HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

sponsor

sponsor
spot.com

KESEHATAN

Hari Ulang Tahun


DAERAH

POLITIK & HUKUM

PENDIDIKAN

OLAHRAGA

WISATA

Selamat Berbahagia


Pages

Popular Post

Kapolrestabes Medan Kombes Pol.Dr.Dadang Hartanto.SH,SIK,M.Si Sidak Ke Mapolsek Medan Helvetia

By On Agustus 19, 2019


Helvetia.Matalensa.co.id. Sekira pukul 15.10 wib,Kapolrestabes Medan Kombes Pol.Dr.Dadang Hartanto.SH,SIK,M.Si.melakukan kunjungan kerja secara dadakan ke Polsek Medan Helvetia Jalan Matahari Raya No.99 C kelurahan Helvetia Tengah kecamatan Medan Helvetia (Senin/19/8/2019)

Kedatangan Kapolrestabes Medan di sambut oleh Kanit Intel dan beberapa Perwira Polsek Medan Helvetia dan selanjutnya Kapolrestabes Medan di arahkan ke ruang kerja Kapolsek Medan Helvetia.Akp.Sah Udur T.M.Sitinjak.SH,SIK,MH.

Selama dalam kegiatan kunjungan kerjanya,Kapolrestabes Medan ada menanyakan dan mengarahkan kepada Perwira Polsek Medan Helvetia terkait penanganan kasus curanmor sudah berapa kasus yang terungkap dalam bulan ini.

Selanjutnya Kanit Intel menjawab,ijin Ndan,nanti Kami tanyakan kepada Kanit Reskrim,Ketepatan Kanit Reskrim dan Perwiranya serta anggota sedang melakukan pengembangan kasus dan untuk Ibu Kapolsek sedang ada kegiatan rapat di Polda Sumut terkait akan di laksanakannya Toba Bike di Samosir pada tanggal 25 Agustus 2019.

Sekira pukul 16.00 wib, Kapolrestabes Medan meninggalkan Polsek Medan Helvetia yang di hantar oleh Kanit Bimmas Iptu.N.Manurung.SH beserta Perwira lainnya.

(Rouses/Ade)

Menjelang HUT Polwan ke 71 Kapolsek Medan Helvetia berikan Penyuluhan serta Tali Asih Kepada Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas 1I.A Medan

By On Agustus 19, 2019

Helvetia.Matalensa.co.id. Kapolsek Medan Helvetia.Akp.Sah Udur T.M.Sitinjak.SH.SIK.MH.didampingi Kalapas Perempuan Ibu Surta Duma Sihombing.PCIP,MH,dan beserta beberapa Personil Polsek Medan Helvetia melakukan Penyuluhan dan memberikan Tali Asih kepada Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas II.A Medan jalan Lembaga Pemasyarakatan kelurahan Tanjung Gusta kecamatan Medan Helvetia dalam rangka menyambut HUT Polwan ke 71,jatuh pada hari Minggu tanggal 01 September 2019 (Senin/19/8.2019)

Dalam hal Kegiatan ini,Kapolsek juga memberikan penyuluhan tentang bahayanya Narkoba dan resikonya memakai Narkoba bagi pengguna,serta diadakannya sesi tanya jawab yang di berikan kepada para warga binaan Lapas Perempuan Kelas II.A.Medan.

Usai dari pemberian penyuluhan,selanjutnya Kapolsek beserta Personil Polwan melakukan tatap muka dan berinteraksi langsung kepada para warga binaan yang berada di blok - blok sekaligus memberikan Tali Asih.

Ibu Duma Sihombing sebagai Kalapas Perempuan Kelas II.A Medan mengucapkan terima kasih kepada Ibu Kapolsek dan ibu - ibu Polwan Polsek Medan Helvetia yang mana telah berkunjung dan memberikan penyuluhan serta memberikan Tali Asih kepada warga binaan kelas II.A.Medan,Saya sebagai Kalapas Perempuan merasa bangga dan senang,karena Saya lihat sendiri Ibu Kapolsek begitu dekat dengan warga binaan Kami dan tidak merasa ada jarak dan perbedaan di antara mereka.tutur Ibu Duma.

(Rouses/Ade)

Kebajikan utama Etika Hidup

By On Agustus 19, 2019

SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID AGUSTUS 19
Oleh : Drs Thomson Hutasoit
PANGURURAN - Menurut H.R. Niebuhr "Kasih kepada Allah berarti pengucapan syukur kepada sumber anugerah, dan bersukacita dalam kesucian-Nya. Kasih kepada sesama berarti menaruh belas kasih, bersedia memberi, mengampuni, dan berkorban, serta mengajak sesama manusia ke dalam satu kehidupan pertobatan".

Mengucap syukur kepada sumber anugerah, dan bersukacita dalam kesuciaan-Nya adalah sebuah kesadaran tulus ikhlas, sekaligus pengakuan kemampuan diri tak mampu berbuat apapun tanpa anugerah dan penyertaan Tuhan.

Menaruh belas kasih, bersedia memberi, mengampuni, dan berkorban, serta mengajak sesama manusia ke dalam satu kehidupan pertobatan adalah cermin spiritualitas atas pemahaman murni tentang kemanusiaan.

Ketika manusia dihinggapi Ego Centris dia akan cenderung mengecilkan, menyepelekan orang lain. Dan bahkan, akan bertindak arogan memosisikan diri diatas Sang Pencipta-Nya. Tanpa dia sadari telah terjangkit virus kesombongan, keangkuhan, arogansi intelektual menyeret dirinya kedalam kubangan maut neraka jahanam.

Sebaliknya, apabila seseorang telah menyadari diri paripurna insan lemah tak pernah luput dari kekhilafan, kesalahan dan dosa, maka dia akan mampu menaruh belas kasih, bersedia memberi, mengampuni, dan berkorban, serta mengajak sesama manusia ke dalam satu kehidupan pertobatan.

Orang telah menerima Tuhan Yesus dalam hidupnya harus mau dan mampu memikul kayu salib (penderitaan) betapapun sulit dan berat. Kesabaran, ketulusan, kesetiaan menghadapi segala tantangan adalah bukti nyata kematangan iman. Dan pada akhirnya akan menjadi pemenang menerangi, menyinari dunia dihinggapi kegelapan.

Jangan lah goyah iman ketika diterpa hembusan angin kebencian. Tapi semakin kuat dan kokoh walau dihembus badai kencang.
Sebab, mengetahui kuat tidaknya akar pohon sejatinya diukur dari kemampuannya menahan hembusan badai dan angin puting beliung.

Dunia akan seperti sorga apabila cinta dan kasih sayang tumbuh subur tanpa mengenal musim.

Salam NKRI......!!! MERDEKA.....!!!

(RANTO.S)

MERDEKA.....!!! MERDEKA....!!! MERDEKA.....!!!

By On Agustus 18, 2019

SAMOSIR,MATALENSA.CO.ID AGUSTUS 18
Oleh: Drs. Thomson Hutasoit.
PANGURURAN - Inilah Pekik Merdeka.....!!! Merdeka.....!!! Merdeka.....!!! telah berkumandang ke seluruh penjuru Nusantara, bahkan ke seluruh penjuru dunia oleh Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia Bung Karno-Hatta, 17 Agustus 1945 dari Jalan Peganggasaan Timur 56 Jakarta.

Pekik Merdeka itu adalah Deklarasi Kebangsaan (Declaration of nation) lahirnya satu bangsa merdeka dan berdaulat di dunia.

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamerkan Bung Karno selengkapnya berbunyi:
"Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya.
Jakarta, 17 Agustus 1945.
Atas nama bangsa Indonesia,
Soekarno-Hatta."

Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, hari ini 17 Agustus 2019 berkumandang kembali untuk ke 74 kalinya oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) DR. Osman Sapto Odang dalam rangka peringatan detik-detik proklamasi di Istana Presiden Republik Indonesia Jakarta.

Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 terasa sungguh luar biasa, membanggakan sekaligus mengharukan bagi seluruh anak bangsa.

Betapa tidak......???
Peringatan HUT RI Ke 74 menampilkan warna-warni budaya Nusantara mengingatkan dan menyadarkan kembali kebhinnekaan Nusantara terdiri dari 17.508 pulau, 1.340 suku bangsa, 4 ras, 300 kelompok etnik, 742 bahasa daerah, 7.241 karya budaya, 225 warisan budaya tak benda, 6 agama kepercayaan resmi,  dan beberapa agama dan keyakinan lokal tumbuh berkembang di bumi Nusantara "menyatu" membangsa dan menegara yakni; INDONESIA.

Jika dikaji, dianalisis cermat dan seksama proses membangsa dan menegara Indonesia adalah sebuah rangkaian sejarah penjang sejak dari Gerakan Budi Utomo 1908, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, dan titik kulminasinya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 akan tergambar terang-benderang dan gamblang betapa gigihnya para pendiri bangsa (founding fathers) melahirkan kesadaran nasional dengan "MERUNTUHKAN EGO SEKTORAL" masing-masing sebagaimana ditegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di depan Sidang Istimewa MPR RI 16 Agustus 2019.

Sejarah menunjukkan, bangsa-bangsa di Nusantara sebelum lahirnya konsensus nasional membangsa dan menegara (Proklamasi 17 Agustus 1945-red) tidak pernah terlepas dari konflik, perang antar sesama semata-mata dilandasi EGO SEKTORAL fanatisme buta berdimensi sektarian-primordial sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), termasuk sentimen kedaerahan. Hal itu, dimanfaatkan penjajah kolonial dengan politik pecah-belah (devide et Impera) mengadudomba dan membenturkan  sesama rakyat Nusantara,  danmenguasai  ratusan tahun.

Makna detik-detik proklamasi kemerdekaan sesungguhnya ialah terbentuknya suatu bangsa dan negara Indonesia secara historis, bukan alami, karena suku, bahasa atau agama, melainkan karena senasib sepenanggungan dan sependeritaan dijajah Belanda selama 350 tahun (Simangunsong, 2004) serta kesadaran MERUNTUHKAN EGO SEKTORAL masing-masing.
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) didirikan oleh rakyat yang memiliki nasib yang sama, rakyat yang atas penderitaannya berkehendak, berhasrat bersama bersatu sebagai bangsa mendirikan negara. Maka Republik Indonesia adalah negara kebangsaan (nation state) dan tidak mungkin menjadi lain selama bernama Indonesia, dimana rakyatnya memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pengertian, pemahaman paripurna sejarah berdirinya bangsa dan negara Indonesia, sering dibelokkan pihak-pihak tak bertanggungjawab. Pengingkaran, pengkhianatan, pembelokan, penyelundupan sejarah kerap dilakukan semata-mata atas alasan EGO SEKTORAL. Padahal Bung Karno mengatakan, "Jangan Sekali-Sekali Melupakan Sejarah/JASMERAH".

Sektarian-primordial serta sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di "reinkarnasi" pihak-pihak maniak kuasa. Akibatnya, konsensus nasional membangsa dan menegara dipersoalkan dengan alibi-alibi subyektif tendensius.

Peringatan detik-detik proklamasi setiap tahun sejatinya adalah "Napak Tilas" sejarah membangsa dan menegara bagi seluruh anak bangsa.

Alinea kedua Pembukaan UUD RI 1945 dengan tegas dan gamblang mengatakan, "Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur".

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 adalah tekad nasional, merdeka, bersatu, adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa kecuali.

Menurut KBBI (2007) "Kemerdekaan ialah keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dsb)" bagi fisik maupun non fisik. Sedangkan Ho Chi Minh mengatakan, "Kemerdekaan ialah kemerdekaan bangsa adalah Kemerdekaan Mayoritas Rakyat, adalah untuk menciptakan kebahagiaan murni dan merata kepada seluruh rakyat, dan kemerdekaan hanya pantas dinamakan sebagai kemerdekaan dalam hal Dalam Negeri dimaksud tidak ada lagi rakyat yang masih menderita atau yang masih belum mengalami kebahagiaan dalam hidupnya" (Fajar AS, 1998).

Kemerdekaan Indonesia secara de facto dan de jure sudah terwujud seperti dirayakan setiap tahunnya. Tapi kemerdekaan otentik, substansial masih belum tercapai sebagaimana ditegaskan alinea keempat UUD RI 1945, yakni; melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial...dst.

Di usia 74 tahun republik ini masih ditemukan kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan, keterbelakangan, kesehatan buruk, ketertindasan, ketidakadilan, diskriminasi, pelanggaran hak asasi manusia (HAM), kecemasan, ketakutan, ketidakbahagiaan ditengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Selama hal itu belum terselesaikan dengan tuntas, maka "Revolusi Belum Selesai" yang dikatakan Bung Karno "Jembatan Emas" menghantar bangsa Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur masih belum terwujud nyata.

Karena itu pulalah Presiden Jokowi dalam visi- misi perintahannya "NAWA CITA" bertekad kuat melanjutkan "Revolusi Belum Selesai" sebagaimana dikatakan dengan tegas, "Saya mau keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia". Sebab, Indonesia " satu untuk semua, semua untuk satu, semua untuk semua" seperti dikatakan Bung Karno.

Perayaan detik-detik proklamasi ke 74 tahun ini sungguh istimewa dan luar biasa. Warna-warni busana Nusantara menggambarkan kebhinnekaan Indonesia mencerminkan "Pelangi Indah di Taman Sari Bangsa" tumbuh tersemainya Pluralusme-Multikultural cair dalam Persatuan dan Kesatuan Indonesia bersaudara sekandung anak Ibu Pertiwi Indonesia.

Ego Sektoral sekat pemisah harmoni persaudaraan RUNTUH dan MUSNAH
ketika Presiden Jokowi turun ke lapangan upacara menyapa dan menyalami tamu undangan, termasuk komandan upacara mempertegas jiwa kenegarawanan sejati terhadap seluruh rakyat Indonesia dimana pun berada. Perbedaan apapun tidak boleh sekali-sekali memisahkan sesama anak bangsa.

Solidaritas tanpa batas, Solid bergerak untuk Indonesia Raya, pasti.....pasti....dan pasti...bila seluruh anak bangsa berikhtiar dan beraksioma EGO SEKTORAL HARUS DIRUNTUHKAN dari setiap insan di negeri ini.

Bersatu kita teguh, Bercerai kita runtuh.

DIRGAHAYU HUT RI KE 74......!!!
Bravo Presiden Jokowi.....!!!
Salam NKRI......!!! MERDEKA.....!!!

Tulisan ini kupersembahkan bagi mu Ibu Pertiwi Indonesia Kado HUT Kemerdekaan RI ke 74.

(RANTO.S)

Personil Polsek Medan Helvetia melaksanakan Pam GO-JEK

By On Agustus 18, 2019

Helvetia.Matalensa.co.id. Kegiatan Personil Polsek Medan Helvetia dalam pengamanan kegiatan Festival Merah Putih Mitra GO-JEK.sabtu (17/8/2019) pukul 07.30 wib di Komplek Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Jl. Gatot Subroto Kel. Seisikambing C-II Kec. Medan Helvetia.

Kapolsek Medan Helvetia AKP Sah Udur Sitinjak mengatakan Adapun Personil yang melaksanakan Pengamanan,yakni
Iptu N. Manurung, SH Kanit Binmas Polsek Helvetia (Ka Pam Objek) .
Ipda Iwan Setiawan, SH Panit 3 Sabhara Polsek Helvetia (Ka Pam Buka).
Ipda MS. Hasibuan Panit 1 Intelkam Polsek Helvetia (Ka Pam Tup).
Aiptu Syamsul Bahri Panit 2 Lantas Polsek Helvetia
Aiptu Insafri Sembiring Ba Intel Polsek Helvetia. Aiptu Oloan Oscar Sijabat Bhabinkamtibmas Polsek Helvetia.
Aiptu Bintang Batubara Ba Lantas Polsek Helvetia
Aipda AM. Sihombing Ba Intel Polsek Helvetia. Aipda IGDH. Simbolon Bhabinkamtibmas Polsek Helvetia. Brigadir Dedy Syahputra Ba Sabhara Polsek Helvetia
Brigadir Indrawansyah Ba Lantas Polsek Helvetia. Brigadir Heru Syahputra Ba Lantas Polsek Helvetia dan  2 (Dua) orang personil dari Sat Intelkam Polrestabes Medan.

Acara Festival Merah Putih Mitra GO-JEK dilaksanakan dengan diawali Upacara Bendera,selesai Upacara diadakan
Pemutaran Video Kirab Merajut Nusantara,selanjutnya acara Registrasi Pembelian Baju GO-JEK dan
Perlombaan tarik tambang, bakiak, memecahkan balon dan berbagai perlombaan dimeriah kan oleh GO-JEK.

Kemeriahan acara tersebut dihadiri lebih kurang 600 orang dan selesai pukul 17.30 wib.Selama kegiatan berlangsung  situasi aman dan kondusif.Papar AKP Sah Udur

(Rouses/Ade)

PAC IPK Kecamatan Medan Labuhan Meriahkan HUT R.I ke-74

By On Agustus 18, 2019


Martubung.Matalensa.co.id.Dalam rangka Hut RIyang ke 74 Tahun seluruh kader IPK kecamatan medan Labuhan turut memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia kegiatan tersebut di mulai pada pukul 13:00 wib Minggu 18/8/2019
tepatnya di lapangan MU City martubung Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan.

Kegiatan yang diadakan berbagai perlombaan dilaksanakan. Diawali dengan perlombaan makan kerupuk bagi anak-anak kecil, tarik tambang, masukan paku ke dalam botol, lari goni, dan panjat pucang. sorak sorai penonton membuat keadaan semakin meriah dan ramai, tidak hanya dari kader IPK yang ikut memeriahkan melainkan dari masyarakat di luar kecamatan medan Labuhan lain pun ikut berdatangan untuk menyaksikan nya

Turut hadir ketua PAC IPK kecamatan Medan Labuhan Jhon Pinus Purba, Sekjen Dariono, Bendahara Petrus Raja gukguk, ketua pimpinan ranting ipk se kecamatan medan Labuhan dan seluruh kader IPK kecamatan medan Labuhan.

Lanjut, Adapun acara di lakukan menurut keterangan dari ketua panitia Hut R.I yang ke 74 Darma Marbun mengatakan kepada awak media pemuda harus berbuat dan berkarya bagi bangsa ini jadi kalau bukan kita siapa lagi.ujarnya,,"tegas
Darma megatakan bawa IPK bukan Arogan,jadi kami mau menunjukan kepada masyarakat bawa kami akan berbuat semampuh kami.

Info yang di dapat oleh awak media, setiap orang atau tim yang menjadi pemenang dalam perlombaan akan mendapatkan hadiah yang manarik.

Kali ini ada yang lebih menarik, di saat perlombaan panjat  pinang berlangsung, tim panjat pucang berhasil  mengambil hadih utama benderah merah putih, dan benderah IPK.

Acara tersebut di Akhiri dengan pemberian hadia bagi pemenang dan di hibur oleh artis lokal,acara berjalan lancar dan kondusif.

(Rouses)

2000 Pesta Kembang Api HUT R.I 74 di Marine Seafood Cafe,Pemko Medan Apresiasi Danyonmarhanlan I

By On Agustus 18, 2019


Belawan.Matalensa.co.id. Malam spesial di HUT R.I ke 74 tepatnya pada hari sabtu 17/8/2019 malam diadakan acara yanh sangat Meriah berthemakan Menciptakan Indonesia Unggul momen spesial ini  Marine Seafood Cafe bekerjasama dengan Muspika Medan Belawan,yang berada di Jalan Kampar Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan.


Kemeriahan malam spesial tersebut di Marine Seafood Cafe diiringi hiburan musik yang diisi oleh Jasmine Music Entertainment, Veronica Sihombing, Pardame, dan penyanyi lainnya yang membuat acara semakin semarak.


Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution yang diundang hadir,menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan memberikan Apresiasi terbaik atas upaya yang telah dilakukan Danyonmarhanlan I Belawan yang sudah berbuat untuk menciptakan keberhasilan suatu daerah dengan memberikan daya tarik yang cukup menggoda wisatawan lokal maupun luar kota Medan dengan wisata bahari dan kuliner.

“Secara otomatis sesuatu yang telah diciptakan oleh seorang ‘Bung Jams’ (panggilan akrab Danyonmarhanlan I Belawan-red) dengan memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari sektor pajak, dan yang terpenting Pemko Kota Medan siap mensupport dan bekerjasama melalui Dinas Pariwisata Kota Medan untuk pengembangan usaha destinasi wisata yang telah diciptakan James Munthe ini,” Ucap Wakil Wali Kota Medan.


Dalam kesempatan tersebut juga Wakil Wali Kota Medan melaksanakan peresmian pemotongan pita sekaligus pemecahan kendi berisi bunga warna-warni sebagai tanda diresmikannya KM Wisata Bahari agar dapat dioperasikan sebagai angkutan wisata Bahari di seputaran perairan Belawan, yang nantinya akan melayani para pengunjung di Marine Seafood Cafe yang ingin berkeliling sekitar pantai Belawan.

Kemudian, acara bertambah semarak ketika panitia pelaksana meletuskan dua ribu kembang api ke udara dari atas pantai laut Belawan sehingga membuat suasana semakin indah dan menakjubkan disertai dengan teriakan yel-yel “Merdeka…Merdeka…Merdeka” dari para pengunjung yang hadir di Marine Seafood Cafe.


Acara yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution,M.Si, Danyonmarhanlan I Belawan Letnan Kolonel (Marinir) James Munthe,M.Tr Hanla, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP H Ikhwan Lubis SH MH, Danpomal Lantamal I Belawan Letnan Kolonel Laut (PM) Wakit Chomarudin, S.Ap,M.Tr Hanla, Dansubdenpom 1/5  Belawan Kapten S. Silalahi SH, Camat Belawan Ahmad SP, Danramil 09/MB Kapten Czi Sugito.

Selain itu, juga tampak hadir mengikuti acara yaitu Wakapolres Pelabuhan Belawan Kompol Taryono Raharja SH SIK beserta pejabat utama dan Kapolsek jajaran Polres Pelabuhan Belawan, panitia pelaksana, Ketua LPM Kecamatan Medan Belawan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Jurnalis Online Bersatu (JOB) dan ratusan pengunjung yang antusias ingin merasakan kuliner di Marine Seafood Cafe sekaligus menyaksikan pesta kembang api tersebut.

(Rouses/JOB)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *