada. Semoga Brimob Polri semakin profesional, unggul, dan senantiasa menjadi kebanggaan masyarakat, bangsa, dan negara. Korps brimob polri lahir, tumbuh, dan berkembang, tidak terlepas dari sejarah panjang kepolisian negara republik maupun sejarah bangsa ini. Sejak dari zaman pra kemerdekaan sampai dengan pasca reformasi saat ini, Brimob senantiasa menjadi pasukan yang paling loyal dan dapat diandalkan oleh polri dalam menghadapi ancaman dan gangguan kamdagri yang berintensitas tinggi. Melalui beberapa penugasan, Brimob Polri telah menunjukkan eksistensinya, antara lain: keberhasilan dalam mendukung pengamanan pilpres dan pileg serentak tahun 2019, penanggulangan aksi-aksi terorisme, pengamanan operasi ketupat 2019, aksi unjuk rasa di bawaslu pada mei 2019, unjuk rasa terkait isu papua, dan unjuk rasa penolakan berbagai uu dengan jumlah massa sangat besar beberapa bulan terakhir ini.

Bapak Wakapolda menyampaikan bahwa kiprah dan prestasi setiap personel brimob polri telah menjadi bagian dari catatan sejarah institusi, bangsa, dan negara. Dengan semboyan “jiwa ragaku demi kemanusiaan”, Korps Brimob Polri telah berhasil menunjukkan pengabdian yang tulus sebagai bhayangkara sejati yang tidak pernah ragu dalam menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kepada seluruh personel Korps Brimob Polri saya memberikan beberapa penekanan yang harus dipedomani dan dilaksanakan.

Yaitu: Pertama, tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan;

Kedua, jaga kehormatan pribadi, kesatuan dan institusi polri, dengan menghindarkan diri dari berbagai pelanggaran yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi polri;

Ketiga, tingkatkan soliditas dan sinergitas dengan personel tni di semua tingkatan, kembangkan kerja sama dan kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa, pemangku kepentingan, dan masyarakat, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari;

Keempat, terus belajar dan berlatih guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas; serta
Kelima, terus pelihara kesiapsiagaan personel, sarana dan prasarana pendukung serta persiapkan rencana dengan optimal dalam setiap tugas yang diberikan.
Wakapolda menambahkan Kemarin kita tahu bahwa telah terjadi peristiwa Bom Bunuh diri di Polrestabes Medan, Maka dari itu kita harus lebih memperketat dalam penjagaan dan saling menjaga satu sama lain agar jangan sampai kita terpengaruh dengan paham-paham radikal tersebut.

(Rouses)

Kunjungan Waka Polda berikan tali asih kepada korban luka bom bunuh diri

By On November 14, 2019


Medan.Matalensa.co.id.Pelaksanaan Kunjungan Wakapolda Sumut dan Wakil Ketua Bhayangkari Sumut Terhadap Korban Peristiwa Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan, bertempat di Rumkit Bhayangkara Tk. II Medan didampingi oleh Wakil Ketua  Bhayangkari Sumut, Ny. Tasya Mardiaz, Kabid Humas Polda Sumut, Dansat Brimob Polda Sumut, Kabid Propam Polda Sumut, Karumkit Bhayangkara Tk. II Medan, Pengurus Bhayangkari Daerah Sumut, Ketua Bhayangkari Cabang Medan beserta Pengurus dan Para Insan Pers yang hadir.rabu (13/11/2019) sekira pukul 21.45 wib hingga pukul 22.30 wib

Wakapolda Sumut dan Ibu Wakil Ketua Bhayangkari Sumut Melakukan Kunjungan Terhadap Korban A.n Kompol Abdul Mutolib Jabatan Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Sarponi jabatan Kasubbag Bin Ops Polretabes Medan, Aipda Deni Hamdani Staf Propam Polrestabes Medan, Brigadir Juli Chandra Staf Propam Polrestabes Medan, Ikhwan Muliadi ( masyarakat yang sedang mengurus SKCK), Richard Purba (PHL Polrestabes Medan)  Bapak Wakapolda juga menanyakan tentang apa yang terjadi pada saat kejadian sebelum peristiwa peledakan yang dialami oleh para korban. Dan juga menanyakan luka apa saja yang dialami oleh para korban. Ibu Wakil Ketua Bhayangkari memberikan Semangat Kepada para Isteri para Korban serta  memberikan Bunga dari Ketua Umum Bhayangkari Pusat dan santunan tali asih berupa Sejumlah uang dan Buah Tangan.

Pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabbial Muslim Nasution, tewas. Enam orang–menjadi korban luka. Empat diantaranya anggota Polisi dan dua masyarakat . Pelaku yang menggunakan atribut ojek online dan mengaku hendak mengurus SKCK, sempat digeledah polisi sebelum masuk Polrestabes Medan. Penggeledahan dilakukan karena gerak-geriknya mencurigakan. Saat itu, polisi meminta terduga pelaku membuka jaket dan tas ranselnya, namun tak ditemukan benda mencurigakan sehingga pria itu masuk ke dalam lingkungan Polrestabes. Bom rakitan yang diledakkan di Mapolrestabes Medan terdiri atas sejumlah komponen seperti baterai, pelat besi juga paku. Material bom ini tersebar di depan kantin ruang pengurusan SKCK Mapolrestabes Medan.

Wakapolda juga menyampaikan bahwa Polda Sumatera Utara telah melakukan tindakan penggeledahan terhadap Rumah tersangka dan Rumah Mertua tersangka yang berada di Marelan, Wilkum Polsek Medan Belawan dan telah melakukan pemeriksaan terhadap Guru mengaji yang selama ini memberikan pembelajaran terhadap tersangka.

Pada Intinya Wakapolda menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini kondisi Sumatera Utara khususnya Kota Medan dalam keadaan aman dan kondusif, namun Kepolisian akan tetap melakukan pengawasan dan pengamanan ketat terhadap lingkungan masyarakat yang rawan.

(Rouses)

MEMPERTANYAKAN NIAT PELUKAN.

By On November 14, 2019

SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID 
Oleh: Thomson Hutasoit.
PANGURURAN - Kisah Alkitab 2.000-an tahun silam sepertinya berlurang kembali di milenia ketiga, tepatnya di bulan November 2019 menyita perhatian publik negeri.

Berpelukan, berangkulan, cium pipi kiri, cium ipi kanan (cipiki, cipika) tidak lagi barang langka, terlepas dari motif atau alasan beraneka ragam arti dan makna.

Menurut KBBI (2007) Niat ialah maksud atau tujuan sesuatu perbuatan; kehendak; janji untuk melakukan sesuatu jika cita-cita atau harapan terkabul; kaul; nazar. Sedangkan pelukan ialah dekapan atau rangkulan dengan kedua tangan secara erat. Sehingga niat pelukan, rangkulan ataupun ciuman ialah maksud atau tujuan seseorang melakukannya.

Niat bermacam-macam antara lain; niat baik, niat tulus, niat buruk, jelek, jahat, niat pura-pura, niat kamuflase, niat hipokrit atau munafik, dll.

Karena itu pulalah mengapa Presiden Jokowi mempertanyakan "Niat Pelukan" politik dipertontonkan para politisi bangsa ini.

Tidaklah terlalu berlebihan mempertanyakan "Niat Pelukan, Rangkulan, Ciuman" antara seorang dengan orang lain, apalagi dalam konteks politik kelas tinggi. Sebab, pelukan, rangkulan, ciuman adalah sandi, simbol, pesan beraneka arti dan makna terhadap maksud atau tujuan terkandung pemerannya.

Injil Mateus, Markus, Lukas telah mencatat kisah pengkhianatan seorang murid terhadap gurunya, yakni; Yesus Kristus (Guru) dengan Yudas Iskariot (Murid) melalui adegan pelukan dan ciuman maut.

"Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia" (Matius 26:48).
"Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia dan bawalah Dia dengan selamat" (Markus 14; 44).
"Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman ?" (Lukas 22; 48).

Kisah yang dicatat Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas adalah legenda pengkhianatan sepanjang masa dari sebuah konspirasi jahat di ruang gelap perselingkuhan, persekongkolan, persubahatan politik bermahar kepentingan politik kekuasaan.

Mempertanyakan Niat Pelukan, Rangkulan, Ciuman sesungguhnya langkah cerdas, jenial, brilian untuk menguji maksud dan tujuan agar tidak terjebak pada intrik, manuver politik yang tak mustahil taktik strategi agenda terselubung. Percaya bulat-bulat tanpa kajian, analisis obyektif mendalam dan mendetail adalah sebuah kecerobohan fatal. Sebaliknya, prasangka negatif berlebihan tanpa kajian, analisis obyektif mendalam dan mendetail juga kurang arif bijaksana.

Motif, alasan, niat pelukan, rangkulan, ciuman seseorang dengan orang lain harus dilihat dari maksud dan tujuan sesungguhnya sebagaimana digambarkan kisah klasik 2.000-an tahun silam.

Sungguh luar biasa, amazing pernyataan Presiden Jokowi mempertanyakan pelukan politisi negeri ini. "Apa yang salah, apa yang keliru dengan pelukan atau rangkulan para politisi".....??? Asal saja niatnya demi bangsa dan negara, demi persaudaraan, demi persatuan Indonesia, demi keutuhan bangsa dan negara berdasarkan Pancasila, UUD RI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sadar atau tidak wejangan Presiden Jokowi tentang "Niat"  adalah sebuah warning cerdas dan jenial kepada seluruh anak negeri berkaca pada situasi kondisi faktual berbangsa dan bernegara yang terjebak hipokritisme. Saling curiga, saling tak percaya akibat ujaran kebencian, fitnah, hoax atau kebohongan serta kamuflase politik telah mendegradasi jiwa kebangsaan-keindonesiaan.

Narasi-narasi sektarian-primordial atas sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dengan balutan-balutan framing terminologi kata canggih telah menimbulkan aneka karut-marut berbangsa dan bernegara.

Semua berbicara atas nama rakyat, atas nama bangsa dan negara tidak ada yang salah, tidak ada yang keliru. Pertanyaannya adalah, apakah niat tulus atau pura-pura, apakah niat baik atau jelek, buruk, jahat......???

Inilah introspeksi bagi seluruh anak negeri.

Salam NKRI........!!! MERDEKA......!!!

(RANTO.S)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *